Tue,11 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. TNBTS Rumah bagi Beragam Flora dan Fauna Langka, Jangan Sampai Api Mengepungnya

TNBTS Rumah bagi Beragam Flora dan Fauna Langka, Jangan Sampai Api Mengepungnya

tnbts-rumah-bagi-beragam-flora-dan-fauna-langka,-jangan-sampai-api-mengepungnya
TNBTS Rumah bagi Beragam Flora dan Fauna Langka, Jangan Sampai Api Mengepungnya
service

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selama ini dikenal dengan pemandangan Gunung Bromo, lautan pasir, dan Gunung Semeru yang menjulang sebagai puncak tertinggi di Pulau Jawa. 

Di sisi lain, hutan, padang rumput, dan vegetasi pegunungan di TNBTS menjadi habitat bagi ratusan jenis tumbuhan dan satwa. Bahkan, pada awal 2026, petugas Balai Besar TNBTS menemukan dua spesies anggrek yang sebelumnya belum pernah tercatat di kawasan tersebut.

Kini, kebakaran melanda kawasan TNBTS. Kekayaan hayati yang menghuni kawasan ini menjadi terancam kelestariannya. 

Mengenal TNBTS

TNBTS merupakan kawasan konservasi seluas sekitar 50.276 hektare yang membentang di Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang, Jawa Timur. Kawasan ini memiliki rentang ketinggian sekitar 750 hingga 3.676 meter di atas permukaan laut.

Perbedaan ketinggian tersebut membuat TNBTS memiliki beberapa tipe ekosistem, mulai dari hutan pegunungan bawah dan atas hingga vegetasi sub-alpin. Gunung Semeru sendiri mencapai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut dan menjadi titik tertinggi di Pulau Jawa.

Di kawasan yang sama terdapat lautan pasir Bromo dengan luas sekitar 6.290 hektare. Bentang alam tersebut dikelilingi dinding kaldera terjal dengan ketinggian sekitar 200-700 meter.

Taman nasional ini juga menjalankan fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, serta mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya.

TNBTS ditetapkan sebagai taman nasional pada 1992 setelah sebelumnya kawasan tersebut terdiri atas sejumlah cagar alam, taman wisata, hutan produksi, dan hutan lindung. Sejak 2015, kawasan ini juga berstatus sebagai cagar biosfer UNESCO.

Rumah bagi Flora dan Fauna Langka

Kekayaan hayati TNBTS dapat dilihat dari jumlah flora yang tercatat. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, terdapat sekitar 1.025 spesies flora di kawasan tersebut, termasuk sekitar 309 spesies anggrek.

Cemara gunung, akasia, mentigi, jamuju, dan edelweis Jawa menjadi bagian dari vegetasi yang tumbuh di kawasan pegunungan tersebut. Pada ketinggian tertentu, tumbuhan harus beradaptasi dengan suhu rendah, kondisi tanah, serta perubahan lingkungan yang berbeda dari kawasan dataran rendah.

Kehidupan di TNBTS juga mencakup berbagai jenis satwa. Macan tutul Jawa, lutung Jawa, kijang, kancil, trenggiling, rangkong badak, hingga elang Jawa tercatat sebagai bagian dari keanekaragaman hayati kawasan tersebut.

Beberapa di antaranya merupakan satwa yang memiliki nilai konservasi tinggi. Macan tutul Jawa, misalnya, merupakan predator penting dalam ekosistem hutan Jawa. Sementara elang Jawa merupakan burung pemangsa endemik Pulau Jawa.

Artinya, ketika sebuah kawasan hutan mengalami gangguan, yang dipertaruhkan bukan hanya keberadaan pepohonan. Habitat, sumber pakan, tempat berlindung, dan hubungan antarspesies di dalam ekosistem juga ikut menjadi bagian dari persoalan.

Spesies Baru Anggrek Ditemukan 

Gambaran mengenai kekayaan yang masih tersimpan di TNBTS semakin jelas melalui penemuan dua spesies anggrek pada awal Januari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun GNFI, petugas Balai Besar TNBTS menemukan Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis ketika melakukan patroli sekaligus mengidentifikasi biodiversitas di lereng selatan Gunung Semeru.

Kedua anggrek tersebut ditemukan pada habitat yang relatif sama, yakni kawasan yang teduh, memiliki humus tebal, dan cukup lembap pada ketinggian 1.000-1.200 meter di atas permukaan laut.

Keduanya memiliki ciri fisik yang berbeda. Gastrodia selabintanensis memiliki perbungaan sepanjang 15-25 sentimeter dengan dua hingga empat kuntum. Kelopaknya berwarna cokelat kehijauan, sedangkan mahkotanya berwarna putih semu dan kuning.

Sementara itu, Gastrodia biruensis memiliki perbungaan sepanjang 18-32 sentimeter dengan tiga hingga lima kuntum. Kelopaknya berwarna cokelat kekuningan dan mahkotanya berwarna putih serta oranye.

Yang membuat kedua spesies ini semakin penting adalah sifat biologisnya. Keduanya termasuk tumbuhan mycoheterotrophic yang pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat alami dan sulit dikembangkan di luar habitat tersebut.

Karena itu, Balai Besar TNBTS melakukan pemetaan sebaran populasi dengan identifikasi di lokasi lain pada musim berbunga.

TNBTS Jangan Sampai Terbakar

Kebakaran di TNBTS berdampak luas ke ekosistem. Selain itu, pemulihan kawasan pasca kebakaran tidak semudah yang dibayangkan.

TNBTS juga menghadapi tantangan lain. Spesies tumbuhan invasif seperti lavender (Verbena brasiliensis) dan kirinyuh (Chromolaena odorata) telah menyebar di sejumlah kawasan. Di sisi lain, aktivitas pertanian di sekitar lereng dapat berkontribusi terhadap erosi dan sedimentasi yang memengaruhi ekosistem perairan.

Kondisi tersebut membuat perlindungan kawasan TNBTS menjadi pekerjaan yang tidak selesai dengan memadamkan api saat kebakaran mengepungnya. Pemantauan habitat, perlindungan satwa, pemulihan vegetasi, serta penelitian terhadap biodiversitas sangat penting untuk menjaga kawasan dalam jangka panjang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.