Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Studi Terbaru: Gangguan Kejiwaan Pasca Persalinan Meningkat Setelah Operasi Caesar

Studi Terbaru: Gangguan Kejiwaan Pasca Persalinan Meningkat Setelah Operasi Caesar

studi-terbaru:-gangguan-kejiwaan-pasca-persalinan-meningkat-setelah-operasi-caesar
Studi Terbaru: Gangguan Kejiwaan Pasca Persalinan Meningkat Setelah Operasi Caesar
service

Jakarta

Sudah banyak studi meneliti dampak dari operasi caesar pada kondisi kesehatan ibu. Baru-baru ini, studi yang diterbitkan di jurnal Obstetrics & Gynecology mengungkap temuan yang mengaitkan persalinan caesar dengan risiko masalah kejiwaan pada perempuan, Bunda.

Menurut studi, operasi caesar, baik yang direncanakan atau tidak direncanakan, dikaitkan dengan peningkatan risiko lebih dari 15 persen kondisi kejiwaan pasca melahirkan. Hasil tersebut dibandingkan dengan persalinan pervaginam spontan.

Tak hanya itu, persalinan pervaginam operatif (OVD) dengan bantuan alat medis khusus yang berhasil juga tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko kejiwaan. Namun, persalinan caesar yang dilakukan setelah tindakan OVD gagal memiliki risiko 26 persen lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam studi ini, para peneliti melakukan studi kohort observasional terhadap 934.524 perempuan dengan kelahiran tunggal hidup pada usia kehamilan lebih dari sama dengan 37 minggu di Amerika Serikat (AS), antara tahun 2008 dan 2022. Studi menggunakan data dari Merative MarketScan Commercial Database.

Peserta dikategorikan ke dalam lima kelompok metode persalinan, yakni persalinan pervaginam spontan, persalinan pervaginam yang berhasil, persalinan caesar terencana, persalinan caesar tidak terencana tanpa upaya persalinan pervaginam, dan persalinan caesar tidak terencana setelah upaya persalinan pervaginam gagal.

Hasil terkait kondisi kejiwaan yang diteliti adalah diagnosis baru depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma, kondisi kejiwaan serius lainnya, dan resep antidepresan baru dalam waktu enam bulan pasca persalinan.

Detail hasil studi

Melalui metode penelitian yang khusus, para ilmuwan memperkirakan hubungan antara metode persalinan dan kondisi kejiwaan pasca persalinan, dengan menyesuaikan faktor usia ibu, wilayah, tahun persalinan, obesitas kelas III, penggunaan zat selama kehamilan, usia kehamilan saat persalinan, hipertensi kronis, diabetes melitus pra-kehamilan, dan komplikasi bayi baru lahir yang parah dan tidak terduga.

Berikut beberapa temuan dari studi ini:

  • Ibu yang menjalani operasi caesar terencana, menunjukkan insiden kondisi kejiwaan pasca persalinan sebesar 11,4 persen.
  • Ibu yang menjalani operasi caesar tidak terencana tanpa upaya persalinan pervaginam, menunjukkan insiden sebesar 10,8 persen.
  • Ibu yang menjalani operasi caesar tidak terencana setelah upaya persalinan pervaginam gagal, menunjukkan insiden sebesar 10,9 persen.
  • Semua diagnosis psikiatri individual termasuk depresi, kecemasan, dan stres pasca trauma lebih tinggi di antara ibu yang menjalani persalinan caesar terencana atau persalinan caesar tidak terencana tanpa upaya persalinan pervaginam, dibandingkan dengan mereka yang menjalani persalinan pervaginam spontan.
  • Sebagian besar diagnosis depresi, kecemasan, dan kondisi kejiwaan serius lainnya terjadi dalam 0 hingga 90 hari setelah melahirkan. Sementara itu, stres pasca trauma muncul dengan tingkat yang serupa antara 0 hingga 90 dan 91 hingga 180 hari pasca persalinan.

“Kondisi kejiwaan pasca persalinan meningkat setelah persalinan caesar, baik yang direncanakan maupun tidak direncanakan, tetapi tidak setelah persalinan pervaginam yang berhasil,” kata tim penulis, dilansir laman Medccape.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa persalinan caesar mungkin terkait dengan peningkatan risiko kondisi kejiwaan dan memerlukan pengawasan lebih ketat pasca melahirkan.”

Perlu dicatat, penelitian ini tetap memiliki keterbatasan ya, Bunda. Hasil studi juga mungkin tidak dapat digeneralisasikan kepada perempuan dengan kondisi kejiwaan yang sudah ada sebelumnya karena mereka dikecualikan dari analisis.

Demikian hasil studi yang mengungkap dampak operasi caesar pada kondisi kejiwaan seorang perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.