Jakarta –
Berbicara dengan anak memang terlihat mudah ya, tapi kenyataannya tidak selalu seperti itu. Kadang, Si Kecil punya begitu banyak cerita, sampai kita sendiri harus berpikir keras menanggapinya.
Mereka juga melihat kehidupan dengan cara yang berbeda, selalu ada rasa ingin tahu yang tak ada habisnya. Dari pertanyaan ringan sampai obrolan yang panjang, semuanya bisa terjadi dalam satu waktu.
Namun di beberapa momen, mencari kata yang tepat untuk menjawab anak bisa terasa cukup menantang. Apalagi, saat emosi Bunda ikut campur hingga situasi menjadi serba terburu-buru.
Karena itu, Bunda perlu menyimak beberapa kalimat sederhana yang bisa membuat anak lebih mudah diajak bicara dan mau mendengarkan.
Yuk, kita simak beberapa kalimat sederhana yang bisa membuat anak lebih mudah diajak bicara dan mau mendengarkan, seperti yang dilansir dari laman Motherly.
1. “Bunda percaya padamu”
Saat anak merasa dipercaya, biasanya mereka jadi lebih terbuka untuk bercerita. Kalimat sederhana ini bisa membantu Si Kecil merasa aman dan tidak takut disalahkan.
Misalnya saat anak bilang tidak sengaja menumpahkan sesuatu, Bunda bisa menanggapinya dengan tenang. Katakan saja bahwa Bunda percaya dan ajak mereka membersihkan bersama.
Parenting coach asal Amerika Serikat, Reem Rouda, mengatakan bahwa mengajak anak memecahkan masalah bisa meningkatkan kerja sama antara Bunda dan Si Kecil.
Alih-alih memerintah, “Bersihkan mainanmu,” cobalah katakan, “Bunda lihat kamu tidak mau membersihkan semuanya sekarang. Mari kita cari solusinya bersama. Apa langkah pertama?”.
2. “Bunda mendengarkan. Ceritakan apa yang sedang terjadi”
Anak-anak biasanya butuh didengarkan sebelum mau diajak bekerja sama, Bunda. Saat anak merasa diperhatikan, mereka pun akan lebih terbuka untuk bercerita.
Misalnya, saat anak mengatakan tidak mau bermain dengan saudaranya lagi, Bunda bisa menanggapinya dengan bijak. Katakan saja bahwa Bunda mendengarkan dan minta mereka menceritakan apa yang sedang terjadi.
3. “Bunda akan selalu bersamamu, apa pun yang terjadi”
Selanjutnya, anak-anak perlu merasa bahwa kasih sayang Bunda tidak berubah dalam kondisi apa pun. Saat anak merasa aman, mereka pun akan lebih mudah terbuka dan tidak takut saat melakukan kesalahan.
Ketika anak tidak sengaja merusak sesuatu, Bunda bisa menenangkannya dengan lembut. Sampaikan bahwa Bunda akan tetap ada di sisinya dan akan membantu memperbaikinya bersama-sama.
4. “Pada saat yang sama…”
Dalam percakapan dengan anak, kata ‘tetapi’ kerap membuat suasana jadi terasa lebih tegang. Anak bisa menganggapnya sebagai penolakan dari apa yang sudah Bunda sampaikan sebelumnya.
Sebagai gantinya, Bunda bisa menggunakan kalimat “Pada saat yang sama”. Misalnya, dengan mengatakan, “Bunda mencintaimu. Tapi di saat yang sama, Bunda tidak bisa membiarkanmu menyakiti orang lain. Bunda turut sedih kalau kamu sedih, tapi melarikan diri juga tidak baik”.
5. “Bunda mengerti…”
Saat menghadapi masalah dengan anak, sebaiknya jangan langsung menyalahkan atau berasumsi yang tidak baik. Bunda bisa menggambarkan apa yang terlihat tanpa memberikan penilaian.
Setelah itu, Bunda bisa mengajak anak mencari tahu penyelesaiannya. Jadi bukan hanya dilihat dari kesalahannya saja, tapi juga tentang belajar memahami situasi.
Lewat pendekatan seperti ini, anak akan lebih mudah diajak bicara dan bekerja sama.
