KABARBURSA.COM – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) segera melakukan aksi baru. Saat ini, Perseroan sedang memastikan finalisasi struktur Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.
Namun hingga saat ini, pasar masih belum mendapatkan gambaran utuh mengenai aksi tersebut. Sejauh ini Perseroan belum membeberkan rasio rights issue, harga pelaksanaan, hingga potensi dana yang akan dihimpun dari penerbitan saham baru tersebut.
Dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen ENRG menyebut seluruh rincian akan disampaikan setelah penyampaian Pernyataan Pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Meski detailnya masih ditutup rapat, mulai ada petunjuk bahwa pembeli siaga dari kelompok pengendali. Artinya, aksi korporasi ini kemungkinan akan tetap mendapat dukungan internal untuk memastikan pelaksanaannya berjalan penuh.
Perseroan juga memastikan tidak terdapat pembatasan atau negative covenant dari perjanjian kredit yang bisa menghambat rights issue. Selain itu, posisi free float ENRG disebut masih aman dengan porsi, yaitu sekitar 44,21 persen dari total saham tercatat.
Sekali Dikoleksi Asing, Selanjutnya Dijual
Namun di tengah cerita rights issue tersebut, pergerakan saham ENRG justru berubah sangat liar dalam sepekan terakhir.
Pada 4 Mei 2026, saham ENRG masih bergerak stabil di level 1.710 dengan net foreign sell tipis sekitar Rp739 juta. Sehari setelahnya, saham mulai bergerak naik ke 1.750 dan asing berbalik masuk dengan net buy sekitar Rp7,17 miliar.
Puncak euforia terjadi pada perdagangan 6 Mei 2026.
Saham ENRG melonjak 5,14 persen ke level 1.840 dengan nilai transaksi sangat besar mencapai Rp287,82 miliar. Volume perdagangan bahkan menembus 1,57 juta lot dengan frekuensi lebih dari 29 ribu kali transaksi.
Yang paling menarik, asing masuk sangat agresif pada hari itu. Foreign buy mencapai Rp66,53 miliar sementara foreign sell sekitar Rp30,75 miliar. Artinya, ENRG mencatat net foreign buy sekitar Rp35,78 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.
Arus dana asing tersebut membuat pasar mulai berspekulasi bahwa rights issue ENRG mendapat respons positif dari sebagian pelaku pasar. Kenaikan harga yang disertai lonjakan transaksi dan foreign buy besar menjadi kombinasi yang cukup kuat pada saat itu.
Namun euforia tersebut ternyata tidak bertahan lama.
Pada 7 Mei 2026, arah pergerakan langsung berbalik tajam. Saham ENRG turun 2,99 persen ke level 1.785 dan asing justru melepas saham dalam jumlah besar.
Foreign sell melonjak hingga Rp50,53 miliar sementara foreign buy turun ke Rp12,69 miliar. Akibatnya, ENRG mencatat net foreign sell sekitar Rp37,84 miliar.
Tekanan tersebut berlanjut pada perdagangan 8 Mei 2026 ketika saham kembali turun 4,76 persen ke level 1.700. Harga bahkan sempat menyentuh area bawah 1.690 sebelum akhirnya ditutup di level psikologis 1.700.
Pergerakan ini membuat ENRG berubah menjadi saham dengan volatilitas sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pasar terlihat bergerak cepat antara fase spekulasi rights issue dan aksi ambil untung jangka pendek.
Yang menarik, pola tersebut memperlihatkan dua fase berbeda. Pertama terjadi ketika pasar mulai merespons rights issue sebagai katalis positif. Asing masuk besar dan mendorong harga naik cepat menuju area 1.840.
Namun fase kedua mulai muncul ketika harga sudah bergerak terlalu cepat dalam waktu singkat. Asing langsung berbalik melakukan distribusi besar yang akhirnya menekan saham kembali turun ke area 1.700.
Artinya, asing sejauh ini belum benar-benar membangun akumulasi jangka panjang di ENRG. Pergerakannya masih cenderung oportunistik dan sangat sensitif terhadap momentum perdagangan jangka pendek.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.