Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Cendekiawan Malaysia​​​​​​​ Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun

Cendekiawan Malaysia​​​​​​​ Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun

cendekiawan-malaysia​​​​​​​ syed-naquib-alatas-meninggal-dunia-dalam-usia-94-tahun
Cendekiawan Malaysia​​​​​​​ Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
service

Jakarta, NU Online

Cendekiawan Malaysia Syed Muhammad Naquib Al-Attas meninggal dunia dalam usia 94 tahun pada Ahad (8/3/2026). Kabar itu banyak dibagikan di media sosial, di antaranya oleh Ismail Fajri Alatas, pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU.

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Profesor Kerajaan. Tan Sri Syed Muhammad Naquib al-Attas 1931-2026,” tulis Ismail Fajri Alatas di akun Facebook pribadinya sembari membagikan sejumlah foto momen kebersamaannya dengan Almarhum.

Wakil Rektor American Islamic College Ibrahim Ozdemir juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Syed Naquib. Ia mengaku pernah bertemu dengannya di Istanbul pada tahun 1989 dan pernah sowan di kediamannya beberapa waktu berikutnya.

Innā lillāhi wa innā ilayhi rājiʿūn. Saya berduka mendalam atas wafatnya Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, salah satu intelektual Muslim paling cemerlang di masa kita,” kata dia di laman Facebooknya.

Dikutip dari Menafsir Indonesia yang disusun Shubhi Abdillah, Naquib lahir dari pasangan Alī bin Abdullāh dan Syarifah Raquan di Bogor, Jawa Barat pada 5 September 1931. Kedua orang tuanya merupakan keturunan dari tokoh di Tatar Pasundan. Sementara nenek dari ibunya berasal dari Malaysia.

Sebelum meraih doktoral di SOAS London, Almarhum pernah menempuh pendidikan di Sukabumi, tepatnya di Madrasah al-Urwatul Wuthqa (1941-1945). Sarjananya diraih di Universitas Malaya Singapura (1957-1959), sedangkan magisternya diperoleh dari Universitas Mc Gill Montreal, Kanada (1960-1962). 

Riset tugas akhir pendidikan tingginya membahas tasawuf Melayu dan Aceh, mulai dari Rubaiyat, Ar-Raniry dan Wujudiyah, hingga Mistisisme Hamzah Fansuri.

Selain karya di atas, ia juga menulis sejumlah buku penting, antara lain The Positive Aspects of Taṣawwuf Preliminary Thought on an Islamic Philosophy of Science yang diterbitkan University of Malaya Press pada 1970; The Correct Date of the TerengganuInscription yang terbit di Muzium Negara Malaysia pada tahun 1970; dan Concluding Postscript to The  Origin of The Malay Sha’ir yang diterbitkan Dewan Bahasa dan Pustaka pada tahun 1971.

Sebelumnya, ia juga menerbitkan tulisan lain, yakni The Origin of the Malay Sha’ir yang diterbitkan Dewan Behasa dan Pustaka,  Kementerian Pelajaran Malaysia pada tahun 1968 dan Preliminary Statement on a General  Theory of the Islamization of the Malay-Indonesian Archipelago yang diterbitkan Dewan Behasa dan Pustaka pada tahun 1969.

Almarhum pernah mendapatkan penghargaan Profesor Diraja dari KDYMM Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim pada Oktober 2024 lalu. Penganugerahan ini disaksikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

“Beliau memberikan saya bimbingan dan pendedahan dalam pelbagai aspek keilmuan terutamanya sebagai mahasiswa di Universiti Malaya dan semasa saya berkhidmat sebagai tutor di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Bahkan dalam bidang falsafah, pengaruh beliau terhadap generasi kami begitu mendalam,” tulis Anwar melalui Facebooknya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.