Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 5 Cara Mengenalkan Konsep Pagi dan Malam pada Bayi, Bunda Perlu Tahu

5 Cara Mengenalkan Konsep Pagi dan Malam pada Bayi, Bunda Perlu Tahu

5-cara-mengenalkan-konsep-pagi-dan-malam-pada-bayi,-bunda-perlu-tahu
5 Cara Mengenalkan Konsep Pagi dan Malam pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
service

Bayi baru lahir identik dengan jam tidur yang panjang di hari-hari pertama kelahirannya. Bahkan, mereka kerap tidur di siang hari dan begadang di malam hari.

Namun, bersabarlah, Bunda karena masa itu hanya sebentar. Bayi akan memiliki pola bangun dan tidur sendiri. Jadi, kapan kita dapat mengharapkan Si Kecil tidur lebih lama di malam hari?

Dilansir Health Service Executive, bayi berusia 3-6 bulan mungkin lebih banyak tidur di malam hari dan memiliki periode bangun yang lebih lama di siang hari. Mereka biasanya baru mulai tidur sepanjang malam ketika mereka sudah sepenuhnya terbiasa dengan makanan padat (MPASI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, ketika saatnya tiba (menginjak usia makan), ada baiknya untuk mengajarkan bayi bahwa malam hari berbeda dengan siang hari sejak awal.

Bagaimana caranya? Simak lima cara mengenalkan konsep pagi dan malam pada bayi berikut ini!

1. Paparkan bayi pada sinar matahari saat mereka terjaga

Untuk membantu bayi membedakan antara pagi dan malam, paparkan mereka pada sinar matahari tidak langsung saat mereka terjaga di pagi dan siang hari. Misalnya, dengan menempatkan alas bermain mereka di dekat jendela.

Dikutip dari What to Expect, ini karena otak bayi sensitif terhadap sinar matahari dan mengatur perubahan waktu lebih cepat daripada orang dewasa. Studi telah menemukan bahwa memaparkan bayi pada cahaya alami (misalnya, tirai jendela terbuka, lampu menyala di rumah, dan lebih banyak jalan-jalan di luar) di siang hari juga membantu meningkatkan perkembangan ritme sirkadian normal.

2. Bantu tidur malam bayi lebih lama

Hingga sekitar usia 12 minggu, bayi baru lahir akan tidur sekitar 14 hingga 17 jam atau lebih dalam periode 24 jam, dan biasanya bayi pada kelompok usia ini mampu tidur lebih lama dalam jangka waktu tersebut. 

Kita bisa batasi tidur siang hingga paling lama dua jam setiap kali. Membatasi tidur siang tidak lebih dari dua jam akan mendorong bayi untuk tidur tiga, empat, atau lima jam semalaman sejak dini. Mereka juga akan belajar bahwa tidur panjang ini dikaitkan dengan malam hari, bukan siang hari.

3. Perhatikan tanda-tanda bayi mengantuk

Setiap beberapa jam sekali, perhatikan bayi yang terjaga untuk melihat apakah mereka siap tidur. Tanda-tanda kelelahan mereka mungkin berupa perubahan suasana hati, tatapan mata yang sayu, menggosok mata, atau menguap.

Selain itu, coba menidurkan bayi saat mereka mengantuk, bukan saat mereka sudah benar-benar tertidur, baik untuk tidur siang maupun tidur malam, melatih otak dan tubuh kecil mereka untuk akhirnya tertidur tanpa bantuan dan pada waktu yang tepat.

4. Praktikkan kebiasaan tidur yang aman

Tentu saja kita ingin bayi tidur nyenyak, tetapi keselamatan adalah yang terpenting. Selalu ikuti pedoman tidur bayi yang aman, yaitu menidurkan bayi dalam posisi telentang di atas kasur yang keras hanya dengan seprai yang pas, sendirian, dan tanpa boneka, selimut, atau pelindung ranjang bayi. Ini membantu mencegah Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

5. Tetap konsisten

Secara keseluruhan, yang akan membantu bayi tidur sesuai jadwal normal dari waktu ke waktu adalah menjaga rutinitas di siang dan malam hari. “Waktu tidur yang konsisten dengan rutinitas malam yang sederhana adalah yang terbaik,” kata Chee Chun Tan, M.D., seorang ahli paru anak dan spesialis tidur di New Jersey.

Rutinitas malam yang dimaksud adalah mandi air hangat, menyusui, membaca buku atau menyanyikan lagu, lalu ditidurkan di ranjang bayi. Kita perlu menjaga agar semuanya tetap tenang dan damai di malam hari.

Untuk waktu tidur siang, kita juga dapat memiliki rutinitas, baik itu membaca buku, menyalakan mesin white noise, memberi makan atau memberi mereka susu botol.

Memahami tanda-tanda bayi mengantuk adalah hal yang perlu dilakukan agar Bunda dapat membuat rutinitas tidur yang tepat untuk Si Kecil. Pastikan untuk mengenalkan konsep siang dan malam hari sejak dini, agar jam tidur anak lebih teratur agar kualitas tidurnya terjaga.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.