Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Pasar Abaikan Dampak Penutupan Pemerintah AS, Rupiah Menguat

Pasar Abaikan Dampak Penutupan Pemerintah AS, Rupiah Menguat

pasar-abaikan-dampak-penutupan-pemerintah-as,-rupiah-menguat
Pasar Abaikan Dampak Penutupan Pemerintah AS, Rupiah Menguat
service

KABARBURSA.COM – Mata uang rupiah ditutup menguat 43 poin ke level Rp16.555 atas dolar AS pada perdanggangan Jumat, 3 Oktober 2025. Penguatan ini terjadi akibat beberapa sentimen, salah satunya dari penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS)

Analis mata uang, Ibrahim Assuabi mengatakan pasar sebagian besar mengabaikan kekhawatiran atas dampak langsung dari penutupan pemerintah AS, mengingat penutupan di masa lalu hanya berdampak terbatas pada pasar keuangan.

“Pasar lebih fokus pada data ketenagakerjaan swasta minggu ini, terutama karena data penggajian non-pertanian pemerintah untuk bulan September tampaknya tertunda akibat penutupan pemerintah,” ujar dia dalam keterangannya.

Selain itu, kata Ibrahim, sejumlah data ketenagakerjaan swasta yang lemah minggu ini membuat investor sebagian besar fokus pada pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada bulan Oktober, setelah pemangkasan sebesar 25 basis poin pada bulan September.

“Pasar memperkirakan peluang sebesar 99,3 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin lagi dalam pertemuan akhir Oktober, menurut CME Fedwatch,” ungkapnya.

Ibrahim menyebut, ekspektasi pemangkasan suku bunga di bulan Oktober meningkat karena data PHK Challenger menunjukkan bahwa bisnis-bisnis AS terus memangkas peran pada bulan September, meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Ibrahim bilang, data penggajian ADP menunjukkan penurunan tajam pada bulan September. Kedua data tersebut menjadi jauh lebih fokus daripada biasanya karena penundaan data penggajian non-pertanian resmi, yang dijadwalkan pada hari Jumat.  

“The Fed telah mengutip meningkatnya risiko pasar tenaga kerja sebagai motivator utama pemangkasan suku bunga di bulan September. Tetapi beberapa pejabat mengemukakan beberapa keraguan mengenai apakah bank sentral perlu memangkas suku bunga lebih lanjut, terutama di tengah inflasi AS yang tinggi,” pungkasnya.
 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.