Mubadalah.id – Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya menjadi salah satu informasi penting yang perlu diperhatikan dalam memantau kondisi ibu pada kehamilan berikutnya.
Pengalaman yang seorang ibu alami pada persalinan sebelumnya, mulai dari ukuran bayi, perdarahan, masalah ari-ari, kondisi psikologis setelah melahirkan, hingga kondisi bayi, dapat menjadi petunjuk untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pada kehamilan dan persalinan berikutnya.
Salah satu hal yang perlu ibu ketahui adalah apakah ia sebelumnya pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari empat kilogram. Riwayat melahirkan bayi berukuran besar perlu menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk diabetes pada ibu.
Karena itu, tenaga kesehatan perlu menanyakan bagaimana proses persalinan sebelumnya. Apabila kelahiran bayi sebelumnya berlangsung tanpa kesulitan, persalinan berikutnya belum tentu mengalami masalah yang sama. Namun, kondisi ibu dan pertumbuhan janin tetap perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui adanya faktor risiko.
Pemeriksaan juga perlu diarahkan pada kemungkinan diabetes. Tanda-tanda diabetes perlu dicari dan pertumbuhan bayi perlu diperiksa dengan sungguh-sungguh untuk memastikan apakah ukuran bayi berkembang lebih besar dari yang seharusnya.
Jika memungkinkan, ibu juga perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mengalami diabetes.
Perdarahan dan Masalah Ari-ari Perlu Ibu Waspadai
Selain ukuran bayi, riwayat perdarahan yang ibu alami sebelum atau sesudah melahirkan juga perlu menjadi perhatian. Ibu yang pernah mengalami perdarahan dalam jumlah banyak pada persalinan sebelumnya memiliki kemungkinan mengalami kondisi serupa pada persalinan berikutnya.
Untuk mengetahui tingkat risikonya, tenaga kesehatan perlu menggali pengalaman ibu secara lebih rinci. Ibu perlu menjelaskan seberapa parah perdarahan yang pernah ia alami dan apakah pada saat itu membutuhkan pertolongan atau perawatan medis.
Kondisi kesehatan ibu juga perlu ia perhatikan, terutama kemungkinan anemia. Ibu yang mengalami anemia dapat mengalami kelemahan yang berat. Termasuk kesulitan untuk berdiri.
Informasi mengenai riwayat perdarahan dan kondisi kesehatan ibu tersebut penting untuk membantu tenaga kesehatan mempersiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama persalinan.
Apabila memungkinkan, ibu yang memiliki riwayat perdarahan sebaiknya melahirkan di rumah sakit atau klinik. Pilihan tempat persalinan tersebut penting agar pertolongan dapat segera ia berikan apabila perdarahan kembali terjadi. Tenaga kesehatan juga perlu mempersiapkan penanganan terhadap kemungkinan perdarahan setelah persalinan.
Riwayat masalah pada ari-ari atau plasenta juga menjadi bagian penting yang perlu ibu tanyakan. Jika pada persalinan sebelumnya ari-ari tidak keluar dengan mudah, ibu dapat kembali menghadapi masalah serupa pada persalinan berikutnya. Kondisi tersebut perlu ia antisipasi karena dapat berkaitan dengan terjadinya perdarahan.
Karena itu, tenaga kesehatan perlu mempersiapkan penanganan apabila perdarahan terjadi. Bagi ibu yang memiliki riwayat masalah dalam proses keluarnya ari-ari, persalinan di rumah sakit atau klinik, atau di tempat yang berada dekat dengan fasilitas kesehatan, dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Sehingga pertolongan dapat ia berikan dengan cepat.
Ibu yang pernah mengalami masalah tertentu pada kehamilan atau persalinan sebelumnya juga dapat lebih mudah terkena infeksi daripada ibu yang lain.
Karena itu, pemeriksaan terhadap tanda-tanda infeksi. Termasuk infeksi pada vagina, perlu ibu lakukan sebagai bagian dari pemantauan kesehatannya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 121





Comments are closed.