Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

herpes-dan-hiv/aids-pada-ibu-hamil,-kenali-risiko-penularannya-kepada-bayi
Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi
service

Mubadalah.id – Apabila Anda sedang hamil dan mengidap herpes, kemudian pada saat persalinan luka herpes di area kemaluan sedang kambuh, bayi berisiko tertular infeksi tersebut saat proses kelahiran. Bayi yang terinfeksi herpes dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan yang membahayakan keselamatannya.

Karena itu, usahakan merencanakan persalinan sejak jauh hari bersama tenaga kesehatan. Apabila memungkinkan, lakukan persalinan di rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi dan tenaga medis yang berpengalaman.

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi sesar agar bayi tidak melakukan kontak langsung dengan luka herpes di area kelamin saat proses persalinan.

Apabila persalinan tetap dilakukan secara normal, tenaga kesehatan dapat segera memberikan pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan yang diperlukan kepada bayi setelah lahir untuk membantu mengurangi risiko dampak serius akibat infeksi herpes.

AIDS

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome atau Sindrom Penurunan Kekebalan Tubuh. Penyakit ini bukan merupakan penyakit keturunan, tetapi dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Hal ini apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

AIDS disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual ketika darah, cairan vagina, atau air mani dari seseorang yang telah terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Misalnya melalui hubungan seksual atau jalur penularan lainnya.

Dalam hubungan seksual tanpa perlindungan, perempuan secara biologis memiliki risiko lebih tinggi tertular HIV daripada laki-laki. Seseorang yang tampak sehat pun dapat membawa virus HIV tanpa menunjukkan gejala apa pun.

Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan penampilan fisik untuk menilai apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Hindari perilaku seksual yang berisiko dan lakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi kemungkinan penularan.

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh. Namun, pengobatan antiretroviral (ARV) dapat mengendalikan virus sehingga orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif, dan berumur panjang apabila menjalani pengobatan secara teratur. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 352. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.