Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Rupiah berpotensi menguat seiring data ekonomi AS melemah

Rupiah berpotensi menguat seiring data ekonomi AS melemah

rupiah-berpotensi-menguat-seiring-data-ekonomi-as-melemah
Rupiah berpotensi menguat seiring data ekonomi AS melemah
service

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.811 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.

Namun Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan kurs rupiah berpotensi menguat terbatas seiring data ekonomi AS yang lemah.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan menguat masih terbatas di kisaran Rp16.750-Rp16.800 dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang lemah yang memberikan signal bagi The Fed untuk pelonggaran moneter,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Tercatat, AS mengumumkan data penjualan ritel pada Desember 2025 bergerak datar di 0,0 persen month to month (mom), melambat dari November 2025 dan kurang dari ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen mom.

Baca juga: BI terbitkan PADG Derivatif PUVA pasca-alih tugas dari Bappebti

Selain itu, data ketenagakerjaan non-farm payrolls (NFP) AS sebesar 130 ribu pada Januari 2026, lebih tinggi dari proyeksi 70 ribu bertumbuh 181 ribu pada Desember 2025.

Namun, total pertumbuhan pekerjaan non pertanian untuk 2025 direvisi menurun jadi 181 ribu dari 584 ribu.

Pelaku pasar disebut juga tengah menunggu rilis data inflasi AS yang diperkirakan sesuai prediksi dan tak banyak berubah dibandingkan periode sebelumnya, yakni 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen year on year.

Baca juga: ETF berbasis pasar uang pertama di RI resmi diluncurkan

Melihat sentimen domestik, lanjut dia, pelaku pasar menyoroti fundamental ekonomi Indonesia dan ruang fiskal pemerintah.

“Perekonomian Indonesia banyak ditopang oleh belanja masyarakat, namun tren kenaikan inflasi ke depan akan terus berlanjut dan dapat menggerus daya beli masyarakat,” ungkap Lukman.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.