Untuk keperluan trip kami ke negara-negara Balkan plus sekalian mampir umrah, kali ini kami harus mengurus dua visa sekaligus: visa transit Saudi dan visa Schengen multiple.
Trip ini kami sebut “Balkan Trip” karena sebagian besar negara yang kami kunjungi berada di kawasan Balkan. Total ada 11 negara yang masuk itinerary:
Saudi Arabia – Italy – France – Romania – Bulgaria – Serbia – Bosnia – Montenegro – Albania – Kosovo – North Macedonia.
Kalau dihitung kotanya, total ada sekitar 13 kota yang dikunjungi dalam 16 hari perjalanan kami, yaitu Makkah-Milan, Paris, Bucharest, Sofia, Belgrade, Sarajevo, Mostar, Kotor, Budva, Tirana, Prizren dan Skopje.
Sebenarnya Greece dan Croatia juga termasuk kawasan Balkan, tapi karena sebelumnya saya sudah pernah ke sana dan waktu juga terbatas, jadi kali ini diskip dulu.
Pesawat menggunakan maskapai Saudia dengan rute Jakarta–Milan pulang pergi. Kami berduabelas. Sebagian memilih transit singkat di Jeddah tanpa umrah dengan harga tiket sekitar 8,5 juta PP. Dan sebagian lagi termasuk saya memilih transit sekitar 15 jam di Jeddah yang sekalian dimanfaatkan untuk umrah, harga tiket sekitar 9,5 juta PP. Harga segini belinya di Online Travel Agent (OTA) T**p.com, kalau beli di websitenya langsung lebih mahal, selisih 1-2juta.
Menurut saya selisih harganya masih cukup masuk akal untuk bonus bisa umrah.
Yang kami urus duluan adalah visa Schengen melalui Kedutaan Italy. Saya udah punya referensi karena 2 tahun sebelumnya mengurus visa Schengen di Kedutaan ini. Dan gak perlu pakai jasa pengurusan visa juga, insya Allah bisa kok mengurus sendiri.
Booking slot visa temu janji kita buat di bulan November dan dapat slot di pertengahan Desember. Biaya booking 287ribu. Setelah buat booking barulah mulai untuk melengkapi berkas. VFS Italy lokasinya di Chubb Square Thamrin, berbeda dengan VFS negara lainnya yang kebanyakan berkumpul di Kuningan City Square.
Persyaratan pengajuan visa saya ulang lagi tulis disini yaitu:
- Formulir aplikasi visa Schengen (diisi lengkap dan ditandatangani)
- Paspor asli (masa berlaku minimal 3 bulan setelah tanggal kepulangan, dengan setidaknya 2 halaman kosong). Cek paspor, wajib ada kolom tanda tangan, kalau gak ada harus minta endorsement tanda tangan di imigrasi.
- Foto paspor (ukuran 3.5 x 4.5 cm, latar belakang putih).
- Asuransi perjalanan (dengan cakupan minimal €30,000 untuk seluruh area Schengen).
- Bukti akomodasi (reservasi hotel) yang lengkap sesuai dengan itinerary.
- Bukti keuangan (rekening koran 3 bulan terakhir dan slip gaji).
- Tiket pesawat pulang pergi
- Rencana perjalanan (itinerary lengkap meliputi tanggal, uraian, hotel, negara tujuan
- Bukti pekerjaan (Surat keterangan kerja sekaligus izin cuti)
- KTP, Kartu Keluarga, Buku Nikah
Untuk point 4, 5, dan 8 saya yang bantu nyiapin.
Untuk point 4 travel insurance, biasanya kalau cuman dalam schengen area, paling murah di OTA Trav***** sekitar 200ribuan. Tapi ini karena sebagian ada negara non Schengen jadinya harus ambil yang world wide. Dan setelah membandingkan kali ini A* yang termurah, tapi beli paket berdua 680ribuan, jadi seorang 340ribuan untuk masa perjalanan 16 hari.
Untuk point 8 dan juga point 5, saya bikin itinerary tapi belum menggambarkan itinerary yang sebenarnya. Tujuannya biar gak terlalu banyak booking akomodasi dan cepat untuk proses bookingnya. Soalnya saya dalam memutuskan pilihan akomodasi itu harus baca review berlembar-lembar dan tidak hanya satu sumber saja, terlebih kalau jalan bareng seperti ini. Harus yang bener-bener worth it dan sesuai dengan ekspektasi travel mate. Namun baik false itinerary maupun true itinerary tetap memperhatikan kaidah bahwa negara tempat pengajuan visa adalah negara terlama yang dikunjungi dan tempat masuk pertama kali. Saya juga gak mau kalo dianggap visa shopping.
untuk point 6, saya mengarahkan teman-teman untuk mencetak rekening koran 3bulan terakhir untuk tanggal 01 Sept- 29 Nov. Tapi sedapat mungkin cetak sampai H-1 pengajuan berkas. Minimum saldo rekening selama bulan Sept-Nov harus stabil di 25-30 jutaan. Saldo debit kredit harus aktif dan sedapat mungkin rekening payroll. Kalau punya rekening yang khusus tabungan sebaiknya juga dilampirkan untuk menguatkan. Kalau bisa 2 rekening yang jumlahnya paling banyak dan aktif. Ke kedutaan saya minta bawa buku rekening, karena sudah ada beberapa kali case pengajuan visa petugasnya minta cetak lagi rekening koran sampai hari H pengajuan visa. Kalau menggunakan e-statement atau rekening koran online, tetap harus dibawa ke bank untuk mendapatkan cap basah. Ini kejadian di kami yang hampir semuanya menggunakan e-statement. Jadinya setelah berkas masuk kami diminta untuk mensusulkan e-statement yang sudah di cap basah. Untuk BNI dan Mandiri ada kantornya di dalam gedung yang sama dengan VFS Italy. Untuk BSI yang terdekat adalah BSI Thamrin.
