Mon,18 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Pentingnya Anak Muda NU Aktif Berdakwah di Ruang Digital agar Tak Hanya Jadi Penonton

Pentingnya Anak Muda NU Aktif Berdakwah di Ruang Digital agar Tak Hanya Jadi Penonton

pentingnya-anak-muda-nu-aktif-berdakwah-di-ruang-digital-agar-tak-hanya-jadi-penonton
Pentingnya Anak Muda NU Aktif Berdakwah di Ruang Digital agar Tak Hanya Jadi Penonton
service

Bogor, NU Online

Pendakwah muda Ustadz Rifqil Moeslim Suyuthi (Gus Rifqil) menekankan pentingnya peran generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) untuk aktif berdakwah di ruang digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat medan dakwah tidak lagi terbatas pada pengajian kitab di pesantren, tetapi juga meluas ke berbagai platform digital yang kini diakses luas oleh masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda NU perlu menentukan sikap dalam menghadapi perubahan tersebut.

“Generasi muda NU harus menentukan sikap: apakah hanya menjadi penonton atau menjadi penggerak kebaikan di ruang digital?” ujar Gus Rifqil, sebagaimana dikutip NU Online Jabar.

Ia juga menekankan pentingnya berpegang pada prinsip al-‘ilmu qabla al-‘amal (berilmu sebelum beramal). Menurutnya, kader yang belum memiliki kedalaman ilmu agama tetap dapat berkontribusi dengan menyebarkan konten yang bermanfaat.

Ia juga mendorong kader yang memiliki bekal keilmuan lebih mendalam untuk terjun langsung mengisi berbagai platform digital dengan dakwah yang mencerahkan.

Lebih lanjut, Gus Rifqil menyoroti pentingnya menghadirkan narasi Islam yang moderat (tawasuth), toleran (tasamuh), dan seimbang (tawazun) di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa jika ruang digital dibiarkan kosong, maka konten ekstrem, provokatif, dan ujaran kebencian berpotensi mendominasi opini publik.

“Islam itu merangkul, bukan memukul; ramah, bukan marah. Ini adalah ciri khas manhajul fikr NU yang harus hadir di media sosial,” tegasnya.

Ia pun mengibaratkan perubahan cara berdakwah di era modern. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui pena dan kitab, maka kini perjuangan juga dilakukan melalui kamera dan jaringan internet untuk menjaga peradaban.

Baca selengkapnya di sini

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.