Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 5 Faktor Psikologis Orang Sering Nonton Drakor yang Sama Berulang Kali

5 Faktor Psikologis Orang Sering Nonton Drakor yang Sama Berulang Kali

5-faktor-psikologis-orang-sering-nonton-drakor-yang-sama-berulang-kali
5 Faktor Psikologis Orang Sering Nonton Drakor yang Sama Berulang Kali
service

Jakarta

Menonton drama Korea atau drakor memang sudah menjadi hiburan favorit banyak orang. Ceritanya yang emosional, karakter yang kuat, hingga soundtrack yang membekas sering membuat kita sulit move on dari satu judul tertentu.

Tidak heran, banyak yang memilih mengulang drakor yang sama berkali-kali daripada mencoba tontonan baru. Fenomena ini mungkin terlihat sederhana bahkan terkesan membosankan bagi sebagian orang.

Namun, tahukah Bunda bahwa kebiasaan ini ternyata punya penjelasan ilmiah dari sisi psikologi? Otak manusia ternyata punya cara unik dalam mencari kenyamanan, termasuk lewat tontonan yang sudah familiar. 

Lalu, apa saja faktor psikologis yang membuat seseorang betah menonton drakor yang sama berulang kali? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini, Bunda.

Dikutip dari laman Your Tango dan The Spectator, ada beberapa alasan ilmiah yang menjelaskan kebiasaan orang sering menonton drama yang sama berulang kali.

1. Otak lebih suka cerita yang sudah dikenal

Salah satu alasan utama adalah adanya mere-exposure effect, yaitu kecenderungan seseorang semakin menyukai sesuatu karena sering terpapar. Penelitian dari University of Chicago menunjukkan bahwa ketika kita menonton ulang sebuah tayangan, kita justru menemukan detail-detail baru yang sebelumnya terlewatkan.

Dalam konteks drakor, Bunda mungkin merasa semakin terikat dengan karakter atau alur cerita setelah menonton berulang kali. Otak juga lebih mudah memproses cerita yang sudah dikenal.

2. Nonton drakor lama bisa jadi terapi emosional

Menonton drakor lama sering kali membawa kita kembali ke momen tertentu dalam hidup. Hal ini berkaitan dengan konsep nostalgia yang ternyata memiliki efek terapeutik. Dalam dunia psikologi, ada pendekatan yang disebut reminiscence therapy yang memanfaatkan kenangan masa lalu untuk meningkatkan kesejahteraan mental.

Saat Bunda menonton ulang drakor favorit, bisa jadi Bunda teringat suasana tertentu misalnya masa santai, teman menonton, atau fase hidup yang menyenangkan. 

3. Terlalu banyak pilihan 

Menurut psikolog Barry Schwartz dalam bukunya The Paradox of Choice, terlalu banyak pilihan justru bisa membuat seseorang stres dan sulit mengambil keputusan. Hal ini juga berlaku saat memilih tontonan di berbagai platform streaming.

Ketika dihadapkan dengan ratusan judul drakor baru, otak bisa merasa kewalahan. Akhirnya, menonton ulang drama yang sudah ditonton menjadi pilihan yang mudah dan cepat.

Hal ini dapat membantu menghindari stres karena harus memilih dan memastikan apakah tontonan baru akan sesuai ekspektasi atau tidak.

4. Membantu mengurangi rasa kesepian

Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bahwa menonton ulang acara favorit dapat meningkatkan perasaan nyaman karena adanya hubungan emosional dengan karakter, yang disebut parasocial relationship. Dalam drakor, karakter-karakter favorit bisa terasa seperti “teman lama”.

Hubungan semu ini ternyata berdampak nyata pada kesejahteraan psikologis, seperti meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi kesepian. Tidak heran jika banyak orang kembali menonton drakor yang sama saat merasa sendiri atau butuh hiburan.

5. Mengurangi beban pikiran dan stres

Dikutip dari laman The Spectator, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jaye Derrick, seorang profesor psikologi dari University of Houston, menunjukkan bahwa menonton ulang tayangan favorit membutuhkan usaha mental yang lebih rendah dibandingkan menonton sesuatu yang baru.

Dalam studinya, mahasiswa diminta mengisi kuesioner terkait kebiasaan menonton ulang, suasana hati, dan tingkat stres. Hasilnya menunjukkan bahwa tontonan yang familiar memberikan rasa nyaman, menurunkan stres, dan meningkatkan suasana hati.

Selain itu, menurut psikiater Dr. Jalpa Bhuta, otak tidak perlu bekerja keras karena sudah mengetahui alur cerita. Hal ini membuat aktivitas menonton menjadi lebih santai.

Bahkan, tontonan favorit juga dapat memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang, sehingga membuat pengalaman menonton terasa lebih menyenangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.