Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Papua Tengah jadi Provinsi dengan Bandara Terbanyak, Ini Daftar Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia

Papua Tengah jadi Provinsi dengan Bandara Terbanyak, Ini Daftar Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia

papua-tengah-jadi-provinsi-dengan-bandara-terbanyak,-ini-daftar-provinsi-dengan-bandara-terbanyak-di-indonesia
Papua Tengah jadi Provinsi dengan Bandara Terbanyak, Ini Daftar Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
service

19 Agustus 2026 23.49 WIB • 2 menit

Bandara Mozes Kilangin | Kemenhub


Sebagai negara kepulauan yang sangat luas, konektivitas antarwilayah di Indonesia harus sangat diperhatikan. Pergi dari ujung barat ke ujung timur Indonesia tentu memerlukan waktu yang cukup banyak, sehingga perlu ada jaringan transportasi yang saling terkoneksi untuk memudahkan masyarakatnya.

Menariknya, jika di Pulau Jawa konektivitas antardaerah bisa menggunakan roda empat atau kereta api, di beberapa wilayah justru dianggap tidak efektif karena jaraknya yang sangat jauh. Di Papua dan Kalimantan misalnya.

Dua pulau yang juga termasuk pulau terbesar di dunia ini tidak memiliki jaringan kereta api selayaknya di Jawa yang menghubungkan banyak kabupaten/kota di berbagai provinsi. Selain itu, luas pulau yang sangat masif rasanya juga akan jauh lebih efektif jika menggunakan pesawat dibanding moda transportasi lain.

Oleh karena itu, jaringan transportasi udara menjadi pilihan utama dalam membantu mempercepat mobilitas masyarat serta mendistribukan barang. Infrastruktur udara berperan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

Kawan GNFI, berdasarkan data Tatanan Kebandarudaraan Nasional per 2025, Indonesia memiliki total 257 bandar udara eksisting. Sebaran infrastruktur penerbangan ini didominasi oleh wilayah Indonesia bagian timur, khususnya daerah-daerah hasil pemekaran baru di Papua.

Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia

Data Kementerian Perhubungan RI yang dirangkum oleh Goodstats, berikut ini adalah daftar provinsi dengan jumlah bandara terbanyak di Indonesia:

  • Papua Tengah: 23 Bandara
  • Papua Pegunungan: 19 Bandara
  • Nusa Tenggara Timur: 15 Bandara
  • Papua Selatan: 14 Bandara
  • Maluku: 13 Bandara
  • Aceh: 11 Bandara
  • Papua: 10 Bandara
  • Kalimantan Tengah: 8 Bandara
  • Papua Barat: 8 Bandara
  • Maluku Utara: 8 Bandara
  • Kalimantan Utara: 8 Bandara
  • Sulawesi Selatan: 8 Bandara
  • Sumatera Utara: 8 Bandara
  • Sulawesi Tengah: 8 Bandara

Kawan GNFI, bisa dilihat jika mayoritas provinsi yang memiiki bandara dengan jumlah yang banyak adalah daerah Indonesia timur. Papua Tengah bahkan memiliki 23 bandara, menjadikannya yang terbanyak di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, Papua Tengah memiliki luas sekitar 61.079,59 km2. Provinsi ini menjadi provinsi terluas ke-3 di Pulau Papua setelah Papua Selatan dan Papua.

Salah satu bandara besar di Papua Tengah adalah Bandara Moes Kilangin. Berada di Timika, Bandara Mozes Kilangin difungsikan sebagai gerbang utama untuk sektor ekonomi di Papua Tengah dan pusat penerbangan perintis di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terpencil).

Kira-kira, apa alasan banyak bandara ada di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua?

Mengapa Banyak Bandara di Papua

Papua memiliki banyak bandara karena kondisi geografisnya. Lanskap utama Papua adalah hutan belantara, lembah curam, dan pegunungan tinggi membuat banyak pemukiman penduduk terisolasi dari akses luar.

Pembangunan jalan darat di topografi ekstrem membutuhkan waktu lama dan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, membuka rute penerbangan perintis menjadi opsi paling efisien untuk menjangkau masyarakat pedalaman.

Pesawat menjadi opsi tercepat untuk menghubungkan antarwilayah sekaligus mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakatnya.

Sebagian besar fasilitas udara di Papua tergolong sebagai bandara perintis dengan landasan pacu pendek. Namun, meskipun sebagian besar hanya melayani pesawat berukuran kecil, keberadaan bandara dan pesawat-pesawat kecil justru menjadi “penolong” untuk menyalurkan bahan pangan, obat-obatan, serta tenaga medis ke area terpencil.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.