Selain itu, kami juga masing-masing membuat surat permohonan pengajuan visa multiple karena kami harus masuk keluar dari negara Schengen ke non Schengen beberapa kali. Ini untuk memperbesar peluang mendapatkan multiple entry.
Point no 1, saya mengambil form yang ada diinternet dan ternyata salah form, jadi sampai di VFS kami harus menggantinya.
Travel mate saya tidak semuanya domisili Jakarta. Ada yang dari Sulawesi Barat, ada dari Gorontalo, dari Bandung dan dari Surabaya. Sepakat mengurus bareng, jadi biar kalau ada yang kurang-kurang bisa dihadapi bersama. Sebagian ada yang nginap di apart saya, sebagian ada yang datang subuh pulang siang.
Kalau ada yang berkas yang lupa dicetak ataupun diminta foto ulang, jangan kuatir di dekat pintu masuk VFS ada boothnya. Dulu tempatnya berada di dalam VFS tapi sekarang sudah berada di luar. Dekat pintu masuk VFS ada tangga, turun 1 lantai maka kalian akan menemukannya.
Sekitar lima hari kerja visa sudah keluar. Alhamdulillah. Untungnya semua berjalan lancar. Ada 1 orang yang belakangan confirmed ikut trip ini, jadi belakangan juga ngurus visa. Saya juga menemaninya. Dan VFS sempat minta surat keterangan perbedaan nama, dengan bantuan AI dalam sekejap suratnya jadi dan di cetak disitu.
10 orang dapat approved 15 hari kunjungan, 2 orang dapat approved masa berlaku visa Schengen 6bulan termasuk saya.
Drama Visa Transit Saudi
Nah… bagian paling drama dari persiapan trip ini justru visa transit Saudi.
Sebelumnya saya sudah tiga kali apply visa transit Saudi tapi tiketnya memang dibeli langsung dari website maskapai. Pertama kali kebijakan visa transit berubah menjadi 96jam di tahun 2023, saya dan adik berkesempatan mencoba. Tujuan ke Istanbul transit 96jam pas pergi di Saudi Arabia. Kedua kali di tahun 2024, bareng teman berlima tujuan ke Marocco dan Tunisia transit 10 jam di Saudi Arabia. Ketiga kali di tahun 2025, bareng keluarga tujuan ke Eropa transit 70jam di Saudi Arabia. Semuanya kita manfaatkan untuk berumrah, Pengajuan visanya tanpa kendala langsung di website Saudia Airlines.
Tapi karena ada referensi atau pengalaman orang-orang bahwa visa transit Saudi tetap bisa diajukan meskipun tiket dibeli lewat OTA, saya jadi cukup pede membeli tiket via OTA. Selisih harga tiketnya dibanding website maskapai lumayan besar. Tapi kali ini ternyata berbeda.
Berkali-kali dicoba, gagal terus. “An Error has occurred”. Sudah mencoba pakai mode incognito, coba pindah pc/laptop dan lain-lain tetap aja seperti itu. Temen telpon ke Saudia katanya lagi ada maintenance, trus ada yang nyaranin ganti IP/pakai proxy. Ada juga yang share kebijakan visa transit berubah terbatas hanya ke negara-negara tertentu tidak termasuk Indonesia. Dan ini bukan permasalahan saya saja, tapi cukup banyak yang mengalami.
Lalu saya mencoba apply lewat website visa.mofa.gov.sa dengan biaya sekitar 25 USD. Setelah submit, statusnya malah “send to embassy” dan tidak bergerak.
Galau banget karena sampai H-15 keberangkatan, visa transit Saudi belum beres juga. Saya jadi agak mager buat menyelesaikan pemesanan akomodasi dan transportasi, kalau ini belum tuntas.
Sudah bolak-balik cari petunjuk di internet, baca pengalaman orang lain, sampai akhirnya saya mencoba email ke Visa Tasheer di Kuningan City. Responnya sangat cepat, saya disarankan untuk booking appointment lewat website mereka. Saya terkendala nomor preaproval yang ada di form online, jadi saya datang ke kantor visa Tasheer. Untuk mendapatkan informasi bisa tanpa janji temu tapi harus menunggu beberapa saat. Setelah dapat informasi mengenai apa yang harus diisi di kolom preaproval, proses booking antrian berjalan lancar. Saya booking temu janji untuk datang keesokan harinya.
Memilih jam 8 pagi, antrian nyaris tidak ada. Agak tricky juga di kantor visa Tasheer. Kalau telat dari jam temu janji, akan dilayani di lounge kena tambahan biaya 700ribuan. Kalau tidak banyak bertanya, biasanya langsung diarahkan ke pilihan asuransi paling mahal yang totalnya bisa sekitar 2,2 juta. Katanya hanya ada dua pilihan asuransi yang di-approve kedutaan. Padahal sewaktu apply di web ksa, pilihan asuransi beragam, mulai dari 400ribuan.
Kami minta harga asuransi yang termurah yaitu 1,2juta. Jadi total biaya yang keluar sekitar 1,6 juta rupiah.
Teman kami yang mengurus di Visa Tasheer Surabaya bahkan dikenakan tambahan biaya lounge sekitar 700 ribu tanpa penjelasan apapun.
Untungnya, sekitar empat hari kerja kemudian e-visa Saudi akhirnya terbit juga. Alhamdulillah.
Belakangan kami baru tahu, ada teman lain yang mengalami kendala serupa tapi berhasil setelah minta bantuan adiknya di luar negeri untuk apply lewat web Saudi. Jadi sepertinya memang sistemnya kadang agak random.





Comments are closed.