Sat,23 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Khutbah Idul Adha 2026 M: Korban, Kurban, dan Kepedulian Sosial

Khutbah Idul Adha 2026 M: Korban, Kurban, dan Kepedulian Sosial

khutbah-idul-adha-2026-m:-korban,-kurban,-dan-kepedulian-sosial
Khutbah Idul Adha 2026 M: Korban, Kurban, dan Kepedulian Sosial
service

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِذَبْحِ الْأُضْحِيَّةِ. وَبَلَغَنَا إِلَى هٰذَا الْيَوْمِ مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ ذُوْ رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ تُرْجَى مِنْهُ الشَّفَاعَةُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْعُقُوْلِ السَّلِيْمَةِ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ : لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

 اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Mengawali khutbah Idul Adha 2026 M/ 1447 H kali ini, khatib mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Ilahi rabbi, yang telah melimpahkan nikmat iman dalam hati, nikmat kesehatan dalam jasmani dan ruhani, dan nikmat rezeki, yang terus mengalir setiap hari. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah sosok Nabi, yakni Nabi Muhammad saw yang selalu menjadi inspirasi, yang selalu kita nantikan syafaatnya di hari akhir kelak nanti.

Khatib juga mengajak kita semua, untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, Tuhan alam semesta dengan sebenar-benar takwa, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Orang yang bertakwa bukan hanya yang pandai menikmati nikmat yang diterima, tetapi juga mampu memanfaatkan dan mengorbankan sebagian yang dicintainya demi meraih ridha Allah SWT.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari kita merenungi betapa banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan dalam kehidupan. Ada yang diberi kesehatan sehingga mampu bekerja dan mendapatkan penghasilan. Ada yang diberi keluasan rezeki sehingga hidup terasa cukup dan nyaman. Ada yang diberi keluarga yang penuh dengan kehangatan, usaha yang lancer tanpa hambatan, rumah yang nyaman dan penuh kedamaian, serta kesempatan hidup yang penuh dengan keberkahan. 

Semua nikmat itu bukan sekadar kebetulan, melainkan karunia Allah yang telah ditegaskan dalam firman-Nya pada surat Al-Kautsar ayat pertama:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَر

Artinya: “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.”

Ayat ini mengingatkan bahwa Allah adalah sumber segala kenikmatan. Ayat ini mengajarkan kita agar tidak boleh sombong atas harta yang hanya sekedar titipan, tidak boleh bangga atas jabatan, dan tidak boleh merasa semua keberhasilan berasal dari kekuatan sendiri tanpa ada bantuan. 

Kita perlu sadar sesadar-sadarnya bahwa setiap nikmat yang dianugerahkan adalah titipan. Dan setiap titipan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, nikmat yang Allah berikan jangan sampai menjauhkan kita dari keimanan, tetapi justru harus menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah dengan penuh tobat dan ketaatan. Rasulullah bersabda:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin.” (HR Bukhari).

 اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Lalu bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah? Jawabannya telah Allah jelaskan pada ayat berikutnya dalam surat Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”

Dalam ayat yang singkat ini terdapat pesan yang harus kita camkan. Allah memerintahkan dua ibadah besar yakni shalat dan kurban. Shalat adalah bukti penghambaan kita kepada Allah yang memiliki segala kekuasaan. Lima kali sehari kita dipanggil dan diingatkan untuk meninggalkan kesibukan dunia untuk bersujud kepada Allah dengan iman. Sementara kurban adalah bukti keikhlasan dalam menyerahkan sebagian harta dan kekayaan demi meraih ridha Allah untuk meraih keberkahan. 

Shalat mendidik kita agar tunduk kepada Allah sebagai pencipta alam semesta. Kurban pada Idul Adha mendidik kita agar tidak tunduk kepada hawa nafsu dan cinta dunia.

Jadi, orang yang rajin shalat tetapi enggan berbagi, berarti belum sempurna pengorbanannya untuk diri sendiri. Sebaliknya, orang yang gemar berbagi namun lalai dari shalat 5 waktu sehari, berarti belum kokoh hubungannya dengan Allah, dzat yang senantiasa memberi. 

Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan kepedulian kepada sesama. Karena itu, Idul Adha bukan hanya hari penyembelihan hewan semata, tetapi juga momentum mendekatkan diri pada Allah SWT, memusnahkan kesombongan, ketamakan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hakikat kurban sesungguhnya adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah, Sang Maha Agung dan Penentu Kehidupan. Untuk bisa dekat kepada Allah, kita harus rela berkorban. Tidak ada kedekatan tanpa pengorbanan. Tidak ada kemuliaan tanpa keikhlasan. Tidak ada keberkahan tanpa kerelaan.

