Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Melihat Alasan di Balik Abstainnya Indonesia Pada Resolusi Gencatan Senjata Ukraina-Rusia di PBB

Melihat Alasan di Balik Abstainnya Indonesia Pada Resolusi Gencatan Senjata Ukraina-Rusia di PBB

melihat-alasan-di-balik-abstainnya-indonesia-pada-resolusi-gencatan-senjata-ukraina-rusia-di-pbb
Melihat Alasan di Balik Abstainnya Indonesia Pada Resolusi Gencatan Senjata Ukraina-Rusia di PBB
service

27 Februari 2026 20.30 WIB • 2 menit

Melihat Alasan di Balik Abstainnya Indonesia Pada Resolusi Gencatan Senjata Ukraina-Rusia di PBB


Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi gencatan senjata terkait perang Rusia-Ukraina pada Selasa (24/2/2026). Resolusi ini menerima 107 suara dari seluruh negara anggota. Sementara itu, ada 51 negara yang abstain dan 12 lainnya menolak.

Namun, yang menjadi sorotan, Indonesia yang selama ini getol menyerukan perdamaian dunia justru memilih untuk abstain dalam pengesahan resolusi tersebut. Hal ini tentu menuai sorotan tajam dari warganet karena dinilai tidak sesuai dengan apa yang sudah diperjuangkan Indonesia selama ini.

Sebagai informasi, jumlah negara yang abstain dalam forum pengesahan resolusi itu mencapai lebih dari 50 negara, di mana sebagian merupakan negara-negara berkembang. Negara lain yang memilih abstain adalah India, Pakistan, dan Arab Saudi.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negari RI memberikan alasan di balik abstainnya Indonesia dalam voting resolusi Majelis Umum PBB terkiat penyelesaian konflik di Ukraina tersebut. Kemlu menilai, penting untuk memberikan ruang dialog dan negosiasi yang inklusif dalam proses perumusan resolusi dan pengambilan keputusan di PBB, utamanya dalam menyelesaikan konflik antarnegara.

Indonesia dan Voting Abstainnya

Disadur dari ANTARA, Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewekang, mengatakan bahwa Indonesia menilai inklusivitas dan negosiasi yang konstruktif soal penyelesaian konflik dalam proses rancangan resolusi tersebut dianggap tidak terbuka.

“Perihal inklusivitas dan negosiasi yang konstruktif, sayangnya, menurut posisi Indonesia, belum ditunjukkan dalam proses adopsi rancangan resolusi tersebut, di mana sama sekali tidak dibuka ruang negosiasi terhadap konsep yang diajukan. Karena itu Indonesia abstain,” jelas Yvonne.

Abstainnya negara-negara berkembang disebutnya menjadi keprihatinan bersama soal kurangnya dialog yang inklusif. Di sisi lain, Amerika Serikat pun memutuskan untuk abstain dalam resolusi tersebut. Sementara itu, Rusia selaku pihak terkait menjadi satu dari 12 negara yang menolak pengesahan resolusi.

Hal senada disampaikan oleh Jubir II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela. Ia menegaskan bahwa Indonesia secara prinsip menekankan pentingnya inklusivitas dalam proses pembahasan resolusi di PBB.

Menurutnya, inklusivitas menjadi salah satu hal yang harus terus didorong dalam upaya reformasi institusional PBB yang didukung Indonesia. Nabyl menyoroti banyaknya negara yang abstain dalam pengambilan putusan itu sebagai bentuk pengingat akan pentingnya proses dialog dan negosiasi yang inklusif di PBB.

Desakan untuk Mengakhiri Perang Rusia-Ukraina

Perang Rusia-Ukraina sudah terjadi sejak lama. PBB pun mendesak terwujudnya perdamaian yang komprehensif lewat pengesahan resolusi gencatan senjata.

Resolusi ini menyoroti dampak perang terhadap dinamika kawasan dan dunia. Selain itu, terdapat keprihatinan yang muncul atas jatuhnya korban dan rusaknya obyek sipil dan infrastruktur energi kritis di Ukraina akibat serangan Rusia.

Lebih lanjut, resolusi mendorong gencatan senjata penuh antara dua negara serta menegaskan dukungan kedaulatan, kemerdekaan, serta integritas Ukraina dalam batasan yang diakui secara internasional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.