Mubadalah.id – Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab munculnya cairan vagina yang tidak normal di antaranya:
Pertama, infeksi jamur (keputihan karena jamur). Infeksi jamur tidak menular melalui hubungan seksual dan umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius. Namun, risiko infeksi dapat meningkat apabila Anda sedang hamil, mengonsumsi antibiotik, atau mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes maupun HIV/AIDS.
Tanda-tanda:
- Muncul cairan putih yang menggumpal menyerupai susu masam (yogurt) atau susu yang menggumpal.
- Bagian luar maupun dalam vagina tampak kemerahan, bahkan terkadang berdarah.
- Terasa perih saat buang air kecil.
- Area kemaluan berbau seperti adonan roti.
Kedua, vaginosis bakterialis. Vaginosis bakterialis juga tidak menular melalui hubungan seksual. Namun, pada ibu hamil, kondisi ini dapat meningkatkan risiko persalinan prematur.
Tanda-tanda:
- Cairan vagina keluar lebih banyak daripada biasanya.
- Muncul bau amis pada area kemaluan, terutama setelah berhubungan seksual.
- Area kemaluan terasa agak gatal.
Trikomoniasis
Ketiga, trikomoniasis. Trikomoniasis merupakan infeksi yang umumnya tidak berbahaya, tetapi rasa gatal yang ditimbulkannya dapat sangat mengganggu. Pada laki-laki, infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Meski demikian, laki-laki tetap dapat membawa parasit penyebab penyakit ini dan menularkannya kepada pasangan melalui hubungan seksual.
Tanda-tanda:
- Muncul cairan berwarna kelabu atau kuning yang berbusa.
- Cairan berbau tidak sedap.
- Area sekitar kemaluan terasa gatal dan tampak kemerahan.
- Terasa perih atau nyeri saat buang air kecil.
Keempat, gonore dan klamidia. Gonore dan klamidia merupakan penyakit menular seksual yang cukup serius. Namun, bila segera diobati, keduanya dapat disembuhkan. Sebaliknya, keterlambatan pengobatan dapat menyebabkan infeksi yang lebih berat dan meningkatkan risiko kemandulan, baik pada perempuan maupun laki-laki.
Pada laki-laki, gejala gonore dan klamidia biasanya muncul sekitar 2 hingga 5 hari setelah melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Namun, meskipun tidak muncul gejala, seseorang tetap dapat tertular penyakit tersebut.
Pada perempuan, gejala gonore dan klamidia dapat baru muncul beberapa minggu bahkan beberapa bulan setelah berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Sekali lagi, tidak munculnya gejala bukan berarti Anda bebas dari infeksi. Tanpa disadari, penyakit tersebut juga dapat ditularkan kepada orang lain.
Tanda-tanda pada perempuan:
- Vagina atau anus mengeluarkan cairan berwarna kuning atau kehijauan.
- Terasa perih atau nyeri saat buang air kecil.
- Demam.
- Nyeri pada bagian bawah perut.
- Terasa nyeri atau terjadi perdarahan saat berhubungan seksual.
- Dalam beberapa kasus, tidak muncul gejala sama sekali.
Tanda-tanda pada laki-laki:
- Penis mengeluarkan cairan.
- Terasa perih atau nyeri saat buang air kecil.
- Buah zakar terasa nyeri atau membengkak.
- Dalam beberapa kasus, tidak muncul gejala sama sekali. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 343.





Comments are closed.