Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Irfan Amalee: Membangun Jalan Dakwah Kreatif untuk Generasi Muda melalui Peace Generation

Irfan Amalee: Membangun Jalan Dakwah Kreatif untuk Generasi Muda melalui Peace Generation

irfan-amalee:-membangun-jalan-dakwah-kreatif-untuk-generasi-muda-melalui-peace-generation
Irfan Amalee: Membangun Jalan Dakwah Kreatif untuk Generasi Muda melalui Peace Generation
service

Mubadalah.id – Irfan Amalee (Bandung, 28 Februari 1977) merupakan pendiri dan Direktur Eksekutif Peace Generation Indonesia, sebuah lembaga sosial yang berfokus pada pendidikan perdamaian. Ia dikenal sebagai penulis, trainer, dan aktivis perdamaian yang konsisten mengembangkan media pembelajaran kreatif untuk membangun koeksistensi dan harmoni sosial.

Dalam perjalanan kariernya, Irfan pernah memulai sebagai editor di Divisi Anak dan Remaja (DAR) di Penerbit Mizan, hingga kemudian dipercaya menjadi CEO Pelangi Mizan pada usia 30 tahun. Di bawah kepemimpinannya, Pelangi Mizan berkembang sebagai penerbit buku-buku anak dan keluarga Muslim yang berpengaruh di Indonesia.

Selain itu, pada November 2019, Irfan Amalee mendirikan sebuah pesantren bernama Peacesantren Welas Asih yang berlokasi di Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Pesantren ini menjadi ruang pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan praktik perdamaian dan kemanusiaan.

Kehidupan Keluarga

Irfan Amalee menjalani kehidupan keluarga bersama istrinya, Mila Aprilia Zakiah, serta dua orang anak, yaitu Kafa Billahi Kafila dan Adkhilni Mudkhala Shidqie. Mereka tinggal di Bandung dan menjadi bagian dari perjalanan hidup Irfan dalam menebarkan nilai-nilai perdamaian. Baik di ruang publik maupun dalam lingkup keluarga.

Riwayat Hidup

Irfan Amalee lahir dan tumbuh di lingkungan Cibereum, pinggiran Kota Bandung, yang memiliki latar belakang masyarakat yang beragam. Sejak kecil, ia telah terbiasa hidup berdampingan dengan berbagai kelompok etnis dan agama, seperti Tionghoa, Flores, Batak, dan Jawa. Pengalaman ini membentuk cara pandangnya yang terbuka terhadap keberagaman.

Dalam pendidikan keagamaan, Irfan dibesarkan dalam tradisi Islam yang kuat. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut pada tahun 1990 hingga 1996. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke IAIN Sunan Gunung Djati Bandung (1996–2000), meskipun pada awalnya ia memiliki minat untuk belajar di bidang desain.

Semasa kuliah, Irfan aktif dalam organisasi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi Pimpinan Pusat IRM pada periode 1998–2000.

Dalam perannya tersebut, ia menggagas gerakan Studi Refleksi Aktif Antikekerasan serta menulis suplemen untuk majalah HAI berjudul RETAS (Resistensi Tanpa Kekerasan). Gagasan ini mendapat perhatian luas di kalangan aktivis muda saat itu.

Mendirikan Peace Generation

Perjalanan keulamaan Irfan Amalee terwujud dalam bentuk gerakan pendidikan perdamaian yang inklusif dan berbasis nilai-nilai keislaman. Pada tahun 2007, ia bersama rekannya, Eric Lincoln, mendirikan Peace Generation Indonesia. Eric merupakan warga negara Amerika Serikat yang memiliki pengalaman sebagai konsultan antinarkoba di Chicago dan bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris di tempat Irfan bekerja.

Kolaborasi lintas budaya ini melahirkan pendekatan baru dalam dakwah perdamaian. Keduanya merancang sebuah modul pendidikan yang berisi 12 nilai dasar perdamaian, yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai media pembelajaran kreatif. Modul ini dirancang agar mudah digunakan oleh guru dan fasilitator dalam mengajarkan nilai-nilai perdamaian kepada generasi muda.

Bagi Irfan, dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui media yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan anak muda. Ia memadukan pendekatan edukatif, kreatif, dan partisipatif dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Melalui Peace Generation, Irfan berhasil membangun komunitas anak muda yang berperan sebagai agen perdamaian. Mereka terdorong untuk tidak hanya memahami nilai-nilai tersebut, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam relasi personal maupun dalam menyelesaikan konflik secara non-kekerasan.

Atas kiprahnya, Irfan Amalee pernah masuk dalam daftar 500 Muslim paling berpengaruh di dunia pada tahun 2010–2011 versi Royal Islamic Strategic Studies Centre, Amman, Yordania. Pengakuan ini menunjukkan kontribusinya yang signifikan dalam mempromosikan perdamaian di tingkat global.

Karya-karya

Selain aktif dalam gerakan perdamaian, Irfan Amalee juga memiliki kontribusi besar dalam dunia literasi anak dan keluarga. Melalui Pelangi Mizan, ia menginisiasi dan mengembangkan berbagai buku referensi yang populer dan edukatif.

Beberapa karya yang ia hasilkan antara lain: Ensiklopedi Bocah Muslim (15 jilid), Ensiklopedi Anak Islam Pertama Karya Anak Bangsa, Halo Balita (25 jilid). Serta I Love My Quran (30 jilid), yang merupakan tafsir Al-Qur’an bergambar untuk anak-anak.

Selain itu, melalui Peace Generation, ia menciptakan ruang bagi generasi muda untuk menjadi pembawa pesan perdamaian. Ia mendorong mereka untuk membangun perdamaian dalam diri sendiri, dalam hubungan dengan orang lain. Serta secara aktif mempraktikkan pendekatan non-kekerasan dalam menghadapi konflik. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.