Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 3 Alasan Islam Tekankan Keseimbangan Lingkungan

3 Alasan Islam Tekankan Keseimbangan Lingkungan

3-alasan-islam-tekankan-keseimbangan-lingkungan
3 Alasan Islam Tekankan Keseimbangan Lingkungan
service

Jakarta, NU Online

Agama Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan mengenai pentingnya memelihara keseimbangan ekologis. Islam juga menjaga kelestarian makhluk hidup dan keturunannya dari kebinasaan.

Hal demikian sebagaimana disampaikan Pengasuh Nurul Jadid, Muhammad Alfayyadl dalam pertemuan terakhir Ngaji Ramadhan: Kitab AlBi’ah wal Hiffadzalaiha min Mandzhuril Islamiy secara daring melalui Google Meet dan Live Streaming YouTube pada Sabtu (7/3/2026) malam.

Gus Fayyadl, begitu ia kerap disapa, menjelaskan tiga motif di balik Islam menekankan konservasi lingkungan secara seimbang. Alasan pertama yakni untuk menjaga proporsi ekologis yang telah diatur Tuhan demi keselamatan makhluk hidup.

“Jadi kalau manusia itu mengintervensi kadar-kadar ini secara kuantitatif atau kualitatif, ini pasti akan berujung pada kerusakan dan mengancam eksistensi dari manusia itu sendiri dan makhluk-makhluk yang lain,” jelasnya menguraikan pemikiran Syekh Ali Jum’ah itu.

Ia menyebut bahwa cuaca ekstrem yang terjadi belakangan merupakan akibat dari ketidakseimbangan. Hal ini berimbas pada reaksi alam yang kurang bersahabat.

Alasan kedua yaitu untuk menjaga kelestarian generasi penerus manusia dan makhluk selainnya seperti hewan atau tetumbuhan. Pengakuan terhadap eksistensi lain ini menjadi indikator bahwa keseimbangan ala Islam tidak hanya berfokus kepada manusia saja.

“Artinya apa? Mereka itu juga berhak untuk eksis. Kalau kalian takut nanti punah, mereka pun juga cemas apabila spesies mereka punah,” ujar Gus Fayyadl membeberkan kandungan dari surah Al-An’am ayat 38.

Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo itu pun menyinggung dalil-dalil dalam khazanah Islam mengenai pengakuan eksistensial makhluk lain ini. Misalnya ada hadits yang membahas tentang larangan membunuh anjing dan atau merusak sarang binatang.

Ia pun mengutarakan, alasan terakhir adalah dalam rangka melindungi sesuatu yang dilindungi secara ekologis (himayah). Menurutnya, hal ini penting lantaran terdapat kawasan-kawasan tertentu yang seharusnya dibatasi dari intervensi manusia seperti Mekah dan Madinah.

“Konsep ini seandainya diterapkan di setiap negara, setiap kawasan, ini akan menciptakan keseimbangan ekologis,” tutur Gus yang juga pegiat filsafat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Fayyadl juga menyampaikan tiga etika umum dalam menjaga keseimbangan ekosistem yakni rendah hati, tidak menyakiti, dan cinta terhadap sesama makhluk Tuhan. Ia menuturkan, jika nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam praktis maka bisa menciptakan perdamaian ekologis.

Ia menyarankan agar karya semacam ini bisa diarusutamakan dalam pembelajaran di pesantren. Sebab menurutnya, pemikiran Islam dalam aspek ekologis jadi salah satu isu yang masih jarang mendapatkan perhatian dari pengkaji khazanah keislaman.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.