KABARBURSA.COM – PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) mulai memperluas bisnis ke sektor kurir dan logistik. Perluasan bisnis ini dilakukan untuk menuju layanan operasional bisnis yang lebih terintegrasi.
Rencana tersebut dilakukan melalui penambahan sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Juni 2026.
Dalam dokumen keterbukaan informasi, KING menyebut penambahan usaha baru mencakup aktivitas kurir, jasa logistik, aktivitas penunjang kantor, penyediaan gabungan jasa penunjang fasilitas, hingga aktivitas penyediaan tenaga kerja waktu tertentu.
Perseroan juga menambahkan KBLI aktivitas keamanan swasta dan aktivitas perusahaan induk sebagai bagian dari pengembangan model bisnis perusahaan.
Berdasarkan ringkasan laporan studi kelayakan dari Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan, penambahan KBLI tersebut dinilai dapat memperluas cakupan layanan perseroan kepada pelanggan eksisting.
“Penambahan KBLI tersebut memperluas cakupan layanan dan peluang usaha. Sehingga Perseroan dapat menawarkan solusi jasa yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan pendapatan,” tulis laporan studi kelayakan tersebut, dikutip Senin, 18 Mei 2026.
Dalam laporan itu disebutkan KING selama ini bergerak di bidang jasa cleaning service, security, washroom hygiene, suplai tenaga kerja, dan parkir.
Perseroan menilai penambahan layanan baru dapat menciptakan sinergi antar lini usaha, terutama melalui strategi cross-selling kepada pelanggan yang telah menggunakan jasa perusahaan sebelumnya.
“Model bisnis terintegrasi ini memungkinkan pelanggan dari satu layanan dapat ditawarkan layanan tambahan secara terpadu dari satu penyedia jasa,” demikian isi laporan studi kelayakan.
Selain memperluas layanan, studi kelayakan juga menyebut diversifikasi usaha tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi perseroan di industri jasa pendukung operasional perusahaan.
Kinerja Saham KING
Berdasarkan data Stockbit, KING mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp1,27 triliun dengan jumlah saham beredar 2,60 miliar lembar dan free float sebesar 20,06 persen.
Dari sisi kinerja, laba bersih tahunan perseroan pada 2025 tercatat sekitar Rp6 miliar, turun dibanding 2024 sebesar Rp12 miliar. Pada kuartal IV-2025, laba bersih perseroan tercatat Rp4 miliar, relatif stabil dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Data yang sama juga menunjukkan pertumbuhan laba bersih kuartalan secara tahunan turun 5,78 persen, sementara pendapatan kuartalan turun 25,53 persen year on year.
Meski demikian, margin keuntungan perseroan masih tercatat positif. Gross profit margin kuartalan berada di level 34,77 persen, operating profit margin 9,85 persen, dan net profit margin sebesar 6,68 persen.
Di sisi neraca keuangan, total aset perseroan tercatat Rp139 miliar dengan total liabilitas Rp70 miliar dan total ekuitas Rp69 miliar. Sementara total utang tercatat Rp14 miliar dengan debt to equity ratio sebesar 0,21 kali.
Pergerakan saham KING juga mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Stockbit, harga saham KING naik 146,23 persen dalam tiga bulan terakhir dan menguat 140,20 persen dalam satu tahun terakhir.
Penilai independen menyatakan rencana penambahan kegiatan usaha KING layak dijalankan dari aspek bisnis, teknis, manajemen, hingga keuangan.
Dalam kajian finansial, penambahan kegiatan usaha diperkirakan menghasilkan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp283,1 juta. (*)





Comments are closed.