Ditulis oleh Yunila Wati •
KABARBURSA.COM –PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memfokuskan kinerja pada penguatan basis sumber daya tambang. Untuk itu, hingga Maret 2026, PSAB telah mengalokasikan dana sebesar USD1,03 juta atau sekitar Rp16,57 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kinerja entitas anak, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM).
Fokus kegiatan ditempatkan di Blok Bakan, dengan sejumlah area prospektif seperti Upper Tobayagan, Main Ridge, North Villa, Durian, hingga Jalina Tapagale. Sebaran titik eksplorasi ini menunjukkan bahwa aktivitas tidak terpusat pada satu zona, melainkan tersebar untuk menguji potensi mineralisasi di berbagai area yang telah teridentifikasi sebelumnya.
Dari sisi metode, kegiatan eksplorasi tidak hanya mengandalkan pengeboran, tetapi juga dikombinasikan dengan pendekatan teknis lain. Pemetaan geologi permukaan dilakukan secara detail, dilengkapi dengan analisis geokimia terhadap sampel batuan.
Selain itu, survei geofisika menggunakan metode geolistrik IPDD dipole-dipole diterapkan untuk membaca kondisi bawah permukaan melalui parameter resistivitas dan chargeability.
Pendekatan ini diperkuat dengan penggunaan analisis spektral seperti SWIR dan XRF yang memberikan data tambahan terhadap karakteristik batuan. Kombinasi metode tersebut mencerminkan upaya meningkatkan akurasi dalam penentuan target pengeboran sekaligus memperluas identifikasi zona mineralisasi baru.
Realisasi Kinerja Tambang
Hingga akhir kuartal I-2026, JRBM telah menyelesaikan 41 lubang pengeboran dengan total kedalaman mencapai 6.422,70 meter, sementara empat lubang lainnya masih dalam proses. Jumlah ini menunjukkan intensitas kegiatan yang cukup tinggi dalam periode tiga bulan pertama, dengan fokus pada pengeboran sela untuk memperjelas kontinuitas mineralisasi di area yang telah dipetakan.
Memasuki kuartal kedua, aktivitas eksplorasi direncanakan berlanjut di area Main Ridge dan sekitarnya. Pengumpulan data tambahan melalui analisis SWIR, XRF, serta magnetik suseptibilitas akan tetap dijalankan untuk mendukung interpretasi geologi yang lebih dalam.
Selain itu, studi lanjutan juga akan difokuskan pada identifikasi kesinambungan tubuh mineralisasi di bawah permukaan, khususnya di zona Main Ridge Pit.
Di sisi lain, PSAB juga menyiapkan penguatan infrastruktur pendukung eksplorasi. Peningkatan kapasitas coreshed direncanakan untuk menampung hasil pengeboran yang terus bertambah, sementara program skeletonize menjadi bagian dari tahapan lanjutan dalam pengolahan data eksplorasi.
Jika ditarik dalam satu rangkaian, alokasi dana eksplorasi ini mencerminkan langkah internal untuk memperkuat basis sumber daya tambang melalui anak usaha. Aktivitas yang berjalan tidak hanya berfokus pada eksplorasi awal, tetapi juga pada peningkatan kualitas data geologi dan kesinambungan mineralisasi.
Dalam struktur ini, belanja eksplorasi menjadi bagian dari proses operasional yang berlanjut, seiring dengan pengembangan area tambang yang telah ada.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.