Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Melalui Kegiatan Interaktif, Santri Diajarkan Kelola Sampah Mandiri

Melalui Kegiatan Interaktif, Santri Diajarkan Kelola Sampah Mandiri

melalui-kegiatan-interaktif,-santri-diajarkan-kelola-sampah-mandiri
Melalui Kegiatan Interaktif, Santri Diajarkan Kelola Sampah Mandiri
service

Tangerang Selatan, NU Online

Greenpeace Indonesia bersama platform dakwah Cariustadz.id menggelar kegiatan Eco Pesantren Kilat (Sanlat) di Pusat Studi Qur’an, Pondok Cabe, pada Selasa (24/2/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan pesantren se-Tangerang Selatan, pengurus DKM masjid, dan santri Bayt Al-Qur’an.

Peserta dibekali workshop pengelolaan sampah dan kegiatan interaktif berupa permainan kartu edukatif yang dibimbing fasilitator.

Kepala Proyek Ummah for Earth Greenpeace Riska Rahman mengatakan, dari permainan ini, para peserta diajak memahami kondisi darurat sampah di Indonesia, khususnya di Tangerang Selatan.

“Kalau kita terus menunggu langkah pemerintah, masalah sampah nggak akan selesai. Karena itu, kita berinisiatif mengajak pesantren dan masjid untuk mulai mengelola sampahnya sendiri,” ujar Riska ditemui NU Online.

Menurutnya, pesantren dan masjid menjadi target penting karena keduanya memiliki aktivitas padat dan jumlah jamaah besar yang menghasilkan volume sampah cukup tinggi.

“Kalau mereka bisa mandiri kelola sampah, itu bisa sangat mengurangi beban Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.

Dalam sesi pelatihan, peserta belajar mengolah sampah organik menjadi kompos yang bisa digunakan kembali sebagai pupuk tanaman. 

“Kita ambil hasil bumi, lalu sisa makanannya kita olah lagi jadi tanah subur. Siklusnya kembali ke bumi, itu bagian dari ibadah dan rasa syukur kita,” ujar Riska.

Selain teori, peserta juga diajak praktik langsung membuat kompos dan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai refleksi untuk menahan hawa nafsu konsumtif.

“Di bulan Ramadhan, volume sampah makanan bisa naik 10–20 persen. Karena lapar mata, kita beli semua makanan yang kita lihat. Padahal ajaran Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan,” jelas dia.

Meski banyak inovasi pengelolaan sampah yang digagas, aktivis Greenpeace menilai pemerintah masih minim kemauan politik (political will) dalam mendukung sistem pengolahan yang berkelanjutan.

“Selama ini kampanye pemerintah sebatas imbauan, belum sampai pada pembekalan teknis. Padahal masyarakat butuh pelatihan konkret, bukan cuma slogan ‘jangan buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Greenpeace juga mendorong pemerintah agar menekan produsen untuk ikut bertanggung jawab terhadap limbah kemasan. 

“Kita perlu sistem guna ulang dan refill. Sekilas kelihatannya seperti itu murah, tapi dampak lingkungannya mahal,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.