Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Blokade Tanpa Batas Waktu, Cara Negosiasi ‘Jalan Buntu’ AS Seret Iran ke Meja Perundingan

Blokade Tanpa Batas Waktu, Cara Negosiasi ‘Jalan Buntu’ AS Seret Iran ke Meja Perundingan

blokade-tanpa-batas-waktu,-cara-negosiasi-‘jalan-buntu’-as-seret-iran-ke-meja-perundingan
Blokade Tanpa Batas Waktu, Cara Negosiasi ‘Jalan Buntu’ AS Seret Iran ke Meja Perundingan
service

Arina.idAmerika Serikat (AS) memang menghentikan serangan pada Teheran sembari membuka ruang negosiasi. Namun angkatan lautnya bersiaga menutup akses keluar dan masuk jalur perdagan Iran melalui Selat Hormuz dari perairan sisi luar. 

Blokade menjadi cara AS menekan Iran ke meja perundingan, sambil menekankan jika mereka membuka ruang negosiasi dengan Iran tanpa batas waktu tertentu. Sehingga negosiasi sementara ini bisa dibilang menemui jalan buntu sebab Iran bersikap sebaliknya, tidak akan mengirim delegasi ke Islamabad Pakistan selama blokade tidak dibuka. 

Bahkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, dikutip dari Tasnim, mengecam blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tindakan perang dan pelanggaran gencatan senjata, serta memperingatkan bahwa menargetkan kapal-kapal komersial dan menahan awaknya merupakan pelanggaran serius.

Dalam pesan yang dipublikasikan di akun X-nya pada hari Selasa, 21 April 2026, Araqchi mengkritik tindakan Washington terhadap jalur perdagangan Iran, menekankan bahwa Teheran sepenuhnya mampu melawan pembatasan tersebut, melindungi kepentingan nasionalnya, dan bersikap tegas terhadap tindakan paksaan.

“Memblokade pelabuhan Iran adalah tindakan perang dan dengan demikian merupakan pelanggaran gencatan senjata. Menyerang kapal dagang dan menyandera awaknya adalah pelanggaran yang lebih besar lagi,” kata menteri luar negeri Iran.

“Iran tahu bagaimana menetralisir pembatasan, bagaimana membela kepentingannya, dan bagaimana melawan intimidasi,” katanya menambahkan.

Dalam pernyataan yang dirilis sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan AS baru-baru ini terhadap kapal dagang Iran Touska di Laut Oman, menggambarkannya sebagai pembajakan dan tindakan teroris yang disertai dengan intimidasi terhadap awak kapal dan keluarga mereka.

Penasihat ketua parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menyatakan perpanjangan gencatan senjata oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan berdampak apa-apa, dan Iran harus memberikan “tanggapan militer” atas blokade laut AS terhadap Iran.

Sebelumnya, pada Selasa, 21 April 2026, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil melanjutkan blokade pelabuhan Iran.

Keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata dibuat atas permintaan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, kata presiden AS itu, seraya menambahkan bahwa perpanjangan tersebut akan memberi Iran waktu untuk mengajukan “proposal terpadu.”

“Keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran itu tidak relevan. Pihak yang kalah tidak dapat menentukan syarat-syaratnya. Melanjutkan blokade laut tidak berbeda dengan melancarkan serangan, dan respons militer diperlukan. Lebih jauh lagi, AS perlu memperpanjang gencatan senjata untuk mengulur waktu,” kata Mohammadi di X.

Pada saat yang sama, Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari mengatakan angkatan bersenjata Iran berada dalam kesiapan tempur penuh.

“Angkatan bersenjata kami telah lama berada dalam kesiapan tempur 100 persen,” kata Zolfaghari seperti dikutip kantor berita Tasnim.

“Oleh karena itu, jika terjadi agresi atau tindakan apa pun terhadap Iran, mereka akan segera memberikan pukulan telak terhadap target yang telah ditentukan dan memberi pelajaran lain yang lebih keras kepada AS dan Israel,” ujarnya.

Dia juga menyatakan harapan agar Amerika dan Iran terus mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan mampu mencapai perdamaian komprehensif selama pembicaraan putaran kedua di Islamabad untuk mengakhiri konflik.

Pada 7 April lalu, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan perundingan di Islamabad, pada 11 April, yang berakhir tanpa hasil kesepakatan. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali konflik keduanya, Amerika Serikat mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Terkait rencana negosiasi putaran kedua, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan rencana kunjungan delegasi AS ke Pakistan ditunda hingga Amerika menerima proposal dari pihak Iran.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.