Sat,23 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat Belum Pulih 6 Bulan Pascabencana Ekologis di Sumatra

Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat Belum Pulih 6 Bulan Pascabencana Ekologis di Sumatra

dampak-sosial-dan-ekonomi-masyarakat-belum-pulih-6-bulan-pascabencana-ekologis-di-sumatra
Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat Belum Pulih 6 Bulan Pascabencana Ekologis di Sumatra
service

Jakarta, NU Online

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan bahwa enam bulan pascabencana ekologis di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dampak sosial dan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (22/5/2026), lebih dari 100 ribu jiwa masih berada di pengungsian. Dari jumlah tersebut, sekitar 56 ribu pengungsi merupakan laki-laki, sedangkan lebih dari 61 ribu lainnya perempuan.

Kepala Departemen Pusat Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Pengetahun Walhi Nasional Dewy Puspa mengatakan hingga kini banyak masyarakat yang hidup di pengungsian dan belum mendapatkan pemulihan yang layak.

“Enam bulan setelah bencana ekologis terjadi, kondisinya masih belum pulih. Banyak dampak yang sampai hari ini belum tertangani,” ujar Puspa dalam Konferensi Pers di Jakarta, pada Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan lingkungan, tetapi juga menghancurkan wilayah kelola rakyat seperti lahan pertanian dan kebun yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Ia menyoroti banyak kelompok perempuan di Sumatra Utara kehilangan lahan kelola yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

“Banyak wilayah kelola rakyat yang hancur dan sampai hari ini belum bisa dimanfaatkan kembali. Itu berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup masyarakat, terutama perempuan,” ujarnya.

Puspa mengatakan kelompok perempuan menjadi salah satu pihak paling rentan dalam situasi bencana.

“Ibu atau perempuan sangat mudah menghadapi tekanan psikologis, mereka juga harus memastikan kebutuhan pangan dan keselamatan keluarga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan bantuan,” tuturnya.

Di sisi lain, bantuan pemerintah bagi penyintas dinilai belum memadai. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat yang tinggal di hunian sementara disebut hanya menerima bantuan hidup sekitar Rp15 ribu per hari serta uang tunggu hunian sekitar Rp600 ribu per bulan.

“Tentu itu tidak mencukupi dengan kondisi sekarang, apalagi pemulihan lingkungan juga belum terjadi,” tegasnya.

Puspa juga menyoroti lambannya penanganan pemerintah yang menyebabkan banjir kembali berulang setiap kali hujan turun setelah peristiwa November 2025.

“Hujan deras sebentar saja, air sudah menggenang, air mudah meluap dari sungai. Masyarakat mengalami trauma yang hebat dari bencana besar kemarin,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.