Mubadalah.id – Bila Anda sudah terlanjur tertular penyakit menular seksual atau merasa berisiko tertular, lakukan langkah-langkah berikut:
Pertama, segera lakukan pengobatan. Ikuti petunjuk perawatan. Ingat, mengidap lebih dari satu penyakit dalam waktu yang bersamaan merupakan kondisi yang cukup umum terjadi.
Jika Anda belum dipastikan mengidap penyakit menular seksual, tetapi berisiko tertular, ikutilah pengobatan untuk mengatasi keluarnya cairan vagina yang tidak normal.
Kedua, jangan menunda pengobatan. Jangan menunggu hingga rasa sakit menjadi sangat parah. Semakin cepat penyakit diobati, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius di kemudian hari dan semakin kecil kemungkinan Anda menularkannya kepada orang lain.
Ketiga, usahakan menjalani pengobatan bersama pasangan. Jika hanya Anda yang diobati sementara pasangan tidak, ia dapat menularkan penyakit tersebut kembali saat Anda berhubungan seksual. Akibatnya, pengobatan menjadi sia-sia. Karena itu, ajak dan bujuk pasangan Anda untuk ikut berobat.
Keempat, patuhi aturan penggunaan obat. Minumlah obat sesuai dosis dan petunjuk pemakaian. Jangan menyisakan obat yang telah diresepkan, dan teruskan pengobatan hingga obat habis meskipun Anda sudah merasa sembuh.
Usahakan menebus seluruh resep yang diberikan, bukan hanya sebagian. Jika obat tidak Anda konsumsi sampai tuntas, penyakit mungkin tidak akan sembuh sepenuhnya.
HIV/AIDS
Kelima, lakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan pelindung. Berbagai penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS yang dapat mengancam jiwa, dapat tertularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman.
Keenam, usahakan menjalani pemeriksaan sifilis. Jika Anda telah medis diagnosis mengidap satu jenis penyakit menular seksual, ada kemungkinan Anda juga mengalami infeksi lain yang belum terdeteksi. Selain itu, usahakan pula menjalani tes HIV/AIDS.
Bila kondisi kesehatan Anda normal, keluarnya cairan vagina (lendir) dalam jumlah sedikit, tidak berwarna, dan tidak berbau menyengat merupakan hal yang wajar. Lendir tersebut terproduksi secara alami oleh tubuh untuk membantu menjaga kebersihan dan kelembapan vagina.
Jumlah lendir yang keluar dapat berubah-ubah mengikuti siklus menstruasi. Pada masa subur, lendir biasanya tampak bening dan licin. Selama kehamilan, jumlah lendir yang keluar juga dapat meningkat.
Terkadang, perubahan warna maupun bau lendir yang tidak seperti biasanya dapat menjadi petunjuk adanya infeksi tertentu.
Namun, menentukan jenis infeksi hanya berdasarkan perubahan warna dan bau lendir sering kali tidak mudah. Memang, banyak infeksi akibat penyakit yang tertular melalui hubungan seksual. Akan tetapi, tidak semua infeksi merupakan akibat penyakit menular seksual. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 343.





Comments are closed.