Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kebijakan Dekarbonisasi Buka Jalan Langgengkan Industri Fosil?

Kebijakan Dekarbonisasi Buka Jalan Langgengkan Industri Fosil?

kebijakan-dekarbonisasi-buka-jalan-langgengkan-industri-fosil?
Kebijakan Dekarbonisasi Buka Jalan Langgengkan Industri Fosil?
service

Alih-alih mempercepat pengurangan ketergantungan terhadap fosil, berbagai kebijakan berlabel ‘dekarbonisasi’ makin membuka jalan bagi keberlanjutan industri batubara maupun minyak dan gas (migas).  Skema regulasi, pembiayaan, dan proyek-proyek malah memungkinkan industri fosil tetap bertahan dalam jangka panjang. Kecenderungan itu, tertuang dalam laporan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam)  berjudul Serigala Fosil Berbulu Dekarbonisasi: Regulasi dan Pembiayaan Transisi Energi Melanggengkan Dominasi Energi Fosil di Indonesia. Melalui laporan ini, Jatam membongkar bagaimana narasi “dekarbonisasi” dan “solusi palsu” justru menjadi alat untuk memperpanjang umur industri fosil, bukan menghentikannya. Laporan itu menyoroti sejumlah proyek sebagai bagian dari transisi energi, mulai dari  carbon capture and storage, carbon capture, utilization, and storage (CCS, CCUS), co-firing biomassa, hidrogen, amonia, biometana, hingga gasifikasi batubara menjadi dimethyl ether (DME). Fanny Tri Jambore, peneliti Jatam Nasional mengatakan,  berbagai teknologi itu sebagai strategi dekarbonisasi dalam sejumlah dokumen resmi negara. Namun, arah kebijakan itu tidak untuk mengakhiri ekstraksi energi fosil. “Merujuk pada etimologi, dekarbonisasi memang mekanisme untuk mengurangi jejak emisi karbon,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Mongabay. Idealnya, dekarbonisasi sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil justru bersalin rupa menjadi instrumen mempertahankan batubara, minyak bumi, dan gas dalam jangka panjang. Jatam mencatat, berbagai dokumen seperti rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 2025–2045, long term strategy for low carbon and climate resilience (LTS-LCCR) 2050. Lalu, second nationally determined contribution (SNDC), Peraturan Pemerintah Nomor 40/2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Kemudian, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), hingga RUPTL 2025–2034. Secara konsisten, katanya, rencana dan kebijakan itu memasukkan CCS, CCUS, DME, hidrogen, amonia, dan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.