Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. BI: QRIS dipakai 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant

BI: QRIS dipakai 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant

bi:-qris-dipakai-65,77-juta-pengguna-dan-diterima-44,86-juta-merchant
BI: QRIS dipakai 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant
service

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna serta diterima oleh 44,86 juta merchant dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM.

BI memandang, perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point, bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di Jakarta, Jumat.

Transformasi digital dipandang menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong UMKM naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Untuk itu, BI terus mendorong UMKM untuk go digital melalui tiga strategi utama, e-farming melalui digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital, serta e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.

Filianingsih menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi digital untuk mendorong transformasi dan daya saing UMKM.

BI terus memperkuat upaya tersebut, salah satunya melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang menghubungkan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan dapat diterapkan di sektor riil, termasuk UMKM.

PIDI merupakan wujud sinergi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra strategis dalam mengakselerasi inovasi dan pengembangan talenta digital nasional.

Bagi UMKM, PIDI menjadi wadah untuk menghasilkan solusi digital terapan yang mudah diadopsi dan dapat direplikasi secara luas guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan.

“Dengan talenta yang berdaya, inovasi yang implementatif, dan ekosistem yang saling menguatkan, kami optimis UMKM Indonesia akan terus bertransformasi, bertumbuh, dan naik kelas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” kata Filianingsih.

Pada Jumat (21/8), BI menyelenggarakan Innovation Talk bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Innovation Talk menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI yakni Fitria Irmi Triswati, inovator muda finalis PIDI yaitu Irpan Rambe dan Fahrul Hadi Kusuma, serta UMKM Binaan BI di bidang pertanian hortikultura yakni Pipit Candra sebagai founder Bernard Tani.

Para narasumber berbagi perspektif dan pengalaman pemanfaatan inovasi digital untuk meningkatkan kinerja usaha, memperluas pasar, membuka akses pembiayaan, dan mendorong UMKM naik kelas.

Diskusi juga menekankan pentingnya pemanfaatan data digital UMKM oleh industri perbankan serta penguatan pencatatan digital UMKM untuk meningkatkan efisiensi, tata kelola, dan akses pembiayaan.

BI menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM.

Dengan semangat Beudaya MeusareSare atau Berdaya Bersama-sama, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan UMKM yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing untuk tumbuh dan naik kelas serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Baca juga: BI : QRIS Antarnegara jadi penggerak ekonomi Kalbar

Baca juga: Industri sistem pembayaran perkuat kolaborasi demi akselerasi digital

Baca juga: BI Purwokerto terus perluas QRIS untuk perkuat ekonomi digital daerah

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.