Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Laporan: Trump geram dikritik Netanyahu soal penjualan F-35 ke Turkiye

Laporan: Trump geram dikritik Netanyahu soal penjualan F-35 ke Turkiye

laporan:-trump-geram-dikritik-netanyahu-soal-penjualan-f-35-ke-turkiye
Laporan: Trump geram dikritik Netanyahu soal penjualan F-35 ke Turkiye
service

Washington (ANTARA) – Presiden AS Donald Trump “kesal” dengan kritik publik pemimpin Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana penjualan jet tempur F-35 AS ke Turkiye, menurut laporan situs berita Axios, Kamis (16/7).

Mengutip dua pejabat Gedung Putih, media tersebut mengatakan bahwa tidak ada pertemuan yang dijadwalkan meskipun ada laporan di media Israel bahwa Trump akan menjamu Netanyahu pada Senin.

Seorang pejabat dilaporkan mengatakan bahwa Trump marah dengan pernyataan Netanyahu dalam wawancara dengan Fox News, tak lama sebelum presiden AS itu melakukan perjalanan ke Ankara untuk KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 7-8 Juli.

Pejabat kedua mengatakan Trump percaya Netanyahu “tidak berhak” untuk campur tangan dalam rencana penjualan senjata tersebut.

Pemimpin Israel itu dilaporkan telah meminta pertemuan dengan Trump selama lebih dari dua minggu. Dia telah mengunjungi Ruang Oval enam kali sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025.

Laporan di media Israel menunjukkan bahwa Netanyahu berencana untuk melakukan perjalanan ke Washington akhir pekan ini untuk menghadiri pemakaman mendiang Senator Lindsey Graham dan bertemu Trump pada Senin.

Perjalanan itu dibatalkan pada Kamis setelah upacara pemakaman Graham ditunda, kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Dua pejabat Gedung Putih dilaporkan mengatakan bahwa Netanyahu ingin bertemu Trump tetapi belum ada pertemuan yang dikonfirmasi atau dimasukkan dalam jadwal presiden.

“Kesan kami adalah Bibi (panggilan akrab Netanyahu) berusaha mewujudkan pertemuan itu,” kata seorang pejabat seperti dikutip Axios.

Axios mengatakan para pejabat Gedung Putih tidak mengesampingkan kemungkinan pertemuan ketika Netanyahu akhirnya melakukan perjalanan ke Washington untuk upacara peringatan Graham.

Penundaan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Trump dan pemerintah Netanyahu terkait perang dengan Iran.

Laporan itu muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance, Rabu (15/7), menyatakan bahwa anggota pemerintah Israel berusaha untuk melemahkan upaya diplomatik Washington dengan Teheran dalam upaya untuk memperpanjang kampanye militer.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Turki masukkan Benjamin Netanyahu dalam daftar buronan Interpol

Baca juga: Trump minta Israel tarik pasukan dari Lebanon dan Suriah

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.