Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Pemerintah siapkan 1,4 juta hektare lahan karbon untuk masyarakat adat

Pemerintah siapkan 1,4 juta hektare lahan karbon untuk masyarakat adat

pemerintah-siapkan-1,4-juta-hektare-lahan-karbon-untuk-masyarakat-adat
Pemerintah siapkan 1,4 juta hektare lahan karbon untuk masyarakat adat
service

Kebijakan Presiden juga menekankan bahwa perdagangan karbon harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar hutan. Oleh karena itu pemerintah telah mencadangkan sekitar 1,4 juta hektare untuk masyarakat adat

Jakarta (ANTARA) – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengatakan pemerintah telah mencadangkan sekitar 1,4 juta hektare lahan untuk masyarakat adat agar bisa turut serta merasakan manfaat perdagangan karbon.

“Investor internasional justru mensyaratkan adanya dampak sosial positif terhadap masyarakat sekitar lokasi proyek karbon. Kebijakan Presiden juga menekankan bahwa perdagangan karbon harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar hutan. Oleh karena itu pemerintah telah mencadangkan sekitar 1,4 juta hektare untuk masyarakat adat (indigenous peoples),” kata Hashim di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan Indonesia juga telah memiliki program perhutanan sosial seluas sekitar 8,3 juta hektare. Melalui skema perdagangan karbon yang diperluas hingga perhutanan sosial, masyarakat bisa memperoleh manfaat ganda, yakni pendapatan dari hasil agroforestri dan produk hutan, serta pendapatan tambahan dari penjualan kredit karbon.

Hashim juga menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk melindungi ekosistem hutan, salah satunya melalui penambahan jumlah polisi atau petugas kehutanan (forest ranger) yang direncanakan meningkat dari sekitar 5.000 menjadi 70.000 personel.

Baca juga: Menhut: Nilai ekonomi perdagangan karbon RI bisa capai Rp5 triliun

“Pada tahun pertama direncanakan perekrutan sekitar 23.000 personel sebagai bagian dari target tiga tahun. Program penambahan forest ranger ini mendapatkan pujian dari The Royal Foundation yang dipimpin oleh Prince of Wales, mengingat di banyak negara Afrika, petugas konservasi menghadapi ancaman serius dari jaringan kriminal perdagangan satwa liar, bahkan hingga menjadi korban penembakan,” ucap Hashim.

Oleh karena itu, menurutnya, peningkatan jumlah petugas konservasi Indonesia dipandang sebagai langkah penting yang bisa menjadi perhatian masyarakat global.

Ia juga mengemukakan pada 9 Juli 2026 mendatang pemerintah akan meluncurkan Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK). Sistem ini dibuat atas dasar meningkatnya minat investor terhadap investasi karbon di Indonesia, tetapi selama ini mereka mengaku frustrasi karena terdapat berbagai hambatan yang menghalangi berkembangnya pasar karbon Indonesia dan keterlibatan investor internasional.

Baca juga: Kemenhut perluas perdagangan karbon lewat perhutanan sosial

“Pada hari Kamis (9/7) akan dilaksanakan peluncuran SRUK. Sistem ini telah lama dinantikan oleh komunitas internasional. Setelah saya menghadiri berbagai forum internasional di London, New York, dan Brasil (COP30), pemerintah mulai menunjukkan kemajuan nyata,” ucap Hashim.

Ia juga menyampaikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional yang telah ditandatangani Presiden menjadi bukti komitmen pemerintah untuk tata kelola karbon di Indonesia yang lebih baik dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Dunia internasional mulai percaya bahwa Indonesia mampu merealisasikan program, bukan sekadar menyampaikan janji,” tutur Hashim Djojohadikusumo.

Baca juga: Kemenhut dorong pemanfaatan HHBK untuk ketahanan pangan dan energi

Baca juga: Menko Pangan: SRUK diselaraskan dengan CDSC berstandar internasional

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.