Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kenali Perbedaan Otak Janin Perempuan dan Laki-laki dalam Kandungan

Kenali Perbedaan Otak Janin Perempuan dan Laki-laki dalam Kandungan

kenali-perbedaan-otak-janin-perempuan-dan-laki-laki-dalam-kandungan
Kenali Perbedaan Otak Janin Perempuan dan Laki-laki dalam Kandungan
service

Jakarta

Perkembangan otak janin dimulai sejak awal kehamilan, Bunda. Sudah banyak studi mempelajari bagaimana otak janin berkembang di sepanjang kehamilan, termasuk kaitannya dengan jenis kelamin bayi.

Studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Autism Research Centre di University of Cambridge mengungkap gambaran rinci tentang bagaimana otak manusia tumbuh dari pertengahan kehamilan hingga beberapa minggu pertama setelah kelahiran. Studi lalu mengidentifikasi bahwa perbedaan jenis kelamin dalam pertumbuhan otak sudah terlihat jelas mulai dari pertengahan kehamilan.

Studi ini menggunakan salah satu kumpulan data pencitraan otak perinatal terbesar yang pernah dikumpulkan oleh Developing Human Connectome Project. Kumpulan data tersebut terdiri dari hampir 800 pemindaian otak prenatal dan postnatal dari pertengahan kehamilan hingga satu bulan setelah kelahiran anak.

“Otak manusia mengalami perkembangan paling cepat dan kompleks sebelum dan sesaat setelah lahir. Namun hingga saat ini, sangat sedikit yang diketahui tentang bagaimana tepatnya otak tumbuh selama periode pembentukan kehidupan, dan bagaimana janin laki-laki dan perempuan mungkin berbeda dalam memprosesnya,” pemimpin studi dan mahasiswa PhD di Autism Research Centre, Yumnah Khan.

“Studi kami telah mendokumentasikan adanya perbedaan jenis kelamin prenatal dalam pertumbuhan otak manusia,” sambungnya, dilansir laman University of Cambridge.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports ini, tim peneliti mengidentifikasi bahwa rata-rata laki-laki menunjukkan peningkatan volume otak yang lebih besar di seluruh bagian otak seiring bertambahnya usia. Temuan tersebut dibandingkan dengan volume otak pada perempuan.

“Studi ini membahas pertanyaan lama tentang apakah faktor genetik berperan dalam membentuk perbedaan jenis kelamin di otak. Temuan ini menunjukkan bahwa biologi prenatal menyiapkan landasan bagi perbedaan jenis kelamin tersebut, meskipun pengalaman pascanatal memengaruhinya lebih lanjut,” ungkap peneliti senior Dr. Alex Tsompanidis.

“Langkah selanjutnya adalah menguji apakah perbedaan jenis kelamin yang diamati dalam pertumbuhan otak manusia didorong oleh hormon steroid seks prenatal, seperti testosteron dan estrogen. Janin laki-laki terpapar kadar hormon yang jauh lebih tinggi, yang kita ketahui berperan dalam membentuk perbedaan jenis kelamin pada otak dan perilaku pada hewan lain. Kita perlu menguji apakah hal yang sama berlaku pada manusia.”

Menurut Direktur di Autism Research Centre, Profesor Sir Simon Baron-Cohen, hasil studi ini dapat melihat bagaimana otak laki-laki berbeda dengan otak perempuan sejak di dalam kandungan. Perbedaan ini utamanya dapat terlihat pada hasil neurodivergen (orang yang otaknya bekerja secara berbeda karena suatu alasan), seperti autisme.

“Temuan ini dapat membantu kita memahami mengapa laki-laki dan perempuan menunjukkan perbedaan dalam kemungkinan hasil neurodivergen seperti autisme. Misalnya, perbedaan jenis kelamin awal pada otak mungkin disebabkan oleh steroid seks prenatal. Seseorang dengan autis terpapar kadar hormon steroid seks prenatal yang tinggi. Penelitian di masa depan perlu menghubungkan titik-titik dalam bidang ilmu saraf perkembangan yang menarik ini,” ungkap Baron-Cohen.

Perlu diketahui, studi yang diterbitkan di jurnal Molecular Psychiatry tahun 2014 mengungkap bahwa anak-anak yang mengembangkan autisme autisme terpapar kadar hormon steroid yang tinggi (testosteron, progesteron, dan kortisol) di dalam rahim.

Demikian hasil studi yang meneliti tentang perkembangan otak pada janin perempuan dan laki-laki. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.