Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Pemerintah tak gegabah ubah kebijakan fiskal terkait minyak global

Pemerintah tak gegabah ubah kebijakan fiskal terkait minyak global

pemerintah-tak-gegabah-ubah-kebijakan-fiskal-terkait-minyak-global
Pemerintah tak gegabah ubah kebijakan fiskal terkait minyak global
service

Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh, rata-rata setahun 70 dolar AS per barel, asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saja,

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah mencermati kenaikan harga minyak global dengan pendekatan yang hati-hati agar tidak terburu-buru mengubah kebijakan fiskal.

Hal itu disampaikan Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, menyikapi harga minyak dunia yang mengalami fluktuasi tajam dalam tiga hari terakhir (8–10 Maret 2026) serta dampaknya terhadap kenaikan harga BBM menjelang Idul Fitri di Indonesia.

“Jadi kita lihat, pastikan betul nggak naik, betul nggak turun. Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik. Ya sudah, kita bisa antisipasi naik terus. Ini kan nggak, naik, tiba-tiba turun lagi,” katanya.

Purbaya mengatakan, pemerintah akan terlebih dahulu memastikan arah pergerakan harga sebelum mengambil langkah penyesuaian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Soal pelemahan IHSG dan rupiah, Purbaya: Ekonomi RI masih ekspansif

Purbaya menjelaskan, lonjakan harga minyak yang terjadi saat ini masih relatif baru sehingga belum cukup menjadi dasar untuk mengubah asumsi anggaran, termasuk terkait subsidi energi.

“Nanti, kalau harga minyak turun, kita ubah lagi. Repot kan. Jadi, menetapkan respons APBN itu lebih hati-hati dibanding dengan merespons gerakan saham,” katanya.

Menurut Purbaya, subsidi BBM dari APBN yang berlaku saat ini ditentukan dalam setahun anggaran senilai 70 dolar AS per barel.

“Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh, rata-rata setahun 70 dolar AS per barel, asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saja,” katanya.

Baca juga: Purbaya: Penyesuaian anggaran MBG hanya untuk belanja non-produktif

Dikatakan Purbaya, pemerintah tidak akan langsung merespons setiap pergerakan harga minyak yang naik turun dalam waktu singkat.

Menurutnya, perubahan kebijakan fiskal membutuhkan pertimbangan yang lebih matang dibanding respons pasar keuangan yang bersifat harian.

“Jadi, kita pastikan dulu seperti apa arah gerakannya. Setelah benar-benar jelas, baru kita ajak semua pihak untuk mengambil langkah,” katanya.

Meski demikian, Purbaya memastikan kondisi fiskal pemerintah masih kuat untuk menghadapi tekanan eksternal, termasuk kemungkinan kenaikan harga energi global.

Baca juga: Kelompok G7 bahas pelepasan cadangan minyak untuk jaga pasokan global

Pemerintah juga terus memantau perkembangan pasar energi dunia sambil menyiapkan langkah antisipasi jika tren kenaikan harga berlangsung lebih lama.

Purbaya memberi waktu satu bulan untuk mengevaluasi potensi penyesuaian APBN.

Ia menegaskan, kehati-hatian dalam merespons dinamika harga minyak global merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal dan memastikan kebijakan anggaran tetap kredibel di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.

Baca juga: Serangan AS-Israel ke Iran dorong harga minyak dunia, gejolak pasar

Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.