Sat,23 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Prediksi Cuaca BMKG 23-28 Mei 2026: Cuaca Panas Masih Terjadi, Hujan Lebat Intai Sejumlah Wilayah

Prediksi Cuaca BMKG 23-28 Mei 2026: Cuaca Panas Masih Terjadi, Hujan Lebat Intai Sejumlah Wilayah

prediksi-cuaca-bmkg-23-28-mei-2026:-cuaca-panas-masih-terjadi,-hujan-lebat-intai-sejumlah-wilayah
Prediksi Cuaca BMKG 23-28 Mei 2026: Cuaca Panas Masih Terjadi, Hujan Lebat Intai Sejumlah Wilayah
service

Jakarta, Arina.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau dan mengalami suhu panas pada siang hari, hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

BMKG menyebutkan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, sekitar 17,1 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sementara sebagian besar wilayah lainnya masih berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

“Cuaca cerah sejak pagi, berkurangnya tutupan awan, serta pemanasan permukaan yang intensif membuat suhu udara pada siang hari terasa lebih panas,” kata Zen Putri prakirawan BMKG dalam tayangan BMKG.

Zen Putri menyebutkan pada periode 18–20 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius tercatat di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

Namun demikian, BMKG menegaskan kondisi panas pada pagi hingga siang hari tidak berarti potensi hujan hilang sepenuhnya. Kelembaban udara yang masih tinggi justru mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada sore hingga malam hari.

Sejumlah wilayah bahkan masih mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. BMKG mencatat curah hujan mencapai 133,1 mm per hari di Jawa Barat, 112,8 mm per hari di Sulawesi Selatan, dan 105,2 mm per hari di Jawa Timur. Hujan lebat juga terjadi di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Papua Tengah, Kalimantan Barat, dan Jambi.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer, di antaranya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan wilayah Papua Nugini yang turut memicu pertumbuhan awan hujan.

“Kombinasi aktivitas gelombang tropis, pola sirkulasi, belokan dan perlambatan angin, serta kelembaban udara yang tinggi berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan,” jelas Zen Putri.

Untuk periode 22–24 Mei 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan status siaga di Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Sementara itu, angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh bagian utara dan pesisir barat, Sumatera Utara bagian pesisir barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Tenggara, Papua Barat, serta Papua Selatan.

Adapun pada periode 25–28 Mei 2026, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Angin kencang juga berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga sejumlah wilayah di Papua.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan genangan akibat cuaca ekstrem.

Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi BMKG guna mengantisipasi dampak perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.