Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – Direktur Utama PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), Hady Kuswanto terpantau menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan.
Merujuk data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Hady tercatat meningkatkan jumlah sahamnya dari 46.326.100 atau setara 2,32 persen menjadi 46.558.400 saham atau 2,33 persen.
Kenaikan kepemilikan tersebut berasal dari serangkaian transaksi pembelian tidak langsung yang dilakukan pada periode 16 dan 25 Maret 2026. Secara rinci, transaksi dilakukan dalam beberapa tahap dengan total akumulasi pembelian mencapai 232.300 saham.
Pada 16 Maret 2026, Hady yang juga merupakan pengendali di Trimegah Karya Pratama melakukan pembelian sebanyak 50 ribu saham dh harga Rp110, serta 33.800 saham dengan harga Rp111.
Di hari berbeda atau 25 Maret 2026, pembelian Hady berlanjut dengan rincian 50 ribu saham di harga Rp107, 41.700 saham di harga Rp106, dan 56.800 saham dengan harga Rp105.
Seluruh transaksi tersebut dikategorikan sebagai pembelian untuk tujuan investasi. Selain itu dalam laporan tersebut juga ditegaskan jika Hady Kuswanto merupakan pengendali dan menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas perusahaan.
Langkah direksi meningkatkan kepemilikan saham bisa menandakan sinyal kepercayaan internal terhadap fundamental dan kinerja perseroan ke depan. Aksi insider buying kerap dipandang sebagai indikator positif, karena sikap keyakinan manajemen terhadap valuasi saham yang dinilai masih menarik.
Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, langkah Hady sebagai Direktur Utama UVCR ini dapat menjadi salah satu faktor penopang kepercayaan investor,
Merujuk data perdagangan Stockbit, pergerakan saham UVCR menunjukkan tekanan kuat dalam jangka pendek, meski masih menyimpan kinerja positif dalam rentang lebih panjang.
Berdasarkan data performa harga, saham UVCR tercatat melemah 7,27 persen dalam sepekan terakhir. Tekanan semakin dalam dalam periode satu bulan dan tiga bulan, masing-masing terkoreksi 35,85 persen dan 31,54 persen.
Bahkan secara year-to-date (YTD), saham ini masih mencatat penurunan 31,54 persen. Namun, jika ditarik ke periode yang lebih panjang, saham UVCR masih menunjukkan daya tahan.
Dalam enam bulan terakhir, saham emiten teknologi ini justru menguat 37,84 persen, sementara secara tahunan terakhir juga melonjak 39,73 persen.
Adapun pad perdagangan terkahir atau Jumat, 27 Maret 2026, saham UVCR ditutup melemah sebesar 3,77 persen atau turun 4 poin ke level 102. (*)





Comments are closed.