Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Harga BBM di Amerika Melonjak, Perang AS–Israel dengan Iran Jadi Ujian Politik Trump

Harga BBM di Amerika Melonjak, Perang AS–Israel dengan Iran Jadi Ujian Politik Trump

harga-bbm-di-amerika-melonjak,-perang-as–israel-dengan-iran-jadi-ujian-politik-trump
Harga BBM di Amerika Melonjak, Perang AS–Israel dengan Iran Jadi Ujian Politik Trump
service

KABARBURSA.COM — Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mulai terasa hingga ke pompa bensin di Amerika. Harga bensin dan solar di tingkat ritel melonjak tajam setelah konflik tersebut membatasi ekspor minyak dan bahan bakar, memicu kekhawatiran baru bagi konsumen yang sejak lama sudah tertekan inflasi. 

Lonjakan harga energi itu juga berpotensi menjadi ujian politik bagi Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

Dalam sepekan terakhir, harga bahan bakar melonjak lebih dari 10 persen. Kenaikan itu terjadi setelah harga minyak dunia menembus lebih dari USD90 per barel atau sekitar Rp1,52 juta per barel, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ketika ditanya mengenai kenaikan harga bensin dalam wawancara dengan Reuters pada Kamis, Trump tampak tidak terlalu khawatir. Ia menanggapi dengan singkat.

“Jika minyak naik, maka naik saja,” kata Trump.

Pernyataan tersebut kontras dengan janji Trump saat kembali menjabat. Ia sebelumnya berkomitmen untuk menurunkan harga energi dan memperluas pengeboran minyak serta gas di Amerika Serikat.

Namun sepanjang masa jabatan keduanya, kebijakan energi justru diwarnai ketidakpastian. Perubahan kebijakan tarif, ketegangan geopolitik, serta fluktuasi pasar energi global membuat harga bahan bakar sulit dikendalikan.

Amerika memang merupakan produsen minyak terbesar di dunia. Negara itu juga menjadi eksportir energi penting. Namun di saat yang sama Amerika tetap mengimpor jutaan barel minyak setiap hari karena menjadi konsumen energi terbesar di dunia.

Harga Bensin dan Solar Naik Tajam

Data dari asosiasi pengendara AAA yang dilaporkan Reuters, Sabtu, 7 Maret 2026, menunjukkan harga rata-rata bensin reguler di Amerika mencapai USD3.32 per galon atau sekitar Rp56.108 per galon pada Jumat. Angka ini naik 11 persen dibandingkan pekan sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak September 2024.

Harga solar bahkan melonjak lebih tinggi. Rata-rata nasional mencapai USD4.33 per galon atau sekitar Rp73.177 per galon, naik 15 persen dalam sepekan dan menyentuh level tertinggi sejak November 2023.

Kenaikan harga paling terasa di wilayah Midwest dan Selatan Amerika, termasuk beberapa negara bagian yang menjadi basis dukungan Trump. Di negara bagian Georgia yang dikenal sebagai wilayah penentu dalam pemilu, harga bensin ritel naik sekitar 40,1 sen per galon dalam satu minggu terakhir menurut situs pelacak harga GasBuddy.

Andrenna McDaniel, seorang pekerja asuransi kesehatan di South Fulton, Georgia, mengaku terkejut melihat harga bahan bakar melonjak begitu cepat. “Mereka naik begitu cepat,” katanya pada Jumat.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak setuju dengan perang tersebut. McDaniel yang merupakan pemilih Partai Demokrat mengatakan kini ia hanya menggunakan mobil untuk kebutuhan yang benar-benar penting. Ia merasa beruntung karena bekerja dari rumah sehingga tidak perlu sering berkendara seperti orang lain.

Georgia sendiri memberikan kemenangan bagi Donald Trump dalam pemilu 2024.

Pendukung Trump Tetap Membela

Di sisi lain, sebagian pemilih Trump tetap mendukung kebijakan presiden meskipun harga bahan bakar naik. Richard Soule, 69 tahun, seorang veteran Angkatan Udara Amerika dan mantan petugas pemadam kebakaran, mengatakan kenaikan harga bensin adalah harga yang pantas untuk menjaga keamanan negara.

“Saat Presiden Trump pergi ke sana dan menghancurkan fasilitas nuklir mereka, dan mereka hanya mencemoohnya, saya percaya dia melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat,” kata Soule ketika mengisi bahan bakar truk Ford F-150 miliknya di Marietta, Georgia.

Negara bagian lain juga mengalami lonjakan harga yang tajam. Indiana mencatat kenaikan sekitar 44,3 sen per galon sementara West Virginia naik sekitar 43,9 sen per galon.

Analis memperkirakan tekanan terhadap harga bahan bakar masih akan berlanjut. Harga minyak berjangka Amerika pada Jumat ditutup di USD90.90 per barel atau sekitar Rp1,53 juta per barel. Kenaikan ini hampir mencapai USD10 dalam sehari dan menjadi lonjakan terbesar sejak April 2020.

Analis GasBuddy Patrick De Haan memperingatkan harga bensin bisa naik lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang. “Mengingat kondisi pasar saat ini, harga rata-rata nasional bensin bisa naik menuju USD3.50 hingga USD3.70 per galon dalam beberapa hari ke depan jika harga minyak terus naik dan gangguan pasokan berlanjut,” katanya.

Gangguan di Timur Tengah serta ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan energi utama ikut meningkatkan permintaan minyak Amerika di pasar internasional. Kondisi ini secara tidak langsung turut mendorong kenaikan harga bagi kilang domestik.

Denton Cinquegrana, analis minyak dari OPIS, menjelaskan meski Amerika tidak lagi terlalu bergantung pada minyak Timur Tengah, banyak kilang di Asia dan sebagian Eropa masih bergantung pada pasokan dari kawasan tersebut. “Itulah yang terjadi di pasar spot karena permintaan ekspor Amerika meningkat dan akibatnya harga juga naik,” ujarnya.

Kenaikan Harga Solar Picu Efek Domino

Harga solar bahkan melonjak lebih tajam setelah Iran mulai membalas serangan Amerika dan Israel, yang mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Persediaan diesel global sendiri sudah dalam kondisi ketat karena tingginya permintaan untuk pemanas dan pembangkit listrik selama musim dingin panjang di Amerika dan beberapa wilayah lain. Kapasitas penyulingan yang terbatas juga memperburuk kondisi tersebut.

Kenaikan harga solar berpotensi memicu efek domino ke berbagai sektor ekonomi. Bahan bakar ini menjadi tulang punggung transportasi barang, industri manufaktur, pertanian hingga pengiriman global. Ketika harga diesel naik, biaya produksi dan distribusi ikut meningkat. Harga berbagai barang mulai dari makanan hingga furnitur dapat terdorong naik.

Cinquegrana mengatakan kondisi ini berlawanan dengan isu yang belakangan sering dibicarakan masyarakat. “Di dunia di mana kata kunci yang sering terdengar adalah keterjangkauan, hal ini jelas tidak akan membantu,” katanya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.