Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Peneliti Austria Ciptakan Kode QR Berukuran Mikrometer, Bisa Simpan Hingga 2 TB Data!

Peneliti Austria Ciptakan Kode QR Berukuran Mikrometer, Bisa Simpan Hingga 2 TB Data!

peneliti-austria-ciptakan-kode-qr-berukuran-mikrometer,-bisa-simpan-hingga-2-tb-data!
Peneliti Austria Ciptakan Kode QR Berukuran Mikrometer, Bisa Simpan Hingga 2 TB Data!
service

Foto: TU Wien

Teknologi.id  Dunia teknologi baru saja mencatat sejarah baru melalui sebuah gebrakan unik dari Austria. Tim peneliti dari Vienna University of Technology (TU Wien) bekerja sama dengan perusahaan startup penyimpanan data Cerabyte berhasil menciptakan kode QR terkecil di dunia. Saking kecilnya, kode ini memiliki ukuran hanya 1,98 mikrometer persegi, yang berarti jauh lebih kecil dibandingkan sebagian besar sel bakteri.

Pencapaian ini telah diverifikasi secara independen dan kini resmi tercatat dalam Guinness World Records. Kode QR mikro tersebut menggeser rekor dunia sebelumnya dengan ukuran hanya 37 persen dari pemegang rekor lama. Karena ukurannya yang tak kasat mata, kode ini mustahil dilihat dengan mata telanjang atau mikroskop optik biasa, melainkan harus menggunakan mikroskop elektron canggih agar dapat dibaca.

Baca juga: Indonesia Kembangkan Baterai Sodium, Solusi Murah untuk Kendaraan Listrik

Teknologi di Balik Struktur Berukuran Nanometer

Kode QR ini terdiri dari struktur modul 29 x 29 piksel. Profesor Paul Mayrhofer dari Institut Ilmu dan Teknologi Material TU Wien menjelaskan bahwa struktur yang mereka buat sangat halus sehingga tidak dapat ditangkap oleh panjang gelombang cahaya tampak. Setiap piksel individu pada kode ini hanya memiliki lebar 49 nanometer, ukuran yang kira-kira sepuluh kali lebih kecil dari panjang gelombang cahaya yang bisa dilihat manusia.

Untuk mengukir pola yang sangat presisi tersebut, para ilmuwan memanfaatkan teknologi focused ion beam. Teknologi ini bekerja dengan cara mengikis lapisan tipis film keramik bit demi bit hingga membentuk pola kode QR yang stabil. Penggunaan material keramik menjadi kunci utama karena sifatnya yang sangat stabil, tahan terhadap kondisi ekstrem, dan tidak mudah mengalami perubahan struktural seiring berjalannya waktu.

Belajar dari Peradaban Kuno 

Salah satu tantangan terbesar dalam penyimpanan data atomik adalah mobilitas atom itu sendiri yang dapat berpindah posisi dan menyebabkan hilangnya informasi. Namun, tim peneliti TU Wien berhasil menciptakan kode yang tetap stabil dan dapat dibaca berulang kali. Alexander Kirnbauer, salah satu peneliti utama dalam proyek ini, menyebutkan bahwa pendekatan mereka terinspirasi oleh cara peradaban kuno menyimpan informasi.

Jika manusia purba memahat pesan mereka di atas batu atau prasasti keramik yang tetap bisa dibaca hingga ribuan tahun kemudian, teknologi modern saat ini justru menyimpan pengetahuan pada media yang sangat berumur pendek. Hard disk magnetik atau media penyimpanan elektronik biasanya hanya bertahan beberapa tahun sebelum mengalami kerusakan. Dengan menggunakan media keramik, para peneliti mengejar ketahanan yang serupa dengan prasasti kuno, di mana informasi dapat bertahan selama berabad-abad atau bahkan milenia tanpa risiko kehilangan data.

Solusi Penyimpanan Data Ramah Lingkungan

Selain faktor ketahanan, teknologi penyimpanan berbasis keramik ini menawarkan kepadatan data yang luar biasa. Para ilmuwan memperkirakan bahwa jika teknologi ini diterapkan secara luas, area seluas satu lembar kertas A4 dapat menyimpan data hingga lebih dari 2 terabyte. Hal ini menjadi terobosan besar di tengah ledakan informasi digital yang membutuhkan ruang penyimpanan semakin besar.

Keunggulan lain yang tidak kalah penting adalah efisiensi energi. Berbeda dengan pusat data modern saat ini yang membutuhkan pasokan listrik raksasa untuk pendinginan aktif dan pemeliharaan server, media penyimpanan keramik ini bersifat pasif. Begitu data dituliskan, informasi tersebut akan tetap utuh tanpa memerlukan energi listrik sama sekali untuk menjaganya. Hal ini berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida global secara signifikan yang dihasilkan oleh industri penyimpanan data dunia.

Baca juga: Karya Mahasiswa UI: Kacamata AI untuk Pelari Difabel, Raih Global Ambassador!

Menuju Produksi Massal dan Implementasi Industri

Meski saat ini masih dalam tahap laboratorium, tim developer tidak berniat berhenti pada pemecahan rekor semata. Kirnbauer menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah menguji material lain, meningkatkan kecepatan penulisan data, serta mengembangkan proses manufaktur yang dapat diskalakan (scalable). Tujuannya adalah agar penyimpanan data berbasis keramik ini dapat digunakan dalam skala industri, bukan hanya sebagai eksperimen ilmiah.

Teknologi ini diproyeksikan dapat mengubah cara lembaga arsip digital, dokumen pemerintahan, hingga data rekam medis disimpan secara permanen dan aman. Riset ini membuka jalan menuju masa depan data yang lebih hijau, di mana informasi berharga umat manusia dapat disimpan secara abadi dengan konsumsi energi yang minimal.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(yna/sa)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.