Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Traveling
  3. Trip 4-Stans (Kazakhstan part 2)

Trip 4-Stans (Kazakhstan part 2)

trip-4-stans-(kazakhstan-part-2)
Trip 4-Stans (Kazakhstan part 2)
service

Main Ski di Shymbulak

Kalo pengen merasakan main ski dengan biaya super terjangkau, m.aka Shymbulak ski resort tempatnya. Saya udah niat harus nyoba ski dan ice skating dalam trip ini. First timer.

Dari Almaty, kami memilih naik bus no 12. Haltenya tidak jauh dari apartment. Bayar hanya 150 tenge atau sekitar 0.5USD. Bisa bayar pakai cash di driver. Perjalanan sekitar 30menit. Kalo mau main ski dengan naik cable car, turunnya 1 halte sebelum halte paling akhir. Kalo mau main ice skating atau ke tempat ski dengan naik tangga (842 anak tangga), turun di halte terakhir.

Kami sempat bingung memilih pass yang tepat buat kami. Di papan harga, banyak sekali pilihan. Jadinya kami memilih untuk beli tiket cable car pulang pergi dulu. Sewa alat, pass masuk dan sewa pelatih gimana nanti aja di atas. Padahal di tempat beli tiket cable car, ada sewa alat yang mungkin lebih murah dibanding diatas, atau kalo banyak waktu mending sewa di Almaty sekalian.

Sampai diatas, kami menuju sekolah ski untuk menyewa pelatih. Pelatih baru available sekitar 4 jam kemudian. Daripada lama menunggu, kami memutuskan untuk main ski sendiri. Paling tidak punya foto ala-ala main ski. Kami ke counter untuk sewa alat, yang jadi sewa alat cuma berlima karena Amel sedang kurang sehat tapi dia tetap ikut ke Shymbulak. Pilihan alat ada 2 yaitu alat ski dan papan seluncur. Kami mengantri cukup lama untuk dapat giliran memilih sepatu dan mengambil helm dan ski. Dan cukup lama juga sampai akhirnya dapat sepatu yang pas.  Ukuran sepatu normal saya adalah 39 tapi untuk sepatu ski ambil di nomor 44. Ukuran betis juga mempengaruhi hehe. Setelah itu kami juga menyewa locker untuk menyimpan barang-barang kami. Proses sampai kami ready untuk ke area ski itu, sekitar 2jam. Sempat kepikiran juga untuk sewa jaket ski, saya merasa agak salah kostum. Rata-rata orang pakai down jacket, saya pake kayak trench coat gitu. Tapi akhirnya saya cuek ajalah.

Daftar sewa alat di Shymbulak ski resort

Sampai di area ski, bingung lagi mau ke area mana, secara kami ini newbie. Trus apakah ada pass yang harus kita beli? Teman saya ada yang ke counter untuk bertanya dan diminta untuk beli pass pemula. Shymbulak punya tiga tingkat area ski dengan berbagai tingkat kesulitan. Jadinya kami main di area tempat belajar ski. Sedikit menyesal gak pakai pelatih.

Begitu pertama kali mencoba, yang terasa justru jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi. Badan seperti terus-terusan bernegosiasi dengan keseimbangan. Kadang baru berhasil berdiri, eh beberapa saat kemudian terjatuh lagi. Rasanya campur aduk antara malu, lelah, tapi sambil juga sendiri.

Saya berhasil meluncur mulus satu kali tapi gak tau cara mengerem sehingga memilih untuk menjatuhkan diri. Dan momen itu lewat begitu saja karena gak ada yang merekam. Hadeuh. Percobaan berikutnya sudah gak berhasil, jatuh lagi. Satu hal yang sering bikin kaget adalah sepatu ski. Dari luar kelihatan kokoh, stylish, dan memang dirancang untuk melindungi kaki. Tapi begitu dipakai, apalagi untuk pertama kalinya, rasanya seperti kaki sedang dikunci rapat tanpa kompromi. Sepatu ski terasa sangat ketat. Tekanannya bukan cuma di betis dan pergelangan, tapi sampai ke tulang lutut. Setiap kali melangkah atau mencoba berdiri setelah jatuh, ada sensasi nyeri dan tidak nyaman.

Inoy, Lani, Bu Ani dan saya paling tidak sudah mencoba. Wina yang happy banget karena bisa meluncur dengan baik, dia ada basic ice skating. Peralatan segera kami kembalikan dan naik cable car menuju puncak. Seru banget melihat para expertise ski main ski meluncur dari puncak. Kami juga tidak berlama-lama diatas karena dingin banget.

Kami pun mencari kehangatan di dalam cafe Gusto di Shymbulak resort. Pesen makanan ringan sama minuman panas. Ada tea pot dengan rasa aroma buah dan rempah, enak juga.

Hari sudah sore, Amel juga masih belum fit maka kami memutuskan untuk pulang saja. Padahal hari itu sih niatnya juga mau main ice skating ataupun ke Kok Tobe.

Yang lain istirahat, saya, bu Ani dan Wina keluar cari makan. Nemu Kazakhstan fast food dan pulangnya mampir di LC Waikiki. Disini ada banyak jaket-jaket lucu dan murah yang bikin kita tergiur untuk membelinya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.