Alih-alih mempercepat pengurangan ketergantungan terhadap fosil, berbagai kebijakan berlabel ‘dekarbonisasi’ makin membuka jalan bagi keberlanjutan industri batubara maupun minyak dan gas (migas). Skema regulasi, pembiayaan, dan proyek-proyek malah memungkinkan industri fosil tetap bertahan dalam jangka panjang. Kecenderungan itu, tertuang dalam laporan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) berjudul Serigala Fosil Berbulu Dekarbonisasi: Regulasi dan Pembiayaan Transisi Energi Melanggengkan Dominasi Energi Fosil di Indonesia. Melalui laporan ini, Jatam membongkar bagaimana narasi “dekarbonisasi” dan “solusi palsu” justru menjadi alat untuk memperpanjang umur industri fosil, bukan menghentikannya. Laporan itu menyoroti sejumlah proyek sebagai bagian dari transisi energi, mulai dari carbon capture and storage, carbon capture, utilization, and storage (CCS, CCUS), co-firing biomassa, hidrogen, amonia, biometana, hingga gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME). Fanny Tri Jambore, peneliti Jatam Nasional mengatakan, berbagai teknologi itu sebagai strategi dekarbonisasi dalam sejumlah dokumen resmi negara. Namun, arah kebijakan itu tidak untuk mengakhiri ekstraksi energi fosil. “Merujuk pada etimologi, dekarbonisasi memang mekanisme untuk mengurangi jejak emisi karbon,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Mongabay. Idealnya, dekarbonisasi sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil justru bersalin rupa menjadi instrumen mempertahankan batubara, minyak bumi, dan gas dalam jangka panjang. Jatam mencatat, berbagai dokumen seperti rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 2025–2045, long term strategy for low carbon and climate resilience (LTS-LCCR) 2050. Lalu, second nationally determined contribution (SNDC), Peraturan Pemerintah Nomor 40/2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Kemudian, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), hingga RUPTL 2025–2034. Secara konsisten, katanya, rencana dan kebijakan itu memasukkan CCS, CCUS, DME, hidrogen, amonia, dan…This article was originally published on Mongabay
Kebijakan Dekarbonisasi Buka Jalan Langgengkan Industri Fosil?
Kebijakan Dekarbonisasi Buka Jalan Langgengkan Industri Fosil?





Comments are closed.