Tanpa disadari, sifat narsistik dari pengasuhan sosok ayah bisa memengaruhi karakter anak perempuannya kelak. Seperti apa ciri anak perempuan yang dibesarkan oleh Ayah narsistik?
Narsisme melibatkan gangguan kepribadian atau sifat tertentu yang dapat memengaruhi citra diri seseorang, serta cara mereka berinteraksi dan memperlakukan orang lain.
Nah, orang tua narsistik berarti mereka memiliki sifat narsistik atau gangguan kepribadian narsistik. Hal ini dapat memengaruhi cara orang tua tersebut mengasuh anak-anaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak dari orang tua narsistik sering kali mengalami dampak pada kesehatan mental akibat perlakuan tersebut, bahkan hingga dewasa.
Apa itu gangguan kepribadian narsistik?
Gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan diagnosis psikiatri yang gejalanya muncul dalam sebuah spektrum.
Dikutip dari Choosing Therapy, ciri umum seorang ayah narsistik antara lain kurang empati, merasa diri paling berhak, serta cenderung arogan.
Gejala dari NPD umumnya seperti:
- Kurang empati
- Rasa bangga pada diri yang berlebihan
- Terobsesi pada kesuksesan dan kekuasaan
- Memanfaatkan orang lain
- Merasa perlu dikagumi secara berlebihan
- Merasa paling berhak dan tidak perlu mengikuti aturan
- Sering iri pada orang lain
- Keyakinan tidak logis bahwa orang lain sering iri pada mereka
- Arogan
Bagaimana orang tua narsistik memperlakukan anak-anak mereka?
Narsisme dapat terlihat sebagai gambaran diri yang berlebihan, serta kecenderungan menggunakan taktik manipulasi demi keuntungan pribadi.
Orang dengan sifat narsistik sering kali memiliki empati rendah dan tampak egois, tetapi juga sangat sensitif dan terlalu bergantung pada orang lain.
Dikutip dari Healthline, ketika orang tua memiliki NPD, perilaku mereka dapat sangat memengaruhi kesehatan mental anak-anaknya.
Berikut beberapa ciri anak perempuan dibesarkan oleh ayah narsistik yang perlu diwaspadai, Bunda:
Orang tua narsistik sering kali menempatkan diri mereka sendiri di urutan pertama dalam hubungan dengan anak dan keluarga. Kondisi ini membuat anak belajar bahwa kebutuhan mereka tidak penting.
Anak-anak dari orang tua narsistik juga cenderung mudah merasa bersalah, ragu pada diri sendiri, punya harga diri rendah, dan sulit mengambil keputusan dalam hidup mereka sendiri.
2. Sulit menciptakan batasan yang sehat
Ciri anak perempuan dibesarkan oleh ayah narsistik berikutnya yakni susah membuat batasan dengan orang lain. Hal ini karena orang tua mereka tidak menghormati batasan yang dibuat anak.
Ketika anak dari ayah narsistik mencoba membuat batasan dengan orang lain, hal itu bisa terasa tidak nyaman dan bahkan menimbulkan rasa bersalah.
3. Selalu berusaha menyenangkan orang lain
Anak dari orang tua narsistik tumbuh dengan keyakinan bahwa satu-satunya cara mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tua adalah dengan melakukan apa pun untuk menyenangkan mereka.
Saat dewasa, hal ini dapat menyebabkan pola keterikatan yang tidak aman, ketergantungan berlebihan pada pasangan, serta hubungan sosial yang tidak sehat.
Orang tua merupakan panutan dan role model pertama bagi anak. Jadi, anak yang dibesarkan oleh orang tua narsistik sering kali tumbuh dengan keyakinan bahwa cara orang tua memperlakukan mereka adalah cara yang benar untuk memperlakukan orang lain.
Bukan tidak mungkin jika anak kemudian memiliki sifat serupa, seperti egois, terlalu sensitif, atau sangat kompetitif.
5. Cenderung punya gangguan kesehatan mental
Sebuah studi tahun 2012 dari jurnal Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua dengan sifat narsistik atau NPD lebih berisiko mengalami gangguan perilaku maupun emosional, bahkan sejak usia dini.
Anak dengan orang tua narsistik dapat mengalami kondisi seperti gangguan kecemasan, depresi, atau bahkan gangguan stres pascatrauma (PTSD).
6. Sangat kritis terhadap diri sendiri
Sikap terlalu mengkritik diri sendiri merupakan sifat yang umum dimiliki anak perempuan dari ayah narsistik. Banyak dari mereka bahkan jadi benci terhadap diri sendiri, akibat pikiran negatif yang terus-menerus muncul.
7. Harga diri rendah
Dibesarkan oleh ayah yang memiliki ekspektasi tinggi rentang membuat anak jadi tidak percaya diri. Hal ini karena semua yang dilakukan tak selalu bisa membanggakan orang tua.
Pengalaman ini membuat seiring bertambah usia anak jadi merasa tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar, yang kemudian memengaruhi harga diri mereka.
8. Sulit menyampaikan kebutuhan sendiri
Tumbuh dalam struktur keluarga narsistik juga bisa membuat anak mengabaikan kebutuhannya sendiri.
Meminta kebutuhan mereka dipenuhi sering kali dibalas dengan hukuman atau perilaku toxic lainnya, sehingga membuat anak sulit meminta apa yang mereka butuhkan saat dewasa.
9. Merasa bersalah saat meminta bantuan
Anak-anak dalam lingkungan narsistik sering menyalahkan diri sendiri, terutama saat meminta bantuan dari orang lain. Hal ini karena mereka merasa dirinya tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri.
10. Selalu takut ditinggalkan
Karena kasih sayang yang tidak konsisten dan cinta bersyarat, banyak anak perempuan dari ayah narsistik hidup dalam ketakutan terus-menerus akan ditinggalkan orang lain. Situasi ini dapat terlihat dari hubungan pertemanan, sosial, bahkan di lingkungan kerja.
Itulah penjelasan tentang ciri-ciri anak perempuan dibesarkan oleh ayah narsistik. Dalam beberapa kasus, pemulihan dari dampak negatif orang tua narsistik mungkin perlu bantuan profesional, jadi jangan ragu untuk konsultasi jika perlu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)





Comments are closed.