Jakarta –
Tak perlu khawatir jika Bunda memiliki jadwal memerah ASI tetapi tak sempat mengeluarkan breast pump. Selain dengan pompa tersebut, memerah ASI juga bisa dilakukan dengan teknik marmet atau menggunakan tangan, lho.
Dikutip dari Parenting First Cry, teknik marmet sering kali dijadikan tips dalam memerah ASI yang lebih efektif. Tanpa menggunakan alat dan sederhana, metode ini begitu bermanfaat untuk meringankan pembengkakan payudara serta mencegah mastitis, Bunda.
Selain itu, jumlah atau volume ASI yang dihasilkan dari memerah ASI dengan tangan dipercaya jauh lebih banyak dibandingkan jika menggunakan pompa ASI. Hal ini dikarenakan adanya kontak kulit ke kulit yang menimbulkan stimulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut seorang dokter anak, Marina Savchenko, MD, memerah dengan teknik marmet membantu mengosongkan payudara tanpa melukai jaringan sensitif di area tersebut. Namun, penerapannya juga perlu dilakukan dengan hati-hati, ya Bunda.
Kesalahan dalam melakukan teknik marmet bisa menimbulkan berbagai keluhan, seperti lecet hingga kerusakan payudara. Nah, agar Bunda mampu melakukannya dengan tepat, simak cara melakukan teknik marmet yang telah Bubun rangkum dari berbagai sumber.
Cara melakukan teknik marmet
Berikut cara melakukan teknik marmet, Bunda. Selamat mencoba!
1. Persiapan awal
Sebelum memulai teknik marmet, sebaiknya Bunda lakukan beberapa persiapan terlebih dahulu, seperti menyiapkan mental, waktu, dan wadah untuk menampung ASI. Setelah itu, Bunda perlu mencuci tangan hingga bersih dan mengambil posisi senyaman mungkin.
2. Lakukan pijatan pada payudara
Setelah Bunda sudah menemukan posisi duduk yang pas, Bunda bisa memulai pijat payudara dengan perlahan. Jangan lupa, condongkan badan sedikit ke depan dengan wadah berada di pangkuan.
Terus pijat dengan lembut, mulai dari dasar payudara ke arah puting susu. Saat memijat, pastikan puting susu juga ikut terangsang untuk memudahkan pengeluaran ASI. Agar lebih cepat keluar, Bunda juga bisa sambil mengompres air hangat, lho.
3. Atur posisi jari dengan tepat
Saat memijat, Bunda juga perlu memperhatikan posisi jari yang tepat. Letakkan ibu jari di bagian atas di luar areola atau di jam 12. Sementara itu, jari telunjuk dan lainnya berada di bagian bawah areola sehingga membentuk huruf C.
4. Tekan dan peras secara perlahan
Saat posisinya sudah pas dan sudah siap, Bunda bisa mulai menekan payudara dengan jari-jari ke arah dada. Kemudian, lepaskan dan gerakkan jari sedikit ke arah puting tanpa mengangkatnya dari payudara. Ulangi langkah ini terus-menerus.
5. Ubah posisi jari secara berkala
Memerah ASI dengan teknik marmet memang dibutuhkan kesabaran yang besar, Bunda. ASI yang tidak langsung keluar banyak, membuat kita harus konsisten memerahnya. Namun, hindari gerakkan berlebihan, seperti menarik atau menekan payudara terlalu keras.
Bila ASI mengalir lambat, gerakkan jari Bunda di sekitar areola dengan berpindah-pindah tempat. Sebelum alirannya melambat pun Bunda juga bisa mengubah posisi jari secara berkala agar proses pengeluaran ASI-nya menjadi lebih lancar.
6. Lanjutkan pada payudara sisi lainnya
Bila dirasa payudara yang sedang diperas mulai berkurang volumenya, Bunda bisa melanjutkan memerah pada payudara sisi lainnya. Ulangi proses tersebut hingga payudara menjadi lebih rileks dan kosong.
Demikian penjelasan tentang cara melakukan memerah ASI menggunakan teknik marmet. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)





Comments are closed.