Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Yasin Fadhilah Sarang: Doa dan Cinta Murid untuk Gurunya

Yasin Fadhilah Sarang: Doa dan Cinta Murid untuk Gurunya

yasin-fadhilah-sarang:-doa-dan-cinta-murid-untuk-gurunya
Yasin Fadhilah Sarang: Doa dan Cinta Murid untuk Gurunya
service

Arina.id – Awal mula nyantri di Pesanatren Al-Anwar Karangmangu Sarang Rembang sekitar 15 tahun lalu, penulis sempat diherankan dengan buku Yasin yang berisikan doa-doa dengan menyebut nama orang yang didoakan. Sebelumnya penulis belum pernah membaca doa seperti itu, yakni mendoakan orang yang masih hidup secara langsung, apalagi doa-doa itu dibaca di sela-sela pembacaan surat Yasin.

Buku doa itu bernama Yasin Fadhilah, sebuah wirid yang menjadi rutinitas santri KH Maimoen Zubair yang kerap dibaca di malam Selasa dan malam Jumat, baik santri aktif maupun alumni. Amaliah ini tentunya menjadi bacaan wajib di setiap acara HIMMA (Himpunan Mutakharijin Mutakharijat Al-Anwar) di berbagai daerah di Nusantara.

Mbah Maimoen menuliskan dalam pengantarnya bahwa doa-doa ini merupakan doa eksklusif yang berkaitan dengan surat Yasin yang dirangkai oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Atas perintah beliau, Mbah Moen mengamalkannya bersama para santri di Pesantren Al-Anwar setiap bakda Subuh dan Maghrib.

Setiap doa-doa yang tertulis di buku itu ditujukan kepada Mbah Moen dan Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi al-Maliki, seperti setelah membaca surat Yasin ayat ke-11 terdapat redaksi doa berikut:

اَللَّهُمَّ بَشِّرْ عَبْدَيْكَ السَّيِّدَ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ وَالشَّيْخَ مَيْمُوْنَ زُبَيْر بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيْمٍ

Artinya: “Ya Allah berilah kabar bahagia kepada dua hamba-Mu yaitu Sayyid Ahmad bin Muhammad dan Syekh Maimoen Zubair dengan ampunan dan pahala mulia.”

Setelah wafatnya Mbah Maimoen, sempat terjadi musyawarah tertutup antar keluarga untuk mengganti redaksi setelah penyebutan Sayyid Ahmad. Hingga disepakati redaksi yang digunakan adalah:

خَلِيْفَة المُؤَسِّس الشَّيْخ مَيْمُوْن

Artinya: “Pengganti pendiri pesantren al-Anwar, Syekh Maimoen.” 

Kemudian Mbah Maimoen disebutkan bersama Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam doa khusus di bagian akhir. Berikut redaksinya:

وَاغْفِرْ لِأَبُوْيَ السَّيِّدِ مُحَمَّدٍ عَلَوِيٍّ وَالشَّيَّخِ مَيْمُوْنِ زُبَيْر وَارْحَمْهُمَا وَعَافِهِمَا وَاعْفُ عَنْهُمَا وَاَعْلِ دَرَجَاتِهمَا فِيْ الجَنَّةِ وَأَعِدْ عَلَيْنَا مِنْ أَسْرَارِهِمَا وَأَنْوَارِهِمَا وَعُلُوْمِهِمَا وَبَرَكَاتِهِمَا فِيْ الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ

Artinnya: “Dan berikan ampunan kepada Abuya Sayyid Muhammad Alawi dan Syekh Maimoen Zubair dan belas kasihani mereka, hapuskan dosa-dosa mereka, maafkan mereka, dan tinggikan derajat mereka di surga, dan kembalikan kepada kami rahasia-rahasia mereka, cahaya-cahaya mereka, ilmu-ilmu mereka, dan keberkahan mereka di dunia, dan di akhirat.”

Mungkin ritual pembacaan Yasin Fadhilah ini terbilang aneh bagi sebagian masyarakat, termasuk penulis sendiri sebelum menjadi santri Mbah Moen. Kebanyakan ritual pembacaan surat Yasin hanya dibaca seperti biasa tanpa menyelipkan doa-doa. Akan tetapi, praktik ritual ini juga mempunyai referensi yang otoritatif.

Imam Nawawi dalam al-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an [Beirut: Darul Minhaj, 2011, hlm. 109] mencatat sebagai berikut:

ويستحب إذا مر بآية رحمة أن يسأل الله تعالى من فضله وإذا مر بآية عذاب أن يستعيذ بالله من الشر ومن العذاب أو يقول اللهم إني أسألك العافية أو أسألك المعافاة من كل مكروه أو نحو ذلك

Artinya: “Ketika bertemu dengan ayat kasih sayang, disunnahkan untuk berdoa meminta kepada Allah atas keutamaan-Nya. Ketika bertemu ayat azab, disunnahkan untuk berdoa meminta perlidungan kepada Allah dari keburukan dan azab, atau dengan mengucapkan “Ya Allah aku meminta keselamatan kepada-Mu,” atau dengan mengucapkan “Ya Allah aku meminta perlindungan kepada-Mu dari segala hal yang dibenci,” atau dengan redaksi lain.”

Contoh redaksi doa Yasin Fadhilah yang sudah disebutkan adalah bentuk doa harapan mendapatkan kabar gembira sesuai dengan ayat ke-11 yang menerangkan tentang kabar gembira berupa ampunan dan pahala mulia, sebagaimana berikut:

فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ 

Artinya: “Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.”

Bagi santri Al-Anwar, membaca Yasin Fadhilah tidak hanya sekedar ritual wirid biasa, tetapi tentang seorang santri yang mendoakan gurunya dan berhadap keberkahan yang menetes dari doa-doa tersebut yang kembali ke dirinya sendiri. 

Setiap doa-doa yang teruntai untuk sang guru sejatinya adalah harapan yang didambakan oleh murid itu sendiri, hanya saja sang murid melantunkannya untuk gurunya agar lebih mudah untuk terkabul dan untuk menambah nilai keberkahan.

Membaca Yasin Fadhilah juga bukan hanya tetang rutinitas biasa, tetapi juga tentang menguatkan kembali hubungan emosional atau alaqah ruhaniah seorang murid terhadap gurunya agar terus tersambung kepada melalui doa. Dan doa murid kepada gurunya juga merupakan salah satu bukti kebesaran cintanya kepada ilmu dan ahlinya.

Terkadang seorang santri tidak bisa terlalu mendekat kepada gurunya dalam aktivitas selain pembelajaran, terlebih jika gurunya adalah ulama kharismatik sekaliber Mbah Maimoen. Medekatkan diri secara fisik dalam aktivitas kehidupan seakan mendekat ke sumber cahaya yang akan membakar diri sendiri jika tidak bisa menerima dan memahaminya dengan bijak dan benar.

Untuk itu, doa sebagai bahasa cinta yang sangat elegan dari seorang murid kepada gurunya, seakan mengetuk gerbang langit menembus jalur angkasa untuk menghubungkan ruhaniyah antar keduanya, yang bisa memancarkan keberkahan dan keilmuan serta kebijaksanaan. Wallahu a’lam.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.