Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Gus Yahya Harap Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jadi Landasan Strategis Abad Kedua NU

Gus Yahya Harap Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jadi Landasan Strategis Abad Kedua NU

gus-yahya-harap-muktamar-ke-35-nu-di-tambakberas-jadi-landasan-strategis-abad-kedua-nu
Gus Yahya Harap Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jadi Landasan Strategis Abad Kedua NU
service

Jombang, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan rasa syukur atas keputusan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Menurutnya, lokasi tersebut memiliki makna historis karena merupakan pesantren yang diasuh oleh salah satu muassis NU, KH Abdul Wahab Chasbullah.

“Karena saya sangat bahagia akhirnya tercapai keputusan pelaksanaan Muktamar di Tambakberas ini. Ini berarti memenuhi harapan warga NU untuk pelaksanaan Muktamar yang diayomi berkah dari para ulama,” ujar Gus Yahya, sapaan akrabnya, saat bersilaturahmi di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (12/7/2026).

Ia menegaskan, Tambakberas bukan sekadar lokasi penyelenggaraan Muktamar, tetapi juga simbol kedekatan NU dengan warisan perjuangan para pendirinya. Karenanya, ia berharap Muktamar berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi jam’iyah, warga NU, bangsa Indonesia, hingga masyarakat dunia.

“Semoga Muktamar berjalan dengan baik, lancar, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa maslahat bagi Nahdlatul Ulama, bagi warganya, bagi Indonesia, bagi agama, dan bagi kemanusiaan seluruhnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga mengungkapkan bahwa agenda silaturahminya ke Tambakberas sempat tertunda. Sebab, ia mendapat mandat dari Presiden Republik Indonesia untuk menjadi delegasi yang menghadiri prosesi penghormatan atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei di Iran.

Ia mengatakan, sesampainya dari Iran, dirinya langsung melanjutkan perjalanan menuju Jombang untuk memenuhi rencana sowan ke Tambakberas.

Di Iran, lanjutnya, delegasi Indonesia menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatullah sekaligus membawa pesan pemerintah Indonesia yang mendorong terciptanya perdamaian di tengah situasi konflik yang masih membayangi kawasan tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei dan memohon agar proses berikutnya diarahkan pada perdamaian,” ujarnya.

Menurut Gus Yahya, situasi global saat ini menjadi perhatian serius karena dunia tengah memasuki fase perubahan besar. Ia menilai konflik internasional yang terjadi akan melahirkan tatanan dunia baru sebagaimana pandemi Covid-19 pernah mengubah berbagai aspek kehidupan.

“Perang ini menjadi pemicu yang luar biasa yang nanti akan membentuk konstruksi dunia baru. Tidak akan kembali seperti sebelumnya. Karena itu, Nahdlatul Ulama harus berpikir strategis tentang bagaimana hadir dan berfungsi lebih baik di tengah lingkungan global yang baru,” jelasnya.

Ia menegaskan, abad kedua NU merupakan momentum yang sangat krusial. Oleh sebab itu, Muktamar mendatang diharapkan mampu merumuskan arah strategis organisasi agar semakin memberi manfaat, tidak hanya bagi warga NU dan Indonesia, tetapi juga bagi kemanusiaan secara universal.

Gus Yahya menyebut semangat tersebut sejalan dengan pesan-pesan yang diwariskan KH Abdul Wahab Chasbullah mengenai peran NU dalam menjawab tantangan zaman.

“Semoga Muktamar di bawah naungan berkah KH Wahab Chasbullah dan para muassis lainnya menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat sebagai landasan bagi masa depan Nahdlatul Ulama yang lebih baik, lebih gemilang, lebih bermanfaat, dan lebih berkah,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga bertemu dengan putra-putri KH Wahab Chasbullah, antara lain KH Hasib Wahab, Nyai Hj Hizbiyah Rochim, dan Nyai Hj Machfudhoh Ali Ubaid. Ia juga bertemu dengan Ketua Umum Yayasan Pesantren Bahrul Ulum KH Abdurrozaq Sholeh.

Di samping itu, Gus Yahya juga menyempatkan ziarah ke makam masyayikh Pesantren Tambakberas, Pesantren Tebuireng, dan Pesantren Denanyar.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.