Ringkasan:
-
Pentingnya hubungan yang berkualitas dibandingkan kuantitas disorot dalam Studi Perkembangan Orang Dewasa di Harvard.
-
Pria dengan hubungan yang lebih sedikit namun lebih dalam mengalami lebih sedikit stres dan menghemat energi mental untuk hubungan yang bermakna.
-
Berinvestasi dalam hubungan yang kuat tidak hanya menghasilkan umur yang lebih panjang tetapi juga meningkatkan keterampilan resolusi konflik dan kecerdasan emosional.
Konsorsium sosial telah berpuluh-puluh tahun mengkomunikasikan kepada laki-laki bahwa jadwal pertemuan sosial yang padat dan catatan kencan yang luas merupakan indikator keberhasilan. Psikologi secara bertahap mengembangkan kasus sebaliknya. Pria, yang memelihara beberapa hubungan dekat dan berharga, bukanlah pecundang; dia hanya bekerja berdasarkan kecerdasan emosional yang nyata. Inilah yang disampaikan ilmu pengetahuan kepada kita tentang alasan mengapa keputusan diam-diam adalah salah satu keputusan paling ampuh yang dapat diambil seseorang.
Bukti Harvard

Studi Harvard tentang Perkembangan Orang Dewasa menetapkan bahwa hubungan intim, bukan ketenaran finansial atau kecerdasan, membuat orang benar-benar bahagia sepanjang hidup mereka. Kuantitas hubungan tidak pernah menjadi masalah. Selalu, ini tentang memiliki yang baik.
Lebih Sedikit Stres

Mempertahankan hubungan yang dangkal melibatkan dosis kognisi yang dapat diukur. Pria yang memiliki lebih sedikit hubungan dengan orang-orang yang lebih dekat akan mengurangi banyak sakit kepala psikologis yang mereka alami setiap hari. Mereka tidak antisosial – mereka menyimpan energi mental mereka dalam tujuan yang diam-diam dan disengaja.
Kehadiran Nyata

Ketika seorang pria berinvestasi pada hubungan yang baik, dia akan menciptakan sesuatu yang sulit ditemukan, seperti kehadiran. Dia mendengarkan karena dia memperhatikan setiap detail kecil dan mengajukan pertanyaan yang sesuai karena dia peduli dengan orang-orang di hadapannya.
Hidup Lebih Lama

Orang-orang yang memiliki persahabatan yang kuat dan penuh makna memiliki kemungkinan 50 persen lebih besar untuk hidup lebih lama dibandingkan orang-orang yang memiliki hubungan yang lemah. Bersikap cerdas dalam hubungan yang berkualitas tidak hanya cerdas secara emosional, namun juga merupakan pilihan kesehatan yang kuat.
Batasan yang Lebih Baik

Pria yang menjadikan kualitas sebagai kriterianya dan bukan kuantitas juga mengetahui batasannya. Mereka tahu kapan harus sesekali menginvestasikan banyak dan kapan harus menarik. Psikologi mengartikan investasi yang bias sebagai tanda kecerdasan emosional yang kuat.
Keterampilan Konflik

Hubungan yang luas melibatkan negosiasi konflik yang sebenarnya. Pria yang mengabdi pada hubungan yang tidak terlalu penting akan memperoleh keterampilan konflik tingkat lanjut – bagaimana menjadi bijaksana dalam berkomunikasi dan memperbaiki hubungan yang rusak ketika hal itu terjadi, alih-alih mengambil jalan keluar ketika hal itu menyakitkan.
Tidak Ada Kinerja

Laki-laki yang memiliki kelompok kecil dan disengaja akan kehilangan topeng sosialnya. Ruang-ruang di belakang panggung ini, seperti dijelaskan oleh sosiolog Arlie Hochschild, adalah tempat di mana kedirian yang sejati dipraktikkan, bukan penampilan identitas sosial sehari-hari yang secara tidak sadar dilakukan oleh sebagian besar orang.
Ilmu Kencan

Pria yang berkencan dengan lebih sedikit orang dan melaporkan memiliki hubungan yang lebih kuat lebih cenderung melaporkan kepuasan hubungan jangka panjang. Ternyata itu adalah indikator paling pasti dari kebahagiaan romantis yang bertahan lama.
Kekuatan Nyata

Ketika memutuskan kualitas, bukan kuantitas, seseorang harus memiliki kekuatan untuk melepaskan hubungan yang merupakan suatu kewajiban dan bukan aset. Isolasi ini tidak disebut dengan nama psikologi. Hal ini mengacu pada kebijaksanaan relasional – melakukan investasi terbaik dengan hal yang paling berharga.





Comments are closed.