Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Gelar Sisterhood Festival 2026, Magdalene Buka Ruang Aman dan Solidaritas Perempuan

Gelar Sisterhood Festival 2026, Magdalene Buka Ruang Aman dan Solidaritas Perempuan

gelar-sisterhood-festival-2026,-magdalene-buka-ruang-aman-dan-solidaritas-perempuan
Gelar Sisterhood Festival 2026, Magdalene Buka Ruang Aman dan Solidaritas Perempuan
service

Bincangperempuan.com- Melting Pot, M Bloc Space, Jakarta Selatan pada (5/9) kemarin diramaikan oleh Sisterhood Festival—sebuah ruang selebrasi sekaligus konsolidasi bagi kekuatan kolektif perempuan melalui cerita yang menginspirasi, jejaring komunitas, dan solidaritas yang kokoh. Festival ini digelar oleh Magdalene dengan menggandeng jaringan Women News Network (WNN).

Editor-in-Chief Magdalene, Devi Asmarani, menegaskan bahwa sisterhood bukan lagi sekadar wacana manis, melainkan praktik nyata yang dihidupkan lewat dialog, aksi, dan kolaborasi.

“Perjuangan mendorong kesetaraan bukan pekerjaan satu orang atau kelompok, tapi upaya bersama yang dilakukan di berbagai lapisan masyarakat bahkan sampai ke ranah personal. Pada akhirnya upaya kolektif seperti inilah yang dapat membantu kita untuk terus merawat harapan,” tutur Devi.

Festival ini dibuka oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar. Sisterhood Festival 2026 mengusung empat pilar—Media, Pemberdayaan Ekonomi, Kesehatan Mental, dan Kepemimpinan—yang dibungkus dalam berbagai panel diskusi, kegiatan komunitas, masterclass, dan kelas warga. Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhkan penampilan komika perempuan Zahra Shafiyah dan musik dari duo Endah N Rhesa. Festival juga menggelar marketplace yang diisi berbagai usaha kecil menengah, serta komunitas dan organisasi.

Inklusivitas tak cuma jadi bahasan dalam panel diskusi dan kegiatan. Sisterhood Festival menghadirkan juru bahasa isyarat untuk Teman Tuli dan Child Corner untuk para ibu yang ingin menikmati rangkaian acara.

Baca juga: Women News Network: Media Independen Berskala Kecil Punya Peran Penting Kawal Demokrasi

Ruang Aman untuk Berdiskusi

Pengunjung Sisterhood Festival diajak berdiskusi dengan berbagai narasumber menarik. Misalnya, wawancara spesial dengan jurnalis Tempo sekaligus host Bocor Alus Politik, Fransisca Christy Rosana, yang membongkar pengalaman dan tantangan perempuan jurnalis.

Dalam diskusi “Fireside Chat: Francisca Christy Rosana, Bocor Alus Tempo”, jurnalis Tempo yang biasa dipanggil Chicha membagikan pengalamannya menjalankan tugas di tengah upaya membungkam suara jurnalis perempuan ketika meliput isu-isu sensitif. Tantangan yang dihadapi tidak hanya ancaman fisik, namun juga intimidasi, serangan digital, pelecehan, hingga upaya membungkam suara jurnalis perempuan ketika meliput isu-isu sensitif.

Menurutnya, berbicara pengalaman dan tantangan perempuan jurnalis jadi penting di Sisterhood Festival. Terutama karena acara ini memberi ruang aman bagi perempuan untuk membicarakan pengalaman-pengalaman yang sering dianggap sebagai masalah individual, padahal sebenarnya berkaitan dengan struktur yang lebih besar.

“Seperti, relasi kuasa, kebebasan pers, keamanan digital, dan posisi perempuan di ruang publik. Bagi saya, sisterhood bukan tentang membuat perempuan menjadi lebih ‘kuat’ agar bisa menghadapi ancaman sendirian. Justru sebaliknya, bagaimana kita menciptakan lingkungan yang membuat perempuan tidak harus menghadapi ancaman itu sendirian,” tambahnya.

