Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Sepekan Gempa NTT: 83 Meninggal Dunia, 986 Luka-Luka, 110 Ribu Warga Mengungsi, 5.012 Gempa Susulan

Sepekan Gempa NTT: 83 Meninggal Dunia, 986 Luka-Luka, 110 Ribu Warga Mengungsi, 5.012 Gempa Susulan

sepekan-gempa-ntt:-83-meninggal-dunia,-986-luka-luka,-110-ribu-warga-mengungsi,-5.012-gempa-susulan
Sepekan Gempa NTT: 83 Meninggal Dunia, 986 Luka-Luka, 110 Ribu Warga Mengungsi, 5.012 Gempa Susulan
service

Jakarta, NU Online

Seminggu setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), dampak bencana masih dirasakan warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 05.00 WIB sebanyak 5.012 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2 sejak gempa utama pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Sebanyak 31 gempa susulan memiliki magnitudo di atas lima, sementara 124 kejadian dirasakan masyarakat.

Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 17.00 WIB, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menjabarkan bahwa 83 orang meninggal dunia.

“Bertambah delapan jiwa dengan rincian yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa, di Kabupaten Manggarai ada dua, Kabupaten Manggarai Timur ada dua, Kabupaten Nagekeo ada tiga, dan Kabupaten Ngada ada satu,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026).

Berton menyampaikan bahwa warga yang mengalami luka-luka bertambah menjadi 986 orang dan 110.785 jiwa mengungsi

“Jumlah yang luka bertambah sebanyak 79 jiwa. Sedangkan yang mengungsi bertambah lagi menjadi 110.785 jiwa atau bertambah 14.914 jiwa. Jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai Timur 31.371 jiwa, Nagekeo 28.104 jiwa, dan Manggarai 25.340 jiwa,” tuturnya.

Kerusakan rumah juga cukup besar. BNPB mencatat 45.006 unit rumah rusak, terdiri atas 17.175 unit rusak berat, 9.818 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.

“Kami akan membacakan tiga besar dari rumah rusak berat, di Manggarai Barat ada 3.050 unit, di Manggarai ada 3.148 unit, dan di Ngada ada 1.724 unit,” ujar Berton.

Ia mengatakan bahwa bukan hanya rumah warga yang mengalami kerusakan. Namun, kerusakan juga terjadi pada 502 fasilitas pendidikan, 300 tempat ibadah, 264 fasilitas kesehatan, 339 kantor, satu gudang Bulog, 15 irigasi, 38 fasilitas umum, 68 titik jalan, satu pasar, dan 25 jembatan unit.

Lebih lanjut, Berton menyampaikan kondisi kelistrikan di UP3 Flores bagian timur dan barat telah mencapai hampir 100 persen. Sebanyak 11 Trafo G, 59 penyulang, dan 3.474 gardu distribusi kembali menyala.

“Sedangkan jaringan telepon layanan telekomunikasi di wilayah NTT relatif normal dengan seluruh 735 site Telkomsel telah pulih,” katanya.

“Layanan internet kembali normal serta jaringan backbone tetap terlayani menggunakan jalur cadangan,” lanjutnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.