Memulai masa taman kanak-kanak (TK) bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, sekaligus memicu stres, rasa terintimidasi, dan ketakutan. Bagi anak-anak, pengalaman baru ini dapat memunculkan beragam perasaan dan emosi, Bunda. Apalagi jika sebelumnya anak belum pernah mengikuti kegiatan prasekolah.
Sebagai orang tua, kita dapat membantu meredakan kekhawatiran dan ketakutan anak dengan mengajaknya berbincang mengenai perasaannya. Namun, mempersiapkan anak untuk masuk taman kanak-kanak bukan sekadar membantu mereka merasa siap secara emosional.
Meskipun banyak dari kita berfokus pada hal-hal dasar seperti pengenalan huruf dan angka atau kemampuan membaca, kesiapan masuk taman kanak-kanak mencakup lebih dari sekadar beberapa keterampilan yang terpisah-pisah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita perlu melihat anak secara utuh, serta memperhatikan segala keterampilan dan kekuatan yang telah dikembangkan oleh masing-masing anak. Hal itulah yang membuat mereka istimewa,” ungkap Lisa LaRue, seorang asisten guru di Educare Chicago, dikutip dari Starts Early.
Dengan mempelajari sebanyak mungkin tentang pengalaman di TK, Bunda dan Si Kecil akan dapat menjalankan masa transisi ini dengan lebih baik, dan Si Kecil pun akan memahami betapa menyenangkannya taman kanak-kanak itu nantinya.
Berikut cara membantu anak agar mereka merasa percaya diri saat masuk TK sejak hari pertama!
1. Menguasai keterampilan dasar
Dilansir Parents, menurut Mary Reede, seorang guru taman kanak-kanak (TK) berpengalaman di AS, anak-anak yang sudah menguasai beberapa keterampilan dasar cenderung merasa lebih nyaman di kelas, Bunda. TK adalah tempat anak-anak mempelajari keterampilan dasar dan membangun kebiasaan belajar yang akan terbawa seumur hidup.
Jika anak sudah bisa berhitung sampai 10, mengenali namanya sendiri, menggunakan gunting khusus anak, memegang pensil, dan berpakaian sendiri, mereka akan memiliki keunggulan dibandingkan teman-temannya.
Bunda bisa membantu anak melatih keterampilan ini sebelum ia masuk sekolah dengan cara yang menyenangkan dan santai, misalnya sambil mewarnai dan mengobrol, atau mengadakan lomba cepat berpakaian.
2. Bermain peran untuk keterampilan merawat diri
Anak-anak kecil perlu tahu cara mengurus kebutuhan diri sendiri saat mereka masuk TK. Hal ini mencakup pergi ke toilet, berpakaian, dan mencuci tangan. Cara terbaik untuk mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan ini adalah dengan berlatih, berlatih, dan terus berlatih.
Reede mencatat bahwa orang tua perlu memastikan anak-anak mencuci tangan dengan benar dan menerapkan praktik kebersihan yang tepat.
“Ajari anak Anda untuk bersin atau membuang ingus menggunakan tisu lalu membuangnya. Biasakan mereka mencuci tangan dengan benar dan tahan keinginan untuk mengambil alih tugas tersebut hanya demi alasan efisiensi,” tuturnya.
Bunda juga bisa berlatih membuka dan menutup kotak bekal, serta wadah makanan di dalamnya jika mereka akan membawa bekal ke sekolah. Selain itu, pastikan mereka tahu cara memasang ritsleting jaket, membuka dan menutup tas punggung, serta mengeluarkan perlengkapan sekolah saat dibutuhkan.
3. Mempraktikkan rutinitas pagi
Awal tahun ajaran bisa menjadi masa yang menantang bagi banyak keluarga karena semua orang harus beradaptasi dengan rutinitas pagi yang baru setelah liburan musim panas. Jika anak baru pertama kali mengikuti pendidikan formal, mereka mungkin merasa bahwa kesibukan di pagi hari memerlukan penyesuaian ekstra.
“Hal utama yang perlu diperhatikan saat mulai sekolah adalah berupaya membuat hal-hal yang belum diketahui menjadi familier sebisa mungkin,” kata Julie Keyes, seorang guru dengan pengalaman lebih dari 15 tahun sekaligus pendiri The Educational Consultant.
“Saat anak-anak mulai sekolah, perubahan rutinitas harian mereka sangatlah drastis,” ungkap Keyes.
Cobalah melakukan beberapa simulasi rutinitas pagi bersama anak. Hal ini akan membantu kita dan anak membayangkan bagaimana keseharian di sekolah nantinya, sekaligus menjadi kesempatan emas untuk mengajarkan berbagai hal yang perlu dilakukan di pagi hari dan apa yang akan terjadi di siang hari. Dengan begitu, tidak akan ada kejutan tak terduga pada hari pertama sekolah.
4. Berbelanja perlengkapan sekolah
Ada sesuatu yang menyenangkan dan terasa istimewa saat berbelanja perlengkapan sekolah ketika melibatkan Si Kecil. Biarkan anak memilih sendiri tas punggung, tempat pensil, kotak bekal, dan botol minum barunya, lalu ajak mereka berkreasi untuk menghias barang-barang tersebut bersama-sama. Jika anak merasa cemas menjelang hari pertama sekolah, kegiatan ini bisa menjadi cara untuk membangkitkan semangat mereka.
5. Membaca buku tentang hari pertama sekolah
Pilihlah buku-buku bertema kesiapan sekolah menjelang hari pertama masuk. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa lebih siap untuk menikmati segala keseruan di TK.
6. Bertemu dengan guru
Penting bagi anak untuk mengunjungi sekolah barunya sebelum hari pertama TK dimulai. Kunjungan langsung akan membantu mereka merasa lebih siap menghadapi perubahan besar dalam hidup mereka, sekaligus mengurangi rasa cemas, misalnya mengenai letak kamar mandi atau tempat menyimpan barang-barang mereka.
Bunda juga bisa memberi tahu guru mengenai kesukaan, temperamen, serta kelebihan dan kekurangan anak. Sebagai contoh, jika anak sempat kesulitan menghadapi masa transisi saat di prasekolah, jelaskan bagaimana Bunda dan guru prasekolah membantunya mengatasi tantangan tersebut.
Guru TK pasti akan menghargai masukan. Bunda juga bisa membicarakan harapan bagi anak serta hal-hal apa saja yang ingin anak pelajari di tahun ajaran mendatang. Tanyakan pula bagaimana bisa turut terlibat dalam kegiatan di kelas.
7. Bersosialisasi
Masa TK adalah waktu yang tepat untuk menjalin pertemanan baru dan belajar bergaul dengan orang lain. Berikan contoh mengenai cara bergantian, berbagi, dan bersikap sopan, serta cobalah mengatur waktu bermain bersama teman agar anak bisa melatih keterampilan sosialnya. Latihlah kemampuan percakapan anak saat sedang bermain bersama, misalnya dengan:
- Memulai percakapan (menggunakan kata-kata seperti “Halo” atau “Mau main…?”)
- Menjaga kontak mata
- Mengajukan pertanyaan
- Bergantian (berbicara dan mendengarkan)
- Berbicara dengan sopan (menggunakan kata-kata seperti “tolong,” “permisi,” “terima kasih,” dll).
Demikian beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak lebih percaya diri saat baru masuk TK. Salah satunya, lakukan beberapa percakapan untuk membantunya memulai pertemanan dengan siswa lain. Semoga membantu!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)





Comments are closed.