Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Goldman Sachs Proyeksikan Tembaga Stabil di 2026 Meski Terdampak Hormuz

Goldman Sachs Proyeksikan Tembaga Stabil di 2026 Meski Terdampak Hormuz

goldman-sachs-proyeksikan-tembaga-stabil-di-2026-meski-terdampak-hormuz
Goldman Sachs Proyeksikan Tembaga Stabil di 2026 Meski Terdampak Hormuz
service

KABARBURSA.COM — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus merembet ke pasar komoditas. Goldman Sachs memperingatkan potensi gangguan pasokan tembaga global jika jalur distribusi di Selat Hormuz terus terganggu.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 23 April 2026, bank investasi tersebut masih mempertahankan proyeksi harga tembaga tahun ini di kisaran USD12.650 per metrik ton (Rp213,79 juta per ton). Di sisi lain, pasar diperkirakan akan mengalami surplus sekitar 490.000 ton pada 2026.

Namun, di balik proyeksi tersebut, ada risiko yang mulai muncul dari sisi pasokan. Gangguan distribusi global berpotensi memicu kelangkaan asam sulfat, bahan penting dalam proses produksi tembaga.

Asam sulfat dan sulfur menjadi komponen utama dalam proses ekstraksi dan pemurnian tembaga yang menyumbang sekitar 17 persen dari total pasokan global. Jika distribusinya terganggu, produksi bisa ikut tertekan.

Goldman Sachs menilai risiko ini semakin besar setelah China memutuskan menghentikan ekspor asam sulfat mulai 1 Mei. Kebijakan tersebut, jika berlanjut, berpotensi memperketat pasar bahan baku tembaga secara global.

Gangguan ini paling terasa di negara produsen utama seperti Republik Demokratik Kongo dan Chile. Kedua negara tersebut sangat bergantung pada pasokan sulfur untuk menjaga produksi tetap stabil.

Di tengah kondisi ini, stok bahan baku di beberapa wilayah masih terbatas. Perusahaan di Kongo, misalnya, diperkirakan hanya memiliki cadangan untuk dua hingga tiga bulan.

Jika gangguan rantai pasok berlanjut hingga pertengahan tahun, produksi tembaga di negara tersebut berpotensi berkurang hingga sekitar 125.000 ton pada 2026.

Namun, Goldman Sachs juga melihat kemungkinan penurunan permintaan global yang bisa menyeimbangkan dampak tersebut. Dalam skenario terburuk, pelemahan ekonomi global diperkirakan menekan permintaan tembaga hingga sekitar 140.000 ton.

Di sisi lain, Chile juga menghadapi tekanan serupa. Kebijakan larangan ekspor asam sulfat dari China berpotensi mengganggu produksi sekitar 200.000 ton tembaga, setara dengan sekitar 1 persen pasokan global.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pasar tembaga tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan dan harga, tetapi juga sangat sensitif terhadap gangguan rantai pasok bahan baku yang bergantung pada stabilitas geopolitik.

Dengan kondisi tersebut, proyeksi surplus tembaga global bisa berubah sewaktu-waktu jika gangguan distribusi terus berlanjut.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.