Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Soto Tanpa Kuah? Ini Dia Soto Garing Khas Klaten

Soto Tanpa Kuah? Ini Dia Soto Garing Khas Klaten

soto-tanpa-kuah?-ini-dia-soto-garing-khas-klaten
Soto Tanpa Kuah? Ini Dia Soto Garing Khas Klaten
service

26 Mei 2026 19.07 WIB • 2 menit

Soto Tanpa Kuah? Ini Dia Soto Garing Khas Klaten


Soto adalah hidangan yang identik dengan kuah hangat yang gurih dan melimpah. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki versi soto masing-masing dengan racikan rempah dan isi yang berbeda.

Namun, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terdapat sajian unik bernama soto garing atau soto kering yang justru tampil berbeda karena disajikan hampir tanpa kuah. Keunikan inilah yang membuat kuliner tradisional tersebut menarik perhatian banyak pencinta makanan khas daerah.

Soto garing tidak hanya menawarkan rasa yang berbeda, tetapi juga menunjukkan kreativitas masyarakat lokal dalam mengolah hidangan sederhana menjadi sesuatu yang khas dan mudah dikenali.

Soto yang Menyalahi Pakem

Bagi banyak orang, membayangkan soto tanpa kuah terasa cukup aneh. Sebab, kuah merupakan elemen utama yang selama ini melekat pada hidangan soto di berbagai daerah. Mulai dari Soto Lamongan, Soto Betawi, hingga Coto Makassar, semuanya dikenal karena kuahnya yang kaya rasa.

Namun, soto garing khas Klaten justru hadir dengan konsep berbeda. Kuah tidak dituangkan hingga memenuhi mangkuk, melainkan hanya sedikit untuk membasahi nasi dan isian soto. Karena tampilannya terlihat kering, masyarakat setempat menyebutnya sebagai soto garing atau soto kering.

Nama “garing” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti kering. Meski begitu, hidangan ini tetap mempertahankan cita rasa khas soto. Aroma kaldu masih terasa kuat meskipun kuah yang digunakan sangat sedikit.

Perpaduan tersebut menciptakan pengalaman makan yang berbeda dibandingkan soto pada umumnya. Banyak orang yang pertama kali mencoba biasanya merasa heran, tetapi justru penasaran karena sensasinya tidak seperti menyantap soto biasa.

Isian Sederhana dengan Rasa Kuat

Walaupun tampil tanpa kuah melimpah, isi soto garing sebenarnya tidak jauh berbeda dari soto tradisional.

Sajian ini tetap menggunakan nasi putih sebagai dasar, kemudian ditambah suwiran ayam, tauge, kubis, daun seledri, dan taburan bawang goreng. Sedikit kuah kaldu kemudian disiramkan agar rasa gurih tetap menyatu dengan seluruh isian.

Beberapa warung bahkan menyediakan tambahan lauk seperti gorengan, babat goreng, ati ayam goreng, sate usus, hingga kerupuk untuk memperkaya rasa. Kehadiran lauk pendamping tersebut membuat pengalaman makan menjadi lebih lengkap dan mengenyangkan.

Sensasi makan soto garing terasa unik karena teksturnya tidak terlalu basah, tetapi tetap lembut dan mudah disantap.

Karena kuahnya sedikit, rasa bumbu justru terasa lebih pekat di lidah. Gurih kaldu ayam berpadu dengan renyah bawang goreng dan segarnya tauge menciptakan perpaduan rasa yang sederhana namun nikmat.

Inilah salah satu alasan mengapa soto garing tetap diminati meskipun tampilannya jauh lebih sederhana dibanding soto modern yang kini banyak bermunculan.

Kuliner Legendaris dari Delanggu

Keberadaan soto garing menunjukkan bahwa kuliner tradisional Indonesia selalu memiliki ruang untuk berkembang dengan ciri khas unik di setiap daerah.

Di tengah banyaknya makanan modern dan tren kuliner kekinian, soto garing tetap bertahan karena menawarkan identitas rasa yang sederhana tetapi berkesan. Banyak wisatawan yang kini sengaja datang ke Klaten hanya untuk mencoba sensasi makan “soto tanpa kuah” yang terdengar tidak biasa.

Soto garing dari Klaten ini membuktikan bahwa keunikan kuliner tidak selalu lahir dari bahan mahal atau teknik rumit.

Kadang, perbedaan kecil seperti mengurangi kuah justru mampu menciptakan identitas baru yang membuat sebuah makanan dikenang banyak orang. Dari sajian sederhana inilah terlihat betapa kayanya kreativitas kuliner Nusantara.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.