Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Restoran Ayam Ini Mendadak Dapat Proyek Data Center Rp 900 Miliar, Kok Bisa?

Restoran Ayam Ini Mendadak Dapat Proyek Data Center Rp 900 Miliar, Kok Bisa?

restoran-ayam-ini-mendadak-dapat-proyek-data-center-rp-900-miliar,-kok-bisa?
Restoran Ayam Ini Mendadak Dapat Proyek Data Center Rp 900 Miliar, Kok Bisa?
service
restoran ayam data center
Foto: TOP LEADER

Teknologi.id – Sebuah perusahaan yang selama ini dikenal mengelola jaringan restoran ayam di Malaysia mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, perusahaan tersebut berhasil memperoleh kontrak bisnis data center senilai 50 juta dollar AS atau sekitar Rp900 miliar.

Kabar ini mengejutkan banyak orang karena bisnis utama perusahaan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan teknologi maupun pusat data.

Perusahaan yang dimaksud adalah CCH Holdings (CCHH), operator restoran Chicken Claypot House yang berbasis di Penang, Malaysia.

Alih-alih mengumumkan pembukaan cabang restoran baru, perusahaan justru mengungkap kerja sama besar di sektor infrastruktur teknologi.

Baca juga: Lenovo Idea Tab dan Idea Tab Pro Gen 2 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

Kontrak Bernilai Rp900 Miliar

Melalui pengumuman resmi perusahaan, CCH Holdings menandatangani kontrak layanan data center selama tiga tahun.

Nilai kerja sama tersebut mencapai 50 juta dollar AS, atau sekitar Rp900 miliar dengan kurs saat ini.

Kontrak tersebut akan dijalankan oleh anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki CCH Holdings.

Apa yang Akan Dikerjakan?

Meski dikenal sebagai perusahaan restoran, layanan yang diberikan dalam kontrak ini cukup kompleks.

Beberapa tugas yang akan dijalankan antara lain:

  • pemeliharaan dan dukungan operasional data center,
  • penyediaan kapasitas komputasi,
  • koordinasi implementasi proyek,
  • konsultasi teknis,
  • layanan pendampingan operasional.

Menariknya, ruang lingkup kerja sama tersebut juga dapat diperluas ke negara lain apabila klien melakukan ekspansi pusat data di kawasan Asia maupun wilayah lainnya.

Siapa Kliennya?

Identitas pelanggan yang memberikan kontrak bernilai fantastis tersebut belum diungkap.

Perusahaan menyatakan seluruh pihak terikat Non-Disclosure Agreement (NDA) atau perjanjian kerahasiaan.

Dalam industri data center, praktik seperti ini memang cukup umum karena banyak perusahaan teknologi tidak ingin informasi mengenai infrastruktur digital mereka diketahui publik.

Bisnis Restoran, Tapi Terdaftar di Nasdaq

Foto: Lowyal.NET

Hal lain yang membuat kisah ini semakin menarik adalah status CCH Holdings.

Meski mengelola jaringan restoran ayam di Malaysia, perusahaan tersebut ternyata telah terdaftar di bursa saham Nasdaq Amerika Serikat, tempat saham perusahaan teknologi besar seperti Apple, Microsoft, Nvidia, hingga Amazon diperdagangkan.

Namun dari sisi bisnis, skala perusahaan sebenarnya masih tergolong kecil.

Pada tahun buku 2025, CCH Holdings membukukan:

  • Pendapatan sekitar 9,59 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp42 miliar).
  • Kerugian bersih sekitar 2,68 juta ringgit (sekitar Rp11,8 miliar).

Karena itu, kontrak senilai Rp900 miliar dianggap sebagai lompatan bisnis yang sangat besar dibanding pendapatan perusahaan selama ini.

Kenapa Restoran Bisa Masuk Bisnis Data Center?

CEO CCH Holdings, Goh Kok E, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi perusahaan.

Menurutnya, perusahaan ingin memperluas bisnis ke sektor infrastruktur digital tanpa meninggalkan usaha restoran yang telah berjalan.

Artinya, Chicken Claypot House tetap akan beroperasi seperti biasa, sementara perusahaan membuka sumber pendapatan baru dari industri teknologi.

Strategi ini juga dinilai sebagai langkah untuk memanfaatkan pertumbuhan pesat industri AI dan kebutuhan pusat data di Asia Tenggara.

Malaysia Sedang Kebanjiran Investasi Data Center

Masuknya CCH Holdings ke industri data center bukan tanpa alasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia menjadi salah satu tujuan utama pembangunan pusat data di Asia.

Wilayah Johor, yang berbatasan langsung dengan Singapura, menjadi lokasi favorit berbagai perusahaan teknologi global.

Beberapa perusahaan yang telah mengumumkan investasi data center di Malaysia antara lain:

  • Google
  • Microsoft
  • Amazon Web Services (AWS)
  • ByteDance

Pertumbuhan tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan komputasi AI, sementara Singapura mulai membatasi pembangunan data center baru karena keterbatasan pasokan listrik.

Akibatnya, banyak investor mengalihkan proyek mereka ke Malaysia.

Baca juga: Samsung Galaxy A27 5G Resmi di Indonesia, Snapdragon 6 Gen 3 Mulai Rp5 Jutaan

Apakah Ini Tren Baru?

Fenomena perusahaan dari industri berbeda masuk ke bisnis teknologi sebenarnya mulai sering terjadi.

Seiring berkembangnya kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan layanan digital, kebutuhan akan data center meningkat sangat cepat.

Perusahaan yang mampu menyediakan layanan pendukung infrastruktur digital memiliki peluang memperoleh kontrak bernilai besar, meski sebelumnya tidak dikenal sebagai pemain industri teknologi.

Bagi CCH Holdings, kontrak Rp900 miliar ini bisa menjadi awal transformasi perusahaan dari operator restoran menjadi perusahaan dengan dua lini bisnis sekaligus: kuliner dan infrastruktur digital.

Kesimpulan

Kisah CCH Holdings menunjukkan bahwa peluang bisnis bisa datang dari sektor yang tidak terduga. Perusahaan yang selama ini identik dengan restoran ayam kini berhasil memperoleh kontrak data center senilai sekitar Rp900 miliar, jauh melampaui skala bisnis kulinernya.

Meski identitas klien masih dirahasiakan, langkah ini memperlihatkan bagaimana pesatnya perkembangan industri data center dan AI di Asia Tenggara. Jika strategi diversifikasi ini berhasil, CCH Holdings berpotensi menjadi contoh unik perusahaan kuliner yang sukses berekspansi ke bisnis teknologi.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.