Diskusi penting lainnya adalah Kelas Warga Magdalene yang kali ini membahas tentang pentingnya membuat kebijakan publik yang berperspektif perempuan. Sesi ini menggandeng Annette Ellen dari Aliansi Ibu Indonesia dan Nabiyla Risfa Izzati dari Kabinet Bayangan.

Nabiyla bilang kebijakan yang berpihak pada perempuan tidak selalu harus berpengaruh langsung atau mengandung kata ‘perempuan’ di dalamnya. “Kita ada cuti hamil dan melahirkan. Tapi sampai sekarang kita enggak punya kebijakan cuti ayah. Satu-satunya yang diberikan itu cuti menemani istri melahirkan, dikasihnya dua hari. Itu nggak berpihak pada perempuan karena kebijakan cuti melahirkan tanpa cuti ayah yang memadai, membuat pandangan merawat anak yang baru lahir itu tanggung jawab perempuan aja,” kata Nabiyla.

Pengunjung Sisterhood Festival diajak ikut kegiatan Komunitas dengan Hannah Al Rashid dan Nadine Alexandra dari siniar Sini, Sis! yang membahas isu impostor syndrome yang kerap dialami perempuan dalam kehidupan, terutama dalam ranah personal.

Hannah dan Nadine membagikan pengalaman dan cara mereka mengatasi impostor syndrome. “Penting sekali untuk memahami bahwa perempuan di dunia ini masih sering menghadapi diskriminasi dan bias agar secara kolektif kami bisa terus membuat perubahan,” kata Hannah.

Menurut Sini, Sis!, sisterhood adalah sebuah gerakan atau pemikiran dari perempuan yang kerap kali merasa sendiri dalam hidup. Menghadapi penindasan struktural, hubungan erat antar-perempuan untuk saling mendukung dan melindungi harus tetap terjaga. Maka dari itu, Sisterhood Festival bisa menjadi tempat untuk saling belajar dengan akuntabilitas.

“Perempuan sudah dari dulu melawan penindasan struktural melalui hubungan erat antara perempuan yang saling melindungi, saling mengangkat, saling dukung, dan sisterhood hanyalah bentuk terbarunya,” kata Nadine.

Baca juga: Women News Network: Kolaborasi Perempuan Untuk Media yang Setara

Media dan Ruang Dialog

Program Manager International Media Support (IMS), Eva Danayanti menjelaskan, Sisterhood Festival merupakan tempat bertemunya media dengan khalayak dan komunitas. Sehingga, hubungan terbangun tidak lagi hanya berdasarkan produksi dan konsumsi konten. “Tetapi berkembang menjadi ruang dialog, saling belajar, dan membangun kepercayaan,” kata Eva.

Pertemuan ini, jelasnya, sangat penting supaya media dapat mendengar pengalaman dan kebutuhan audiensnya. Interaksi yang lebih dekat mendorong media menghasilkan informasi yang lebih relevan dan representatif. Terlebih lagi, Sisterhood Festival berdiskusi dengan perempuan yang aktif menggunakan ruang digital untuk berekspresi.

“Ruang digital saat ini telah menjadi bagian penting dari ruang publik, tempat perempuan menyampaikan pendapat, membangun komunitas, mengembangkan usaha, berkarya, serta terlibat dalam berbagai isu sosial,” ungkap Eva.

Pun demikian, tingginya penggunaan ruang digital untuk perempuan berekspresi senyampang dengan potensi risiko. Maka dari itu, memastikan perempuan memahami hak, memiliki kapasitas, rasa aman, dan kesempatan yang setara menjadi sangat penting untuk mendorong kesetaraan gender.

“Sisterhood Festival dapat memperkuat hal tersebut dengan mempertemukan perempuan, membangun solidaritas, meningkatkan pengetahuan tentang keamanan digital, serta mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih aman dan inklusif,” terangnya.

Terselenggaranya Sisterhood Festival 2026 ini turut didukung oleh Telkom Indonesia, OCBC, Artotel Wanderlust, dan HokBen.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.