Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. PCNU Cianjur: Kasus Dua Labu Jadi Alarm Kemiskinan Ekstrem

PCNU Cianjur: Kasus Dua Labu Jadi Alarm Kemiskinan Ekstrem

pcnu-cianjur:-kasus-dua-labu-jadi-alarm-kemiskinan-ekstrem
PCNU Cianjur: Kasus Dua Labu Jadi Alarm Kemiskinan Ekstrem
service

Cianjur, NU Online Jabar
Rasa prihatin dan miris mendalam menyelimuti Kabupaten Cianjur menyusul tragedi yang menimpa seorang warga miskin berinisial M (56). Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dianiaya karena mengambil dua buah labu dari kebun milik warga berinisial UA di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Menanggapi kejadian memilukan tersebut, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, Jamiludin, memberikan pernyataan resmi di Kantor PCNU Cianjur. Ia menegaskan bahwa kekerasan fisik tidak bisa dibenarkan dalam penyelesaian masalah sosial.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Walaupun mengambil milik orang lain itu tidak diperbolehkan secara hukum. Namun tidak semestinya korban dianiaya hingga meninggal dunia. Ada yang salah dalam perilaku sosial masyarakat kita hari ini, di mana segala sesuatu cenderung diselesaikan dengan kekerasan dan intimidasi,” ungkap Jamiludin, Jumat (6/3/2026).

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pembinaan secara holistik dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar tindakan main hakim sendiri tidak kembali terulang di masa depan.

Lebih lanjut, Jamiludin menyoroti akar permasalahan yang menurutnya berkaitan erat dengan kemiskinan ekstrem. Ia memaparkan bahwa Cianjur masih bergelut dengan status kabupaten termiskin di Jawa Barat dalam waktu yang cukup lama. 

“Banyak warga di pelosok yang hidup dalam kondisi serba kekurangan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan naiknya harga pangan,” ungkapnya.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.