Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 7 Cara Bijak Menjelaskan Kondisi Keuangan Keluarga yang Sulit kepada Anak

7 Cara Bijak Menjelaskan Kondisi Keuangan Keluarga yang Sulit kepada Anak

7-cara-bijak-menjelaskan-kondisi-keuangan-keluarga-yang-sulit-kepada-anak
7 Cara Bijak Menjelaskan Kondisi Keuangan Keluarga yang Sulit kepada Anak
service

Jakarta

Ketikaanak sudah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), mereka biasanya mulai bisa memahami konsep dasar tentang uang. Dalam hal ini, Bunda dapat mencari cara bijak menjelaskan kondisi keuangan keluarga.

Banyak orang tua yang menghindari membahas uang karena merasa topik ini tabu untuk anak. Padahal, memperkenalkan anak pada keuangan sejak dini membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang paham soal uang.

Semakin dini Bunda mengenalkan hal ini, semakin besar manfaatnya untuk masa depan mereka. Maka dari itu, Bunda bisa menjelaskan kondisi keuangan keluarga kepada anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan begitu, mereka bisa mulai mengerti situasi dan belajar menghargai keputusan keluarga. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Keuangan keluarga, perlu dibicarakan atau diam saja?

Sebelum kita masuk ke cara bijaknya, Bunda perlu tahu bahwa terbuka soal uang kepada anak itu penting. Dilansir dari laman Parents, seorang penulis buku The Opposite of Spoiled, Ron Lieber, menekankan pentingnya membicarakan keuangan keluarga.

“Setiap percakapan tentang uang juga tentang nilai-nilai. Saat Anda dan pasangan mengarahkan situasi keuangan saat ini, Anda sedang mencontohkan nilai-nilai bertanggung jawab dan hidup sesuai kemampuan,” ujarnya.

Ketika Bunda dan Ayah sedang menghadapi kondisi keuangan yang sulit, anak-anak bisa belajar tanggung jawab. Bunda dapat membuka obrolan soal uang supaya anak mengerti kalau keputusan keluarga itu bukan cuma aturan saja, tapi juga nilai yang penting.

Berbincang soal uang bersama anak juga bisa jadi kesempatan mereka untuk ikut mengambil keputusan. Sesuai dengan usia anak, hal ini bisa melatih mereka dalam memecahkan masalah dan belajar bertanggung jawab sejak dini.

Menilik dari berbagai sumber, ada beberapa cara bijak untuk menjelaskan kondisi keuangan keluarga yang sulit kepada anak. Berikut deretannya:

1. Mengajak anak mengerti tentang keuangan keluarga

Pada usia 9 sampai 13 tahun, anak-anak mulai bisa memahami konsep anggaran, Bunda. Mereka belajar kalau menabung lebih banyak itu berarti keluarga perlu mengatur pengeluaran dengan bijak.

Ketika anak mulai bertanya, misalnya, “Berapa penghasilan Bunda dan Ayah?”, jelaskan saja bahwa uang itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. Dengan begitu, mereka dapat mengerti bagaimana pengeluaran itu bisa berjalan.

Kalau Bunda belum pernah membagikan biaya kegiatan anak, sekarang saatnya, ya. Bicara soal ini, seorang pakar keuangan dan pendiri The Wiser Miser, Amerika Serikat, Lynne Somerman, menyarankan orang tua untuk tidak membicarakan hal ini sekali saja.

“Berbicara tentang uang tidak bisa hanya dilakukan sekali saja,” katanya, dikutip dari Child Mind Institute.

“Ini perlu menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Saat topik keuangan muncul dan anak-anak ada di sekitar, bicarakanlah secara terbuka sesuai kenyamanan,” lanjutnya.

2. Ajarkan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan

Selanjutnya, Bunda bisa mulai ngobrol soal perbedaan antara ‘keinginan’ dan ‘kebutuhan’. Dengan memahami hal ini, anak mulai belajar mengatur uangnya sejak dini.

Seperti kita ketahui bahwa anak biasanya senang ikut berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Namun, kebanyakan dari mereka hanya ‘keinginan’ semata, bukan untuk kebutuhan sehari-hari.

Contoh lainnya bisa diambil dari keseharian keluarga. Makanan, pakaian, dan sekolah termasuk kebutuhan, sementara mainan atau camilan biasanya termasuk keinginan.

3. Sampaikan dengan jujur tentang keuangan keluarga

Bunda bisa jujur soal kondisi keuangan keluarga tanpa membuat anak khawatir. Ceritakan kesulitan yang ada sambil menunjukkan bahwa orang tua punya rencana dan tahu apa yang harus dilakukan.

Keluarga biasanya sudah punya cara untuk mengatur uang dan mengatasi kesulitan. Dengan begitu, anak belajar menghadapi masalah keuangan dengan tenang. Mereka juga akan meniru sikap bijak dari Bunda dan Ayah saat mengatur uang nanti.

4. Memberikan informasi sedikit demi sedikit

Berikutnya, Bunda dapat menyampaikan kondisi keuangan keluarga kepada anak secara bertahap. Beri mereka waktu untuk menyerap informasi sebelum melanjutkan penjelasan.

Saat anak mulai bertanya, dengarkan dengan sabar, ya. Misalnya, kalau kondisi keuangan sedang kurang stabil, mereka mungkin akan bertanya, “Apakah kita akan pindah rumah?” untuk mencoba mengerti apa yang sedang terjadi.

5. Memberi anak harapan saat membicarakan uang

Ketika membicarakan uang keluarga kepada anak, cobalah gunakan kata-kata yang menenangkan. Anak-anak biasanya meniru cara orang tua berbicara tentang uang.

Tak jarang kita suka mengatakan, “Ini sulit” atau “Kita tidak punya cukup uang”. Kata-kata seperti itu bisa membuat anak ikut merasa cemas dan khawatir.

Kalau kita ubah dengan bahasa yang lebih positif, anak bisa melihat bahwa masih ada jalan keluarnya. Mereka belajar bahwa keluarga tetap bisa menghadapi masalah meski keuangan sedang terbatas.

6. Membicarakan perubahan gaya hidup dan pengeluaran

Memang ya Bunda, ada kalanya beberapa hal dalam hidup perlu kita sesuaikan, misalnya liburan bersama keluarga. Pengeluaran untuk pakaian, makan di luar, atau hiburan juga mungkin dikurangi sementara.

Sampaikan perubahan ini kepada anak sebagai solusi, bukan hukuman atau akibat yang buruk. Dengan begitu, mereka mengerti kalau ini merupakan bagian dari usaha bersama, bukan cuma tentang ‘kehilangan’.

7. Tekankan hal-hal positif

Saat keluarga mulai mengatur pengeluaran, ada hal baik yang bisa dirasakan, Bunda. Waktu bersama anak-anak jadi lebih banyak, dan kegiatan bisa terasa lebih berharga dibandingkan dengan sebelumnya.

Misalnya, meminjam buku gratis di perpustakaan bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Atau sekadar berjalan-jalan di taman sambil bermain, dapat membuat anak tetap aktif tanpa harus mengeluarkan biaya banyak.

Nah, itulah beberapa cara bijak untuk menjelaskan kondisi keuangan keluarga yang sulit kepada anak. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.