Jakarta –
Sebuah video final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat belakangan ini viral di media sosial.
Hal tersebut menuai kontroversi karena keputusan par dewan juri yang dinilai tidak konsisten dalam memberikan penilaian terhadap jawaban peserta, Bunda.
Kejadian ini pun mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar yang akhirnya buka suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disdikbud Kalbar angkat bicara usai jawaban cerdas cermat MPR viral
Dilansir dari laman detikcom, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengatakan pihaknya telah memanggil kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping LCC. Pemanggilan itu membahas persoalan tersebut.
“Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping terkait persoalan ini,” ungkap Faisal.
Ia meminta seluruh pihak tetap mengikuti prosedur resmi yang berlaku dalam perlombaan. Ia kemudian menyarankan agar pihak sekolah mengajukan peninjauan ulang kepada para panitia penyelenggara.
Faisal menegaskan, pihak SMAN 1 Pontianak menerima hasil perlombaan. Namun, ia menilai evaluasi tetap penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada kompetisi berikutnya.
MPR evaluasi
Sekjen MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika dalam perlombaan tersebut.
Dalam video yang beredar, juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
Namun, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/asa)





Comments are closed.