Ketika kita membeli hewan kurban dengan harta kita, sesungguhnya kita sedang melatih diri agar tidak diperbudak oleh harta dan dunia. Kita sedang mendidik hati agar lebih mencintai Allah daripada harta benda. Sebab banyak manusia yang mampu membeli barang mewah untuk kesenangan sementara, tetapi terasa berat ketika diminta mengeluarkan harta benda untuk berbagi dengan sesama. 

Padahal kita harus meyakini, harta yang digunakan di jalan Allah tidak akan berkurang dari sisi jumlah dan nilai. Justru itulah harta yang akan menjadi tabungan pahala dan pemberat amal di akhirat kelak nanti.

Selanjutnya saat kita berkorban dengan berkurban, tidak cukup hanya dengan menyembelih hewan. Yang paling penting adalah niat baik penuh keikhlasan. Jangan sampai kurban dilakukan hanya demi mendapat pujian, demi gengsi sosial dan mencari pengakuan. Sebab Allah tidak melihat besar kecilnya hewan, tetapi melihat keimanan dan ketakwaan dalam berkurban dan berkorban.

Sebagaimana firman Allah:

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٣٧

Artinya: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin.” (QS Al-Hajj: 37)

 اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Para ulama menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki kedudukan yang sangat mulia. Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i, kurban merupakan sunnah muakkadah, sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama. Sedangkan Imam Abu Hanifah memandangnya wajib bagi orang yang mampu dan tidak sedang bepergian dari kediamannya. Bahkan Nabi Muhammad saw tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkan hingga beliau meninggal dunia.

Ini menunjukkan bahwa kurban bukan ibadah biasa. Kurban adalah syiar keimanan dan ketakwaan pada Allah swt. Kurban adalah bukti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya.

Nabi Muhammad saw bersabda:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya: “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (HR. Imam Tirmidzi) 

Hadirin yang berbahagia,

Ibadah kurban memiliki dua dimensi makna. Pertama dimensi vertikal, yaitu hubungan antara manusia dengan Allah swt. Ketika seseorang berkurban, ia sedang menunjukkan ketaatan dan penghambaan kepada Rabb-nya. Kedua dimensi horizontal, yaitu hubungan sosial antarmanusia. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, dan mereka yang membutuhkannya. Dari sinilah tumbuh kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian kepada sesama.

Betapa banyak orang yang jarang menikmati daging sebagai lauk makan, kemudian dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya kurban. Betapa banyak anak-anak kecil tersenyum bahagia ketika keluarganya menerima pembagian daging kurban. Maka sesungguhnya orang yang berkurban bukan hanya sedang menyembelih hewan, tetapi sedang menebar kebahagiaan dan menghadirkan keberkahan di tengah kehidupan.

Orang yang gemar berkorban akan memiliki hati yang penuh dengan kasih sayang. Orang yang ringan berbagi akan dijauhkan dari sifat kikir dan senentiasa dicintai orang. Dan masyarakat yang hidup dengan semangat berbagi akan menjadi masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh kasih sayang.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dengan agungnya makna kurban ini, maka jangan sampai kita menjadi hamba yang kufur nikmat. Jangan sampai kita diberi kelapangan rezeki tetapi enggan mendekat kepada Allah yang memberi nikmat. Jangan sampai kita mampu membeli berbagai kebutuhan setiap saat, tetapi tidak mampu menghadirkan kurban untuk akhirat.

Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri. Momentum melatih keikhlasan hati. Momentum membangun rasa peduli. Momentum memperkuat ketakwaan dalam diri. Karena sesungguhnya hidup ini bukan tentang seberapa banyak harta yang dimiliki, tetapi seberapa banyak yang kita persembahkan di jalan Allah dengan berbagi.

Jangan sampai kita termasuk orang yang terputus dari rahmat Allah sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Kautsar ayat 3:

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

Artinya: “Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.”

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberi, ringan berbagi, berkurban dari dalam hati, dan istiqamah mendekatkan diri kepada Allah Ilahi Rabbi. Amin

جَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ وَالْمَقْبُولِينَ كُلَّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. آمِينَ  

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ، وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Khutbah II

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللّٰهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

H Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.