6. “Ceritakan padaku tentang…”
Ketika kita berbicara dengan anak, alangkah baiknya Bunda tidak langsung berasumsi terhadap apa yang terjadi. Bunda bisa menggunakan kalimat sederhana seperti “Ceritakan padaku tentang itu” untuk menggali cerita dari Si Kecil.
Daripada langsung menebak atau memberi penilaian, lebih baik memberikan ruang anak untuk menjelaskan. Karena sering kali, apa yang terlihat belum tentu sesuai dengan kenyataan.
Misalnya, dengan Bunda mengatakan “Ceritakan tentang apa yang terjadi” lebih efektif daripada langsung mengatakan, “Aku tidak percaya kamu memukulnya!”.
Sebagai orang tua, tak jarang kita ingin langsung membantu menyelesaikan masalah anak. Namun, memberinya kesempatan untuk berpikir sendiri juga bagus untuk melatih kemandiriannya.
Bunda bisa mulai dengan bertanya apa yang menurut anak bisa dilakukan dalam situasi tertentu. Misalnya, “Menurutmu apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu adikmu merasa lebih baik?” atau “Menurutmu apa yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan tumpahan ini?”. Dengan pertanyaan ini, anak akan belajar bertanggung jawab atas pilihannya.
8. “Bagaimana Bunda bisa membantu?”
Ada kalanya anak memang membutuhkan bantuan Bunda dalam menghadapi sesuatu. Tapi, sebaiknya juga tidak langsung mengambil alih semua tanggung jawabnya.
Bunda dapat menawarkan bantuan dengan tidak memaksa anak. Contohnya, “Bagaimana Bunda bisa membantumu dengan pecahan kaca ini?” atau “Bagaimana Bunda bisa membantumu membersihkan kamar?”
9. “Bantu Bunda memahami”
Ketika terjadi masalah, Bunda bisa mengajak anak untuk menjelaskan dengan cara yang lebih lembut. Bunda dapat menunjukkan bahwa masih ada lho hal yang belum dipahami dari situasi tersebut.
Jadi, anak pun akan terdorong untuk bercerita kepada Bunda. Misalnya dengan mengatakan, “Bantu Bunda memahami bagaimana ini bisa sampai di sini,” atau “Bantu Bunda memahami apa yang terjadi,”.
10. “Bunda/Ayah minta maaf ya…”
Dalam hubungan dengan anak, tidak selalu Si Kecil yang menjadi pihak yang salah. Kadang, justru Bunda juga bisa melakukan kesalahan dalam situasi tertentu.
Di momen seperti ini, meminta maaf bukan membuat Bunda terlihat lemah, tapi justru menjadi contoh yang baik. Anak akan belajar bahwa setiap orang bisa berbuat salah dan itu hal yang wajar.
Saat Bunda berani mengakui kesalahan, anak juga belajar cara meminta maaf dengan tulus. Dari sini, mereka pun mulai mengerti bahwa memperbaiki hubungan itu penting, lho.
11. “Terima kasih”
Dalam keseharian bersama anak, bukan hanya hal sulit yang perlu diperhatikan, tapi juga hal-hal kecil yang sudah mereka lakukan dengan baik. Apresiasi seperti ini ternyata bisa membuat anak merasa dihargai.
Saat Bunda mengucapkan terima kasih, anak mulai mengerti bahwa usahanya itu berarti. Ini bisa membuat mereka lebih semangat untuk melakukan hal baik lagi ke depannya.
Misalnya, Bunda bisa mengatakan “Terima kasih sudah merapikan bukumu” atau “Terima kasih sudah menjadi pendengar yang baik”.
12. “Bunda sayang kamu”
Di antara banyak hal yang ingin Bunda sampaikan kepada anak, tiga kata ini sebenarnya yang paling penting. Sederhana, tapi punya makna untuk Si Kecil.
Anak perlu tahu bahwa dalam kondisi apa pun, Bunda tetap menyayanginya. Baik saat senang maupun ketika menghadapi kesulitan bersama, rasa sayang itu tetap perlu disampaikan, ya,
Itulah kalimat sederhana yang bikin anak lebih mudah diajak bicara dan mau mendengarkan. Mana yang paling sering Bunda katakan?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)





Comments are closed.